Photo by Lum3n.com from Pexels


Dulu waktu kecil, aku ingin sekali menjadi dokter karena kakekku sakit-sakitan. Namun sayangnya sebelum aku lulus SMP, kakekku dipanggil Tuhan. Setelah lulus SMA karena dana terbatas akhirnya aku kuliah kebidanan, ibuku selalu berpesan supaya aku menjadi wanita yang mandiri. Menjadi Bidan bagiku merupakan jalan untuk mandiri, setidaknya aku bisa lah buka praktek di rumah kalau tidak bekerja di rumah sakit atau puskesmas. Mimpi itu terwujud ketika akhirnya aku bekerja di sebuah rumah sakit swasta, kesempatan untuk membangun karir dan belajar terbuka lebar. Sampai akhirnya aku menikah, punya anak dan harus memilih : terus bekerja atau mendampingi suami yang kebetulan dinasnya berpindah-pindah? Sebenarnya kegalauan itu sudah pernah aku tulis di postingan ini sih, hiya hiya. 

Pada akhirnya aku memilih menjadi ibu rumah tangga, tapi ada beberapa hal yang i wish i knew before i choose to be stay at home mom. Hal-hal yang semestinya dipersiapkan dengan baik supaya hati dan mental lebih siap menjalani peran yang baru dengan bahagia. Meski aku sudah melakukan hal yang membuat ibu bahagia (baca juga : Menjadi ibu yang bahagia) namun hilangnya beberapa aspek dari kehidupan sebelumnya ternyata memberikan pengaruh yang cukup besar. Aku sempat depresi yang suka nangis sendiri, marah sendiri, ngamuk sendiri. Kalau dipikir-pikir sabar juga ya suamiku itu menghadapi diriku ini, puji syukur punya suami seperti dia. Apa saja hal itu?

1. Manajemen Waktu yang baik
Aku suka banget segala hal yang terjadwal rapi, jadi ketika menjadi ibu rumah tangga aku syok banget karena nggak bisa bikin jadwal dengan baik. Hal ini sangat menganggu dan bikin aku sebal sepanjang waktu. Ya gimana ya, tadi ngrendem baju mau nyuci eh anaknya ngajak main lalu habis main ngantuk, akhirnya buyar acara mencuci. Misal mau masak, anaknya rewel nggak bisa ditinggal masak, akhirnya anaknya dikasih tepung biar anteng eh malah tepungnya jadi rata satu dapur. AKU KESEEEEL BUNDAAAA~~

Manajemen waktu yang kurang baik ini akhirnya bikin aku jadi kesusahan juga mencari waktu me time, lalu berasa uring-uringan karena kerjaan nggak pernah beres. Akhirnya jadi emosional berkepanjangan. Beda dengan saat masih bekerja dulu, meski tidur lebih malam dan bangun lebih pagi tapi segalanya sudah terjadwal dan aku sudah ada bayangan kira-kira hari itu mau ngapain. Kalau sekarang, rasanya kayak bangun tidur tak ada bayangan hari ini mau ngapain. Maka kalau kamu memutuskan mau jadi ibu rumah tangga dan kamu suka menjadwal segala seuatu kayak aku, sebaiknya kamu turunkan standartmu supaya nggak terlalu berekpektasi kayak aku.

Iya, standar ekpektasi yang ketinggian itu yang suka bikin sakit hati. Misalnya rumah harus selalu always rapi kayak di gambar pinterest, ibu harus sempurna memasak, setrikaan harus rapi jali . Menjadi ibu rumah tangga tanpa asisten mau nggak mau kita harus menurunkan standart, kalau nggak bisa emosional dan stress sendiri. Tentukan juga prioritas, misalnya kalau aku yang penting rumah bersih nggak rapi amat juga nggak apa, masak juga nggak harus yang enak dan mewah terus, nycui juga sesempetnya aja kalau capek ya laundry dan seterusnya.

2. Kehidupan sosial
We need another human being! Manusia perlu berinteraksi dengan manusia lain, bukan cuma via chat tapi beneran ketemu langsung, tatap muka, ghibah bareng, jajan bareng, melakukan suatu kegiatan bareng. Hal yang paling terasa setelah menjadi ibu rumah tangga adalah : Aku kesepian. Kadangkala rindu rekan sejawat, membahas studi kasus terbaru, membahas deg-degannya ketika ada kasus emergency atau sekedar saling tukar resep masakan dan ngobrolin perilaku suami masing-masing. Memang, ketika menjadi ibu rumah tangga kita masih punya tetangga, atau ibu dari teman anak kita. Namun kadang karena background yang berbeda (apalagi hidupku nomaden ya), obrolan yang ada pun masih terasa sungkan dan berbasa-basi. Beda dengan ketika kita ngobrol dengan teman lama yang sudah hapal segala pahit manis dan kebusukan kita, pasti ngobrolnya akan lebih santuy dan apa adanya. Sometimes, I really miss my friends. 

Jadi mungkin saat kamu memutuskan menjadi ibu rumah tangga, pastikan kamu tetap punya kehidupan sosial. Kalau rumahmu dekat dengan kawan lama, bisalah sesekali playdate atau ketemuan. Mereka nggak ngajakin? ya kamulah yang ngajakin duluan. Atau kalau hidupmu nomaden kayak aku, kamu bisa mencari komunitas tertentu yang sesuai minat bakatmu. Jangan sampai kamu kayak aku, berbulan-bulan merasa selalu ada yang kurang, ada yang nggak pas, ada yang kosong, tapi nggak tahu apa. Ternyata aku cuma kurang bertemu orang. SAD!

3. Keuangan
Soal keuangan ini perlu diperbincangkan dan dibahas dengan suami, karena pasti ada perbedaan dari double income ke single income. Perbedaan rasa belanja pakai duit sendiri dengan pakai duit suami. Dalam kasusku, dari segi jumlah sebenarnya perbedaannya nggak bikin syok sih, karena walau dulu double income tapi biaya LDR Jogja-NTT itu lumayan juga : duitnya habis di ongkos. Cuma sebelum memutuskan resign aku tanya dulu sama suami, aoakah nanti tetep boleh jajan skincare? apakah tetep boleh belanja baju suka-suka? apakah dia mau bayarin biaya maintenance blog ini? yah at least supaya dia tahu ada biaya-biaya yang perlu dikeluarkan di luar biaya hidup primer. Untungnya suami mengiyakan dan menepati janji soal keuangan ini, jadi bagiku nggak beda jauh sih cuma bedanya mungkin jadi berasa agak sungkan gitu kalau belanjanya kebanyakan.


Hak-hal diatas adalah hal yang aku harap bisa aku persiapkan dengan lebih baik sehingga membuatku menjadi ibu yang kebih tenang dibandingkan sekarang. Meski aku akui dukungan suami dan pengertiannya berperan sangat besar dalam masa peralihan ini, kalau dia nggak sabar entah jadi apa deh pernikahan kami. Pada akhirnya memang pernikahan tak melulu cuma soal cinta, tapi juga komitmen dan suatu pemahaman bahwa menjadi ibu kan memang sebuah proses yang tidak selalu shinning shimmery splendid kan ya, jadi ndak apa-apa kalau tidak sempurna.

Selamat menjadi ibu, semoga selalu sehat dan bahagia.


Rambut kriwil!

Aku itu udah sejak lama pengen cerita soal cara merawat rambut keritingku ini, tapi kadang suka kelupaan karena keasyikan ghibah soal yang lain atau karena semacam sudah jadi kebiasaan jadi kayak nggak urgent gitu bahas soal rambut. Nah soal rambut keriting ini aku aslinya pernah cerita di postingan ini. Kali ini aku mau cerita soal gimana cara merawat rambut keriting ala moanaku sampai bisa sepanjang ini. Kalau kamu punya rambut kriwil juga mungkin postingan ini akan membantu. Nah kalau kamu punya rambut kriwil tapi separuhnya masih bekas rebonding sebaiknya yang bekas rebonding dipotong semua dulu, biar makin afdol merawatnya. Emang sih rasanya agak-agak nggak rela gitu pas mau motong, tapi percayalah kadang merelakan bisa lebih menenangkan datipada terus mempertahankan. 

1. Deep conditioning
Yang perlu kamu pahami dan sadari adalah rambut keriting itu pasti kering, kalau nggak kering ya biasanya super duper kering. Menurut logikaku ini karena teksturnya yang bergelombang makanya nutrisi dari akar nggak bisa sampai di batang dan ujung rambut dengan cepat. Maka kunci perawatan rambut keriting aslinya cukup simple : lembabkan rambutmu. Salah satu cara buat nglembabin rambut adalah dengan melakukan deep conditioning, proses ini bisa dilakukan seminggu sekali atau setiap keramas. Caranya mirip maskeran tapi yang dimaskerin rambutnya, kamu bisa pakai hair oil, masker rambut, yogurt, telur (seriusan), alpukat, atau shea butter. Oleskan bahan pada rambut, bungkus rambut dengan penutup kepala lalu diamkan 30 menit, habis itu baru keramas.

2. Keramas
Berapa hari sekali kamu keramas? bagi yang punya rambut keriting, keramas itu nggak boleh sering-sering. Semakin jarang kamu keramas semakin bagus, karena keramas yang terlalu sering bisa membuat rambut kita makin kering. Ingat kunci merawat rambut keriting adalah dengan menjaganya tetap lembab, right? Aku sendiri keramasnya biasa antara 2-3 hari sekali tergantung cuaca, kalau udara panas banget dan aku keringetan ya terpaksa 2 hari sekali aku keramas. Untuk shampoo sebenarnya paling baik itu memakai shampoo yang bebas SLS, jadi busanya nggak terlalu banyak yang artinya nggak terlalu bikin rambut kering kerontang.

3. Conditioner
Conditioner itu wajib banget hukumnya! Malah mendingan kamu keramas nggak pakai shampoo tapi pakai condi daripada sebaliknya. Conditioner akan membantu mengunci kelembaban rambut kita. Sayangnya di Indonesia masih jarang conditioner dan shampoo khusus rambut keriting, aku biasanya pakai conditioner Pantene yang untuk rambut rusak karena sejauh ini itu yang paling ngaruh di ramsbutku.

4. Leave in Conditioner
Habis keramas apakah rambut langsung dikeringkan? tentu tidak. Habis keramas rambut masih harus diberi vitamin dan "pengunci kelembaban lagi". Biasanya aku tunggu sampai rambut 50% kering lalu kasih hair vitamin, lalu tunggu lagi sampai 70% kering (masih agak lembab) baru kasih hair oil. Ngasihnya sambil rambut agakdiremas biar tambah ikal dan nggak boleh disisir sampai kering.

5. Sisiran
Detangling comb by Body shop

JANGAN TERLALU SERING MENYISIR RAMBUT KERITINGMU, karena akan bikin rambutmu megar kayak arum manis di pasar malam. Kalau mau rambutnya jadi ikal bounchy cantik memang sisiran itu cuma boleh saat rambut basah habis keramas dan itupun wajib pakai sisir bergigi jarang (detangling comb). Aku pakai sisir dari the body shop yang bahnya dari kayu gitu karena lebih enak dan nggak bikin rambut terbang-terbang. Lha terus kalau bangun tidur apa nggak sisiran? jawabku : enggak. Toh nggak keliatan juga kalau kamu nggak sisiran, hiya hiya. Supaya nggak terlalu ruwet, kamu bisa kepang rambutmu saat mau tidur, pakai hair cap yang khsusu buat tidur, atau ikat rambutmu diatas kayak nanas (pineapple bun) biasanya itu nggak bikin rambutmu bundhet sih.


So well, keuntungan punya rambt keriting buatku adalah bisa jarang keramas dan jarang sisiran huahahaha meski sedihnya rambutnya memang super kering jadi harus hati-hati banget kalau milih shampoo. Nah gimana? apa kamu punya cerita soal rambut keriting? 
picture by Pixabay

Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Aku sudah cukup lama memegang prinsip di atas, bahkan untuk hal yang kelihatannya baik jika dilakukan misalnya terlalu rajin, terlalu ramah, terlalu hemat, dan seterusnya. Nah di era sosial media ini ada satu hal menarik yang jika berlebihan ternyata juga nggak baik untuk kesehatan dan kedamaian hati : Positive vibes yang terlalu berlebihan. Toxic Positivity adalah kondisi dimana 

Sosial media membuat kita dengan mudah membuat "citra diri" suka-suka kita, mau dikenal sebagai pribadi yang super bahagia kah? hobi sambat kah? sosialita kah? suka dandan kah? dermawan kah? yaaah pokoknya suka-suka lah kita mau jadi apa. Istilah kerennya : pencitraan. Beberapa hal yang tidak bisa kita dapatkan/lakukan di dunia nyata bisa dengan mudah kita peroleh dan lakukan di dunia maya. Kebanyakan orang (termasuk aku) tentu saja memilih untuk mencitrakan sisi positif diri dong di sosial media. Lagi marah, pms, rambut kayak singa? ya nggak mungkin di post lah! orang selfie pakai make up aja foto 10x yang diposting 1 doang itu aja diedit dulu pakai filter.. (eh maaf jadi buka rahasia). Selanjutnya saat posting masih diikuti dengan kalimat positif dan motifasi.

Nah apakah tindakan di atas salah? Nggak, asal nggak berlebihan.

Kadang karena dikelilingi postingan yang selalu positif dan memotivasi, kita akhirnya jadi mengkelompokan perasaan. Perasaan yang baik dan layak dirasakan (plus diposting) itu ya yang bahagia sejahtera, perasaan buruk seperti marah, sedih, takut itu nggak boleh dirasakan apalagi diposting! ih amit-amiit yaaaaa sobat sambaaat!!Kemudian karena semua terlihat bahagia, sempurna tanpa cela, kaya raya dan masuk surga di sosial media, kita jadi denial tiap merasa marah, gagal, sedih, dan segalanya. Endingnya karena nggak mau merasakan "perasaan buruk" kita lalu mengabaikan perasaan itu dan pura-pura bahagia. Padahal nggak gitu, perasaan atau emosi apapun itu nggak ada yang baik atau buruk, nggak ada yang salah atau benar. Perasaan ya perasaan. 

Gini deh, misal nih hewan peliharaan kita meninggal atau hilang, apa kita nggak boleh sedih karena sedih itu perasaan yang buruk?? atau misal kita mengalami pelecehan seksual atau penipuan, apakah kita nggak boleh marah hanya karena marah itu dianggap buruk? apakah kita harus langsung bersyukur dan bahagia karena kita ditipu sehingga besok kita bisa belajar lebih hati-hati? Nggak kan. 

Memang kita perlu belajar melihat sisi positif dari suatu masalah, karena semua masalah pasti punya dua sisi. Tapi bukan berarti karena every could has a silver lining lantas kita nggak siap-siap payung kan kalau mendung. Tuhan menciptakan kita dengan segala perasaannya pasti dengan tujuan baik, mengapa kita harus merasa marah, takut dan sedih? tentu saja supaya kita bisa lebih bersyukur saat bahagia, supaya kita lebih berhati-hati, supaya kita lebih mawas diri. Bisa bayangin nggak manusia tanpa rasa takut? bahkan nggak takut kehilangan kamu? sedih kan. 

Trus bagaimana? apakah aku harus live Instagram saat berantem dengan pasangan seperti mbak Lucint* l*na tempo hari? ya nggak harus gitu juga kok. Boleh saja mau posting atau pencitraan yang indah-indah tapi jangan menghindari perasaan atau denial ketika kamu merasa nggak bahagia. Karena kamu hanya manusia biasa, bukan dewa. Eh dewa aja bisa marah lhooo~ Ingat juga kalau semua orang yang posting di sosial media itu hanya posting sepersekian persen dari hidupnya, kamu cuma lihat yang dia pengen kamu lihat. Nggak ada orang yang 100% bahagia, kamu cuma nggak tahu aja. Nah supaya kamu nggak terjebak dalam toxic positivity kamu bisa lakukan hal berikut :

1. Mengenali diri sendiri
Kenali dirimu, cari tahu apa yang kamu suka, apa yang kamu mau, apa yang kamu benci, apa yang kamu harapkan dari orang lain, apa yang mau akmu beri pada orang lain. Mengenali diri akan memudahkan kita untuk tidak mudah "ikut-ikutan" dengan apa yang ada di luar sana.

2. Terima Perasaanmu apapun itu.
Pahami kalau kamu adalah manusia yang isinya nggak cuma bahagia doang. "Eh.. tapi mbak X bahagia terus tuh.. anaknya lucu, suaminya baik, mertuanya penyayang.." Ya itu kan asumsimu doang, pada akhirnya mbak X tetap manusia sama kayak kamu, dan nggak mungkin dia bahagia teruuus meneruuuus. Jadi kalau kamu sedih ya terima saja perasaan sedih itu, dinikmati saja, dirasakan rasanya gimana. Setelah itu baru deh dicari solusinya gimana supaya nggak sedih lagi.

3. Curhat
Curhatlah, karena kadang memendam perasaan itu nggak baik. Kalau kamu takut curhat sama manusia yang bisa bocor kayak ember, gimana kalau curhat sama Tuhan yang Maha Mendengar dan Penyayang?

4. Journaling
Jaman smp-sma aku rajin banget nulis buku harian terus abis pas kuliah itu curhatnya di status facebook Huahahahha. Kemudian saat kerja dan menikah aku nulis curhat di blog, dulu naam blog ini "Bidan Bercerita" sebelum aku ganti jadi Kriwilife.  Aku muali nulis jurnal lagi itu pasca resign dan pindah ke NTT, saat itu banyak banget tekanan dan perasaan sedih. Nulis di jurnal (aku beneran pakai buku) sangat membantuku memetakan pikiran, perasaan, mencari solusi dan mencari hal-hal baik yang ada dalam hidup. Pikiran ruwet jadi terburai satu-satu, ide bermunculan, gratitude mulai ada. Jadi aku sangat menyarankan journaling ini ya, kamu bisa nulis pagi saat bangun atau malam sebelum tidur. Tulis aja yang ada di kepala, sekalimat juga tak apa. Nanti lama lama akan terbiasa dan jadi berlembar-lembar deh nulisnya!

Nah selamat menjalani hari ya, semoga selalu sehat!



cute baby 

Sejak jaman nenek moyang dulu, persalinan digambarkan sebagai suatu proses yang menyakitkan, penuh darah dan penderitaan. Jarang kita mendengar seorang ibu bercerita bahwa persalinannya menyenangkan, penuh cinta dan nyaman. Biasanya ibu-ibu bercerita bahwa persalinan mereka sakit, dijahitnya sakit, bahkan ada yang bilang kalau dia kapok melahirkan!

Hal-hal seperti ini kadang membuat ibu-ibu yang baru pertama hamil merasa ngeri dengan persalinan, Belum lagi informasi seputar persalinan biasanya identik dengan video menyeramkan yang berdarah-darah dan penuh jeritan. Rasanya main dag dig dug ya mau melahirkan, sudahlah kita belum ada gambaran tentang persalinan, eh ketika nanya orang dan lihat video hasilnya malah tambah takut. 

Nggak apa kok, takut adalah hal yang wajar. Takut adalah suatu mekanisme tubuh yang membuat kita lebih waspada, takut itu perlu. Takut pada ketinggian membuat kita berpegangan erat saat perlu memanjat. Takut terluka membuat kita lebih berhati-hati saat berjalan. Takut kehilangan membuat kita sungguh-sungguh menjaga, Maka sudah semestinya takut menghadapi persalinan akan membuat kita lebih gigih mempersiapkan persalinan. Entah itu dengan belajar, bertanya, riset, senam atau dengan kata lain memberdayakan diri. 

Kadang kita takut karena kita "buta" terhadap medannya, tidak tahu apa yang akan terjadi, tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Jadi memang salah satu cara menghadapi ketakutan itu adalah dengan menyiapkan "senjata" untuk menghadapinya. Yha... supaya nggak kopong-kopong banget gitu lho, apalagi sekarang ini informasi sangat mudah di akses. Ibu bisa mulai belajar apa saja tanda persalinan, bagaimana cara menghadapi tanda-tanda persalinan tersebut. Ibu juga bisa mulai memahami kala 1,2,3 dan 4, mencari tahu apa saja yang perlu dilakukan supaya tubuh kita siap menghadapi persalinan.

Tanamkan juga sugesti positif dalam diri, yakinkan bahwa "Persalinanku berjalan lancar dan mudah, anakku sehat, aku sehat, ASIku melimpah ruah." Percaya pada Tuhan bahwa ia akan menjaga kita dan menolong kita, bawa dalam doa setiap hari. Ajak ngobrol janin dan minta dia supaya membantu kita saat persalinan nanti, yakinlah janin kita itu pintar dan bisa memahami apa yang kita biacarakan. Percayalah 80% dari ketakutan kita itu sesungguhnya tidak akan terjadi. Kurangi paparan hal-hal negatif yang mungkin bisa membuat kita down seperti video persalinan yang terlalu ekstrim, cerita dan omongan tetangga. 

Aku dulu sempat stress menjelang persalinan, bukan karena tidak memahami apa yang akan terjadi namun karena saking seringnya melihat persalinan patologis/tidak normal. Alu takut mengalami ini dan itu, bayiku begini begitu. Namun aku berusaha menanamkan pada diriku jika 90% ibu melahirkan normal tanpa masalah, tentu aku juga akan begitu. Aku juga perbanyak membaca, mencari tahu hal-hal yang berhubungan dengan kegundahanku. Rajin memeriksakan diri dan konsultasi dengan dokter, melihat hal-hal positif dan meditasi. Akhirnya semua itu bisa terlalui dengan baik, dan nyatanya aku baik-baik saja. Ketakutanku tidak terbukti. 

Menjadi ibu adalah suatu proses yang tentunya tidak akan mudah, dan itulah yang nantinya akan membawa makna bagi kehidupan kita. Alih-alih fokus pada ketakutan, manfaatkan energi untuk melakukan hal-hal yang bisa maminimalisir ketakutan itu. Change your flawn into your power, i believe you can do it!


The Ordinary Ascorbic Acid 8% + Alpha Arbutin 2 %

Dari dulu aku suka banget sama produknya The Ordinary selain karena ingredientsnya yang simple dan to the point tanpa embel embel lain juga karena harganya yang terjangkau. Nah karena itu aku suka banget nih nyoba-nyoba aneka produknya, meski memang sebagian ada yang ngefek ada juga yang enggak ngefek di kulitku. Bisa dibayangkan betapa bahagianya aku ketika The Ordinary ngeluarin varian vitamin C + Alpha Arbutin! Yah.. meski mungkin varian ini nggak sehype varian Niacinamide (yang kebetulan nggak cocok di aku) namun duo bahan aktifnya bikin aku penasaran buanget sama produk ini.


Vitamin C sudah dari jaman bahelula dikenal bisa mencerahkan kulit. Lihat aja deh jaman dahulu orang udah suka maskeran pakai lemon atau madu, yang dua-duanya bisa mencerahkan kulit. Vitamin C memang bersifat exfoliant, antioksidan dan bisa mencegah penuaan kulit, sehingga kulit kusam bisa bablas kalau kamu rajin pakai vitamin C. Sedang alpha arbutin berfungsi untuk meratakan warna kulit dan menghambat pembentukan melanin, sehingga alpha arbutin ini banyak dipakai untuk mencerahkan warna kulit. Lalu bagaimana jika kedua bahan ini digabung? Yuk kita bahas The Ordinary Ascorbic Acid 8% + Alpha Arbutin 2% ini !

Packaging

Botol pipet warna gelap, cintaaaa~


Kemasan The Ordinary Ascorbic Acid 8% + Alpha Arbutin 2% ini adalah botol gelap dengan pipet. Udah paling bener deh botol gelap untuk wadah vitamin C itu, karena vitamin C sangat mudah rusak. Oleh karena itu aku sendiri nggak mau beli produk vitamin C yang botolnya bening, sebab kemasan yang gitu setahuku lebih rentan dibanding yang gelap. Pipetnya sama aja sih dengan botol The Ordinary yang lain, sangat memudahkan pengambilan produk dan menjaga produk tetap steril.

Ingredients
Propanediol, Ascorbic Acid, Alpha Arbutin

Yeah, jangan kaget ya lihat ingerdientsnya? memang sesimple itu. Di kemasannya sendiri tertulis a water free, stable solution dan memang vitamin C lebih stabil jika tanpa air. Air akan ,e,buat vitamin C lebih mudah teroksidasi (karena air mengandung oksigen).

Tekstur
Teksturnya mirip dry oil

Tekstur The Ordinary Ascorbic Acid 8% + Alpha Arbutin 2% ini cair banget ya, cuma ketika nemplok di kulitku rasanya agak pliket-pliket gitu. Kadang aku suka berimajinasi ada semut yang bakal datang karena ada vitamin c nemplok di kulit, hiyaaaa~ Nah tapi sensasi pliket ini nggak lama kok, serum ini lumayan cepat meresap di kulit. Habis itu kulit terasa biasa aja, nggak lembab tapi juga nggak kering. Beda dengan ketika aku pakai serum propolis ya, itu langsung berasa lembabnya. 

Cara dan Waktu Pemakaian
Di kemasannya tertulis The Ordinary Ascorbic Acid 8% + Alpha Arbutin 2% bisa dipakai pagi dan malam, namun aku suka parno kalau pakai produk vitamin C lalu aku panas-panasan. Aku selalu merasa segala sesuatu yang bersifat acid akan bikin kulitku jadi sensitif di bawah sinar matahari. Makanya aku pakai The Ordinary Ascorbic Acid 8% + Alpha Arbutin 2% ini saat malam hari sebanyak 3-4 tetes untuk muka dan leher, tentunya pakai sunscreen saat siang hari.

Performa
Ciamiik deh ya, secinta itu aku.

Sungguh aku sangat puas dengan serum ini!! Ngefek banget lho bikin kulit cerah bersinar kayak  piring habis pakai sunlight,  inget ya kulitnya cuma jadi cerah bukan jadi putih kayak tembok. Kulitku saat pagi beneran oke, nggak kusam atau buluk gitu. Cerahnya juga sehat, nggak yang putih pucat kayak bulan kesiangan. Pokoknya aku sukaaaaa~ Terus beberapa bekas jerawat di daguku juga memudar, padahal itu bekas jerawat cukup besar dan mencolok. Mungkin kalau rutin bisa 100% ilang kali ya? bekas jerawatnya, bukan dagunya. Cu,ma varian ini tetep belum mampu menghapus noda bintik hitamku, huuhuhuhu nggak apa deh aku tetep suka. Sayangnya aku nggak punya foto before afternya, cuma memang sekarang kulitku ini jadi belang banget antara tangan sama muka. Apakah tandanya aku harus pakai serum wajah juga di tanganku?? 

Harga The Ordinary Ascorbic Acid 8% + Alpha Arbutin 2% cukup terjangkau kok, hanya Rp 240.000/ 30ml saja, waktu itu aku beli di ponybeaute.

Kesimpulan
Plus :
+ Mencerahkan
+ Memudarkan bekas noda jerawat
+ Meratakan warna kulit

Minus :
- Tidak menghilangkan noda hitam
- Agak lengket setelah dipakai

REPURCHASE? Yes!! 

Disclaimer : Semua review yang aku buat merupakan produk yang aku beli sendiri dan benar-benar aku coba sendiri. Tidak semua orang memiliki kulit yang sama dan reaksi pada tiap orang bisa jadi berbeda, selain itu setiap orang juga memiliki reaksi alergi yang berbeda-beda. Sebainya lakukan patch test atau mengecek komposisi sebelum mencoba suatu produk.

Suplemen Bio-Strath

Sejak kecil Keira memiliki beberapa alergi yang membuatnya sering batuk-pilek  berkepanjangan. Gen alergen itu dia dapat dari aku dan ayahnya yang kebetulan juga punya alergi. Itulah sebabnya mengapa di rumah kami selalu ada suplemen tambahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan sebagai tambahan vitamin. Yah…. Soalnya kadang kan aku khilaf jajan atau makan sembarangan yang nggak jelas kadar gizinya juga.

Selama ini suplemen di rumah kami terdiri dari beberapa macam, ada yang khusus punya Keira, punya ayahnya dan punyaku. Ada yang sebagai multivitamin, ada yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi rumah kami tuh udah kayak apotek dengan botol-botol suplemen berjejer. Nah repotnya kalau traveling, bingung deh mana yang mau di bawa. Ribet deeeeh!!!Hingga akhirnya beberapa waktu lalu aku menemukan suplemen satu untuk semua yaitu Bio-Strath. Bio Strath ini bisa dikonsumsi oleh seluruh kalangan usia mulai dari anak usia 6 bulan hingga orang dewasa, jadi cukup pakai Bio-Strath ini untuk seluruh anggota keluarga.

Bio-Strath adalah suplemen yang berasal dari Swiss. Bio Strath diproduksi dengan cara memberi makan bakteri baik yang berasal dari buah-buahan segar (Saccharomyces Cerevisae). Yeast jenis ini memiliki sel-sel yang sangat mirip dengan sel tubuh manusia dan mengandung nutrisi makro dan mikro yang sangat lengkap. Bio Strath diklaim mengandung 61 nutrisi vitamin, mineral dan zat pembangun yang terbuat dari bahan-bahan alami. Konon Bio Strath ini sudah melalui uji klinis dan terbukti khasiatnya dalam meningkatkan kesehatan serta mengatasi berbagai penyakit. Sebenarnya udah agak lama aku mau menulis review Bio Strath ini, cuma masih mau yakinin apalah beneran ngefek atau nggak dan ternyata memang bagus lho. Baiklah, silahkan disimak sampai selesai ya review Bio Strath kali ini!

Bio strath sendiri memiliki dua varian yaitu tablet dan Bio Strath Elixir. Karena kebetulan sebentar lagi aku ada rencana traveling keluar kota maka aku pakai yang tablet karena lebih mudah dibawa. Tablet Bio Strath tidak terlalu besar kok, standar tablet pada umumnya. Namun tablet Bio Strath ini mudah hancur sehingga bisa dilarutkan, dicampur makanan atau minuman serta ditumbuk. Ini salah satu poin plus yang aku suka dari Bio Strath, suplemen ini bisa dicampur makanan dan susu tanpa mengurangi manfaat yang terkandung dalam suplemen. Cocok buanget bagi anak yang suka drama kalau minum suplemen, tinggal dicampur aja ke makanannya.

Tinggal campur, beres!

Apakah kalau dicampur tidak akan mempengaruhi rasa? Nah kebetulan kalau Bio Strath tablet cenderung tawar karena tanpa zat pewarna, pengawet dan perasa. Berbeda dengan varian Bio Strath Elixir yang setahuku rasanya lebih manis. Bio Strath tablet ini cocok bagi mereka yang nggak terlalu suka manis, menderita diabetes atau bagi anak ADHD. Keira sendiri nggak masalah sih mau minum langsung atau dicampur ke makanan, saking rasanya yang tolerable. Cuma dia lebih sering aku kasih langsung, barengan sama aku minumnya.

Performa Bio Strath ini menurutku cukup bagus ya. Jadi ceritanya saat pertama aku kasih Bio Strath ke Keira dia itu udah pilek sekitar 4 harian, Bio Strath beneran membantu penyembuhan pileknya lebih cepat lho. Keira biasanya kalau pilek bisa sampai berminggu-minggu baru sembuh, ini nggak sampai dua minggu dia sudah sehat. Terus biasanya kalau dia pilek aku juga ikut ketularan minimal sakit tenggorokan, gara-gara minum Bio Strath ini aku sama sekali nggak ketularan! Efek lain yang aku rasakan adalah nafsu makan Keira meningkat setelah minum Bio Strath, kayaknya apa aja dimakan sama Keira. Mungkin karena Bio Strath juga memperbaiki pencernaan ya. Menurutku Bio starth ini sesuai dengan klaim yang dia berikan, manfaat Bio Strath antara lain:

  • Meningkatkan produktivitas
  • Menjaga stamina  dan konsentrasi ketika beraktivitas di luar rumah
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Mencukupi Nutrisi harian
  • Mempercepat masa pemulihan setelah sakit


Satu-satunya hal yang kurang aku sukai dari Bio Strath ini adalah aromanya, mungkin ini aroma yeastnya ya. Cuma karena memang beneran alami tanpa zat pengawet, pewarna dan perasa jadi sebenarnya wajar sih kalau aromanya khas, malah jadi aneh kalau misalnya bau melati. Aku sih bakalan rajin mengkonsumi Bio Strath ini karena manfaatnya yang memang bagus. Bio Strath saat ini bisa di dapatkan di E commerce seperti Shopee, Bukalapak, Tokopedia atau melalui Official Intragam Bio Strath Indonesia.

Sekian Testimoni dan review Bio Strath  kali ini, selamat mencoba juga ya!

Jangan kebanyakan belajar! said nobody to me.

Di salah satu foto Instagram Maudy Ayundya ada satu komentar yang menggelitik kalbu. Komentar itu dibuat oleh mbak Najwa Shihab “ Wohooo… have fun @Maudyayundya, jangan kebanyakan belajar!” begitu kira-kira ucap mbak Nana (aduh.. langsung berasa ikrib sama Najwa Shihab akutu). Seperti yang kita ketahui Bersama, Maudy Ayundya adalah salah satu artis tanah air yang cantik, berprestasi dan nggak banyak sensasi. Bayangin aja, dia itu diterima S2 di Harvard University dan Stanford University dan sempet bingung mau milih yang mana. Sementara kamu masih terjebak memilih antara aku atau dia, hilih.

“Jangan kebanyakan belajar!” adalah suatu nasihat yang hampir mustahil kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Malah mungkin akan semakin jarang kita dengar ketika para mama yang mengidolakan Maudy semakin getol kepingin anaknya masuk Harvard University atau Stanford University atau minimal kayak mbak Dian Sastro deh. Bahkan aku yang lahir di jaman Maudy belum jadi idola pun belum pernah mendengar nasihat serupa dari ayah dan ibuku. Nasehat yang sering aku dengar adalah , “Jangan main terus, mau jadi apa kamu nanti???” yang sering ku jawab , “Ya jadi anakmu to…” tapi jawabnya dalam hati doang sih, soalnya aku takut dikutuk jadi famous. Nasehat lain yang sering aku dengar dan tak jauh berbeda adalah “Mbok Kamu itu rajin belajar to nduk, kan bapak pengen besok kalau besar kamu jadi orang”, Astaga.. jadi selama ini ternyata aku adalah bidadari jatuh dari surga di hadapanmu… dan bukan orang. HAHA.

Memang kenyataannya sejak dahulu kala, banyak orangtua yang “melupakan” kalau anaknya adalah manusia yang juga butuh istirahat dan bukan alat atau robot untuk memuaskan ego. Tentunya akan menjadi sebuah kebanggaan jika anak kita bisa meraih prestasi akademik, mahir kayang-salto, fasih bicara dalam 100 bahasa, bisa melukis kayak picaso, pecinta senja dan penikmat puisi, rajin menabung dan seterusnya. Hati kita akan melambung bangga ketika menceritakannya pada orantua lain atau saat pertemuan trah keluarga kalau anak kita bisa a,b,c,d,e. Kita akan merasa menjadi orang tua tersukses di dunia, kita merasa semua uang yang kita habiskan untuk dana pendidikan anak setimpal dengan hasil yang kita dapat. Yah… mimpi dan ambisi yang boleh-boleh saja dimiliki sih sebenarnya asalkan dicapai dengan cara yang benar dan manusiawi.

Coba sejenak kita tengok keadaan si anak, apa kabar dia yang kita banggakan?

Beberapa saat lalu saat mengunjungi pertemuan orangtua murid, guru anakku bercerita bahwa ada beberapa anak yang sempat mogok sekolah. Rupanya mereka terlalu banyak kegiatan les di luar sekolah. Bayangkan, anak usia 3-4 tahun sudah les matematika dan Bahasa inggris! Ya ampun.. jaman aku kecil, umur segitu masih mainan boneka dan masak-masakan pakai tanah. Anak-anak ini kebanyakan belajar dan ketika masuk sekolah TK yang isinya kebanyakan main-main, menempel, mewarnai dan menyanyi mereka jadi bosan. Akibat kebosanan dan frustasi itu mereka jadi ngamuk di sekolah, malas mewarnai, kabur dari sekolah bahkan sampai ada yang muntah-muntah saking stresnya dan tidak bisa menolak suruhan untuk belajar dari orang tuanya.

Jangan kebanyakan belajar adalah nasehat yang sebenarnya memang benar, sebab segala sesuatu yang berlebihan itu memang kurang baik. Anak kita sejatinya punya hak bermain yang sering kita abaikan dan lupakan. Coba siapa yang pernah dengar orangtuanya ngomong “ Ayo bermain yang giat!”Curang sih kalau dipikir, kita para orangtua sibuk menggemborkan hastag #Kurangpiknik #ButuhPiknik tapi anak sendiri lupa nggak dikasih waktu bermain.

Hak bermain anak ini sebenarnya punya banyak manfaat yang sama pentingnya dengan target prestasi akademi yang kita idam-idamkan. Bermain dapat mengasah kecerdasan intelektual dan emosional anak karena saat bermain anak akan belajar tentang ketrampilan hidup (life skill), cara bersosialisasi dengan orang lain, mengembangkan imajinasi, kreativitas dan bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah. Anak dengan mudah menyerap kemampuan dari stimulasi yang ia dapat kala bermain dan dampaknya akan mempengaruhi pertumbuhannya hingga dewasa.

Masih ingat cerita soal bibit unggul maupun cerita lulusan UI dan gaji yang sempat terkenal beberapa saat lalu? Kita semua sepakat bukan bahwa prestasi akademi yang baik tak selalu berkorelasi lurus dengan kemampuan soft skill yang baik. Di sisi lain banyak orang yang bahkan tak kuliah namun memiliki mental oke dan jeli melihat peluang, misalnya Bu Susi Pudjiastuti. Maka memang sudah semestinya study hard diimbangi dengan play hard. Lebih oke lagi kalau bisa belajar sambil bermain dan bermain sambal belajar, aheeyyy~

Tapi gimana dong? Rasanya tuh kurang puas gitu kalau lihat anak cuma rebahan doang, main doang, baca buku nggak pernah, prestasi nggak ada, sekolah juga ogah. Ya kita harus bisa memposisikan diri dalam posisi mereka dong, bayangkan di usia mereka dulu kita paling suka ngapain sih? Apakah saat kita SD dulu kita paling suka suruh belajar aljabar? Ingat, sebagai orang tua kita juga harus bisa menjadi sahabat dan teman anak. Maka, tunjukan pada anak kalau anak perlu belajar namun tak boleh lupa untuk bermain. Kita bisa sesekali ikut bermain untuk meningkatkan bonding kita dengan anak kita dan mengurangi anggaran traveling sendirian. Tega nggak tega, rela nggak rela kita harus mengijinkan anak kita bermain sesekali! Kayak pak Bos yang dengan berat hati tanda tangan ijin cuti kita itu lhoooo. Lagipula memaksa anak belajar terus demi target prestasi tanpa diimbangi dengan kesempatan bermain aku rasa bisa masuk kategori eksploitasi anak, hati-hati nanti anda ditangkap KPAI!



Biasanya saat kehamilan mulai memasuki trimester 3 ibu mulai bersiap akan persalinannya. Ibu akan mulai mencari tempat melahirkan, membaca testimoni orang-orang, mencari nama untuk si jabang bayi dan belanja kebutuhan untuk bayi baru lahir. Namun sesungguhnya ada beberapa hal yang juga penting untuk dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum persalinan yang kadang malah terlupakan, nah kita bahas satu persatu yuk!

1. Dana Persalinan
Dana Persalinan hendaknya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari ketika ibu memutuskan untuk hamil. Dana ini dapat berupa tabungan cash atau berupa asuransi yang mengcover biaya persalinan. Bagi yang berencana menggunakan asuransi untuk persalinannya sebaiknya tetap menyiapkan dana darurat untuk berjaga-jaga bila ada tindakan medis yang tidak tercover oleh asuransi. Besarnya dana persalinanan ini tentu tergantung tempat dimana ibu nanti akan melahirkan, saranku persiapkan dana untuk skenario paling buruk (operasi misalnya) untuk berjaga-jaga.

2. Kendaraan
Tentunya saat memilih tempat bersalin kita mesti memperkirakan jarak dan waktu tempuh yang diperlukan dari rumah/kantor ke tempat tersebut. Mulai pikirkan juga kendaraan apa yang akan kita pakai untuk menuju ke sana. Jika memakai kendaraan pribadi, pastikan kendaran selalu dalam kondisi prima kan ya blaik kalau pas mau lahiran kok kendaraannya macet. Jika hendak menggunakan taksi baik konvensioonal maupun online, perkirakan kemudahan kita memperoleh taksi bahkan saat dini hari sekalipun.

3. Pendamping Persalinan
Diskusikan dengan suami siapa yang akan mendampingi ibu saat bersalin nanti. Apakah suami bisa tahan dengan banyaknya darah yang ada atau tidak, karena kadang memang ada yang tidak kuat melihat darah. Jika suami sanggup then congrats! kalau nggak sanggup coba pilih antara ibu, saudara atau sahabat dekat. Pendamping persalinan termasuk salah satu asuhan sayang ibu yang memperbolehkan ibu ditemani satu orang saat melahirkan sebagai bentuk dukungan pada ibu.Jika tidak ada yang sanggup menemani, ibu bisa menghubungi doula atau orang yang memang bertugas untuk menemani ibu saat persalinan. Doula saat ini mulai familiar di Indonesia. 

4. Donor Darah
Persalinan adalah suatu proses yang memiliki beberapa resiko yang bisa terjadi pada siapa saja. Salah satu resiko itu adalah perdarahan, baik itu perdarahan saat persalinan maupun perdarahan post partum. Jika ibu melahirkan di rumah sakit, puskesmas rawat inap atu klinik besar biasanya mereka sudah mempunyai satelit PMI atau kontak dengan PMI sehingga jika ibu butuh darah bisa "memesan" ke Bank Darah/PMI. Namun kadang ada beberapa stok darah yang sulit di dapat, misalnya golongan AB kadang ada juga ibu yang lebih mantab menggunakan darah dari saudara/kerabat. Oleh seba itu silahkan mulai "melamar" orang yang memiliki golongan darah yang sama dengan ibu, tanyakan apakah dia mau menjadi donor atau tidak.

5. KB Pasca salin
Persiapan persalinan yang tak kalah penting adalah KB. KB adalah hal yang semestinya didiskusikan bersama suami, kadang ada lho yang istrinya mau KB tapi suaminya nggak boleh atau sebaliknya suami ingin jeda dulu sedang istrinya ingin sekalian saja. Nah sebaiknya masalah KB ini mulai dibahas saat hamil supaya jika ingin KB pasca salin bisa dilakukan setelah melahirkan. Selain itu biasanya setelah bayi lahir ibu sudah sibuk dengan bayi sehingga tidak begitu memikirkan soal KB dan akhirnya dapat rejeki lagi deh. KB yang bisa dijadikan pilihan ibu menyusui antara  lain, kondom, IUD, Pil menyusui dan Suntik 3 bulan.

Hayo, dari ke lima hal tersebut manakah yang sudah kamu persiapkan sebelum bersalin dan yang belum kamu siapkan? yuk mulai dipersiapkan mumpung masih ada waktu dan kesempatan. Semoga kehamilannya sehat selalu dan persalinannya lancar ya!

Photo by rawpixel.com from Pexels

Marilah sejenak kita membicarakan cuan lyfe.

Sebagai mentri keuangan rumah tangga sudah semestinya kita para istri belajar mengelola keuangan dengan baik. Mengelola di sini maksudnya bukan cuma menghabiskan uang saja tapi juga menjaga nilai uang tersebut dan mengembangkannya atau dengan kata lain : investasi.

Investasi sudah dikenal dari jaman nenek moyang kita dahulu, niatnya sama kok supaya uang yang ada tidak raib berubah menjadi barang-barang tidak penting atau habis tergerus inflasi. Jaman dahulu nenek sudah menyimpan hartanya dalam bentuk tanah dan emas, lalu diwariskan turun-temurun hingga akhirnya sampai di tangan kita. Nah di era modern ini, investasi yang ada semakin bervariasi dari yang aman hingga yang bodong, dari yang returnnya sedikit hingga yang returnnya besar. 

Yang perlu diingat dalam berinvestasi adalah prinsip dasarnya : High Risk, High Return.

Semakin tinggi resiko suatu investasi biasanya returnnya akan semakin besar dan sebaliknya semakin rendah resikonya keuntungannya pun akan semakin sedikit. Jika ada investasi yang katanya aman dan menawarkan keuntungan yang sangat besar, oh... its too good to be true. Jangan gampang percaya! Kali ini aku kan sharing beberapa investasi yang aku lakukan, sharing ini pure pendapat pribadi berdasar pengalaman pribadi dan yang perlu diingat aku bukan ahli keuangan. Oke? oke. Nah mari kita urutkan investasi dari yang resikonya kecil hingga ke yang paling besar :

1. Surat Utang Negara
Surat Utang Negara (SUN) sebenarnya memiliki banyak jenis, seperti misalnya Surat Perbendaharaan Negara, Obligasi Negara, Obligasi Ritel, Saving Bond Ritel, dan versi syariahnya ada Sukuk Tabungan. Dulu SUN ini hanya untuk kalangan tertentu saja, namun baru-baru ini pemerintah mengeluarkan versi ritel yang bisa 'dipesan' dengan nominal minimal 1 juta rupiah saja. Prinsip dari aneka SUN ini sebenarnya sama kok, kita ngutangin pemerintah dan nanti pemerintah mengembalikan uang kita beserta bunga pinjaman. Yang membedakan biasanya lama jatuh tempo, nilai kupon bunga, jumlah minimal pemesanan dan apakah surat utang itu bisa diperjual belikan pada pihak ketiga atau tidak. 

SUN menurutku sangat rendah resiko gagal bayarnya karena :
  • Dijamin oleh undang-undang
  • Takut Negara gagal bayar sama dengan takut negara ini bangkrut, yang mana negara bangkrut itu pasti susah buanget karena pemerintah nggak akan tinggal diam kalau negara ini terancam bangkrut.
Nilai plus dari SUN adalah meski resikonya rendah namun bunga yang ditawarkan lebih tinggi dari bunga deposito. Kekurangannya, SUN cenderung berjangka waktu lama misalnya 1-2 tahun dan tidak bisa ditarik sewaktu-waktu. Makanya uang yang ditaruh di sini sebaiknya uang yang jangka pakainya masih lama seperti : dana pensiun atau dana persiapan pendidikan. Aku sendiri saat ini punya produk SUN ini yang SBR dan Sukuk Tabungan, maklum aku belum milyader jadi pakainya yang ritel-ritel aja dulu lah. Info seputar SBR ini bisa dilihat di webnya kemenkeu di www.kemenkeu.go.id ya.


2. Deposito
Udah pada tahu kan ya Deposito? Deposito adalah produk simpanan di bank yang penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja.  Deposito biasanya dibagi menjadi Deposito Jangka Panjang dan Jangka Pendek. Deposito ini termasuk aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jadi semisal (amit-amit) banknya bangkrut, simpanan kita masih dijamin LPS ini dalam nominal tertentu. Nah kalau mau tambah aman sebaiknay depositokan uang di bank buku 4 atau bank besar seperti Mandiri, BRI, BCA, BNI dan kawan-kawannya.

Deposito ini bunganya relatif lebih kecil dibanding SUN, biasanya sekitar 4-5 % pertahun belum dipotong pajak. Bila mengambil sebelum jatuh tempo, biasanya dikenakan penalti dengan nominal sesuai kebijakan bank. Deposito bisa dijadikan pilihan jika kurang update atau tidak tertarik dengan SBR, untuk dana dalam jangka waktu dekat kita bisa pilih deposito jangka pendek. Untuk saat ini aku menggunakan Deposito Bank Mandiri karena mudah, uang bisa dideposit secara online dengan variasi jangka waktu yang banyak.

3. Emas
Emas adalah salah satu investasi konservatif. Di Indonesia, harga emas tampak selalu naik meski kenyataanya di luar sana harga emas itu naik turun. Hal ini disebabkan karena jual beli emas dunia yang sebenarnya itu menggunakan nilai tukar dolar. Jadi selama nilai tukar rupiah kita masih lemah pada dolar, maka harga emas akan tetap naik.

Emas cukup aman untuk menjaga nilai uang dari inflasi, misalnya dulu bangun rumah butuh jual sekian gram emas di tahun sekarang kemungkinan gramnya tidak jauh berbeda. Emas juga cukup mudah di dapat, bahkan ada juga yang berbentuk perhiasan. Meski tentunya emas perhiasan memiliki nilai investasi yang berbeda bila dibanding emas batangan. Nah tapi menyimpan emas di rumah dalam bentuk banyak apalagi kalau suka dipamerin di sosial media itu bisa mengundang perampok, jadi sebaiknya hati-hati juga ya. Setahuku sekarang ada program menabung emas dari pegadaian yang modelnya kita setor uang dan oleh mereka kana dikonversi ke dalam emas. Nanti jika sudah mencapai berat tertentu kita bisa meminta emas itu untuk "dicetak" , cihuy kan yaaaa~

4. Reksadana
Reksadana ini secara sederhana intinya adalah kita setor uang, uangnya dikumpulkan dan dikelola oleh manajer investasi dan nanti keuntungannya dibagi antara kita dan manajer investasi. Reksadana cocok buat yang ingin investasi, males mikir, nggak sempet belajar, pengetahuan terbatas tapi ingin dapat keuntungan yang lebih dari deposito. Reksadana sendiri jenisnya ada banyak 
  • Reksadana Pasar Uang : Investasi pada deposito, sertifkat Bank Indonesia, Sertifikat Pasar Uang. Reksadana Pasar uang paling rendah resikonya.
  • Reksadana Pendapata Tetap : Investasi pada surat utang/obligasi
  • Reksadana Campuran : Investasinya campuran
  • Reksadana Saham : Investasi pada saham, ini reksadana yang paling tinggi resikonya.
Kekurangan reksadana adalah keuntungannya ya nggak fix juga, bisa banyak bisa sedikit tergantung kondisi pasar saat itu. Lalu keuntungan dari uang kita juga menjadi hak si manajer keuangan, sebagai imbal jasa karena dia ngatur uang kita. Biasanya beberapa bank dan sekuritas menyediakan reksadana  kok, atau bisa juga ke bareksa.com jika ingin membeli reksadana. 


5. Saham Blue Chip
Saham secara sederhana adalah bukti kepemilikan terhadap suatu perusahaan. Jadi sebenarnya jika kita punya 1 lembar saham bank BRI maka kita sudah bisa disebut pemilik bank BRI, meski mungkin hak kepemilikannya cuma 0,0000000000000000000000000001% . Pemilik saham tentunya juga berhak atas keuntungan perusahaan yang sahamnya dia miliki, maka biasanya setiap tahun perusahaan akan membagikan dividen atau keuntungan perusahaan kepada pemilik saham. Biasanya besaran dividen dihitung per lembar, seperti misalnya Indofood (INDF) tahun ini membagikan dividen  Rp 195/lembar saham. Jika seandainya aku punya 100.000 lembar saham indofood maka dividenku tahun ini adalah 19.500.000. Lumayan kan cuy dapat 19 juta modal tidur doang... eaaaak~

Saham perusahaan yang IPO (Initial Public Offering, biasanya ditandai dengan tanda Tbk contoh PT Unilever Tbk) bisa diperrjual belikan di bursa/pasar saham. Pasar Saham ini layaknya ecommerce macam shopee atau tokopedia tapi jualannya saham perusahaan, dan untuk bisa beli di situ kita harus punya "dompet khusus" seperti Shopeepay di shopee atau Ovo kalau di tokopedia. Nah dompet khusus ini namanya Rekening Dana Investor /RDI, kita bisa buka RDI ini di sekuritas. Beberapa orang melindungi dananya di saham dengan cara membeli saham di harga murah lalu menjual di harga tinggi, persis sama kok dengan jualan pada umumnya di pasar. Beli barang lalu dijual lagi bila sudah mendapat keuntungan. Keuntungan dari jual beli saham ini cukup tinggi bahkan bisa sampai 300% tapi mengingat harganya yang juga fluktuatif maka resikonya juga besar.

Investasi di saham ini kurang cocok bagi yang tidak update berita ekonomi, terlalu serakah dan ingin cepat kaya, plus yang psikologinya mudah dimainkan. Ya,,, karena harganya yang fluktuatif itu tadi. Investasi di saham bukan berarti beli lalu ditinggal tidur lalu simsalabim jadi kaya, namun juga perlu usaha dan research. Saranku sih kalau baru pemula, belilah saham perusahaan besar yang kemungkinan bangkrutnya kecil. Jadi meski harga sahamnya anjlok, minimal jika perusahaanmu bertumbuh kamu masih dapat deviden. Pun biasanya jarang harga saham perusahaan besar itu anjloooooooook buangeeeeetttt kalaupun turun biasanya masih agak stabil bila dibanding saham gorengan.

Nah itu semua instrumen investasi yang saat ini aku pakai, mungkin lain kali aku cerita soal P2P lending ya! Salam cuan ! 

Elensilia CPP Propolis Ampoule

Setelah sebelumnya mencoba Iunik Propolis Vitamin Synergy Serum dan merasa kurang nampol, akupun berusaha mencari serum propolis lainnya. Alasan kenapa aku pengen banget pakai serum propolis adalah karena Propolis dikenal baik untuk kulit karena memberikan efek calming, anti inflamasi, anti bakteri dan anti jamur juga dapat memperbaiki lapisan kulit yang rusak. Dalam imajinasiku, Propolis ini tentunya bisa melembabkan kulitku dan siapa tahu bisa juga menambah kekenyalan tekstur kulit. Maklum, akhir-akhir ini aku merasa kasihan sama kulitku yang terpapar polusi dengan mudahnya. 

Pencarian akan serum propolis ini mempertemukanku dengan jodohku serum mungil yang bernama  Elensilia CPP Propolis Ampoule . Mungil karena kemasannya hanya berisi 15 ml saja jauh bila dibandingnkan dengan Iunik Propolis Serum yang isinya 50 ml/botol. Elensilia CPP Propolis Ampoule ini diklaim terdiri dari  82% French Propolis ext.Active with Resistem yang tentunya cukup menggiurkan bukan? karena berarti hanya 18 % bahan lain-lain yang ditambahkan.  Elensilia CPP Propolis Ampoule juga memiliki kandungan Niacinamide yang bisa mencerahkan wajah. Cieeee makin nggak sabar kan pengen makai!

Packgaging
Botolnya imut!

Kemasn  Elensilia CPP Propolis Ampoule ini imut-imut buanget ya mengingat isinya memang cuma 15ml. Namun justru karena kemasannya ini bikin mudah dibawa kemana-mana, tapi kalau ada kemasan besarnya sih aku mau-mau aja beli. Kemasannya botol kaca bening dengan pipet yang membuat produknya bisa diambil dengan mudah tanpa beleberan. Karena bening, kita juga bisa dengan mudah melihat sisa produk di dalamnya. Nah tapi ketika mendekati habis produknya agak sulit di keluarin. Sebagai mamak irit anti buang-buang produk biasanya sampai aku letakkan dalam posisi terbalik botolnya supaya gampang ngeluarin tetes terakhirnya. 

Ingredients
Propolis Extract (82%), Water (Aqua), Butylene Glycol, Glycereth-26, Niacinamide, Glycosaminoglycans, Globularia, Cordifolia Callus Culture Extract, Allantoin, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Tromethamine, Caprylyl Glycol, Sodium Polyacrylate, Hydroxyethylcellulose, Adenosine, Caprylhydroxamic Acid, Caramel, Disodium EDTA, Clyceryl Acrylate/Acrylic Acid Copolymer, Propylene Glycol, Fragaria Chiloensis (Strawberry)b Fruit Extract, Juniperus Communis Fruit Extract, Rubus Fruticosus (Blackberry) Fruit Extract, Rubus Idaeus (Raspberry) Fruit Extract, Vaccinium Angustifolium (Blueberry) Fruit Extract, Vaccinium Macrocarpon (Cranberry) Fruit Extract, Vaccinuym Myrtillus Fruit Extract, Vaccinium Vitis-Idaea Fruit Extract, Glycine Serone, Glutamic Acid, Aspartic Acid, Leucine , Alanine, Lysine, Arginine, Tyrosine Phenylalanine, Proline, Threonine, Valine, Isoleucine, Histidine, XCysteine, Methionine Chlorphenisine, Gold. 

Dari ingeridentsnya bisa ditarik kesimpulan kalau Elensilia CPP Propolis Ampoule nggak mengandung paraben ya serta ada kandungan Niacinamide dan emasnya!

Tekstur
Teksturnya kental tapi mudah menyerap ke kulit

Karena merupakan Ampoule tentu saja tekstur  Elensilia CPP Propolis Ampoule ini lebih kental daripada serum. Tekturnya menurutku malah mendekati gel, dengan titik-titik emas pada gelnya yang bikin aku merasa kaya. Lha iyo to, emas wae tak buat skincarean lho! Hiya-hiyaaaa~ Namun meski teksturnya seperti gel namun  Elensilia CPP Propolis Ampoule ini cukup mudah ketika dibaurkan ke wajah, malah cenderung cair gitu ketika nemplok di kulit dan meresap dengan cepat. Di kulitku kelembabannya pun langsung terasa, plus emas yang ada juga langsung meresap. Jadi jangan khawatir mukamu akan jadi berkilauan seperti habis ditaburi emas.


Cara dan Waktu Pemakaian
Aku biasa menggunakan  Elensilia CPP Propolis Ampoule ini pada slot serum (setelah essence dan sebelum moisturize) di pagi hari. Biasanya aku cuma pakai 2-3 tetes saja untuk satu wajah. Kadang kalau habis soft peeling aku juga pakai di malam hari sih, karena kemampuan melembabkannya yang memang oke punya menurutku.

Performa
Ada blink blink emasnya, cihuy!

Aku suka banget sama Elensilia CPP Propolis Ampoule karena benar-benar melembabkan dan membuat kulitku kenyal dan lembut. Formulanya cukup ringan namun bisa berfungsi dengan baik, bahkan suamiku yang kulitnya cukup mudah jerawatan pun cocok dengan Elensilia CPP Propolis Ampoule ini. Menurutku, buat kamu yang kulitnya kering kerontang Elensilia CPP Propolis Ampoule  akan sangat bagus namun bagi yang kulitnya berminyak mungkin akan terasa sedikit "berat" ya.

Harga Elensilia CPP Propolis Ampoule cukup terjangkau kok, hanya RP 100.000 untuk kemasan 15 ml belinya di ecommerce ya :)


Kesimpulan
Plus
+ Melembabkan
+ Memperbaiki tekstur kulit
+ Kemasannya mudah di bawa kemana-mana
+ Harga terjangkau

Minus
- Belum tersedia di counter Indonesia

REPURCHASE? Ya, karena memang enak banget dipakai, mudah dibawa traveling dan sangat melembabkan di kulitku.

Disclaimer : Semua review yang aku buat merupakan produk yang aku beli sendiri dan benar-benar aku coba sendiri. Tidak semua orang memiliki kulit yang sama dan reaksi pada tiap orang bisa jadi berbeda, selain itu setiap orang juga memiliki reaksi alergi yang berbeda-beda. Sebainya lakukan patch test atau mengecek komposisi sebelum mencoba suatu produk.


Beberapa saat lalu muncul kehebohan di twitter. Pasalnya ada beberapa akun yang entah karena ingin panjat sosial, iseng atau memang benar-benar curahan hati memposting soal "cewek yang skincare'an pasti nggak tahu beginian (taruh gambar jari lagi ngukur tinggi air di beras yang mau diliwet, atau tungku kayu, atau apalah.) atau ada juga yang posting " Cewek cantik itu yang skincarenya bedak bayi atau air wudhu."

HILIH. 

BEDAK BAYI ITU BUKAN SKINCARE MALIIIIIIIH~

Sebagai wanita yang hobi skincarean tapi bisa ngliwet nasi dan masak pakai tungku kayu (aku shomboong), aku itu suebel banget lho sama yang postang-posting begitu. Kayak nggak ada bahan panjat sosial postingan lain gitu lho. Lagipula skincare kan asrtinya perawatan kulit, emang salah gitu kalau misalnya ada orang (baik wanita atau lelaki) yang merawat kulitnya? bukannya merawat karunia Tuhan adalah salah satu wujud syukur atas pemberianNya? Kalau misalnya mau bales, apakah cowok yang main game sampai dini hari itu pada bisa berburu dan meramu? lak yo embuh.

Padahal aku akhir-akhir ini bahagia banget melihat semakin banyak yang sadar untuk merawat kulit dengan benar. Bukan sekedar supaya kulitnya jadi putih kaya tembok tapi supaya kulitnya sehat. Produsen skincare tanah air pun sepertinya mulai sadar akan hal itu, buktinya varian skincare lokal semakin banyak dan brand-brand baru pun mulai pada bermunculan. Eh lha kok malah ada yang menuduh cewek skincarean itu cenderung manja dan nggak bisa ngapa-ngapain.

Sebagai manusia yang lebay, aku sampai berpikiran memangnya wanita itu cuma suruh masak dan beberes rumah aja ya? kok kesannya kalau wanita bekerja, berdandan dan mengurus diri itu komennya bisa serentetan panjang ngalahin kereta api jogja-jakarta. Tapi nanti giliran istrinya jadi buluk, nggak sebening waktu masih pacaran dulu sementara di tempat kerja ada yang bening, mulus, makeupan, langsung deh berpaling ke lain hati.

 Mohon maaf, masnya mau diuleg??

Menurutku merawat diri adalah salah satu bentuk rasa cinta pada diri, jadi semestinya nggak ada hubungannya dengan kemampuan kewanitaan yang lain. Malah wania yang mau mencintai dirinya dan merawat dirinya itu bisa jadi malah lebih dalam ketika mengurus dan merawat orang lain. Bisa jadi, dia merawat diri sebagai bentuk penghormatan terdahapmu atau terhadap orang yang mau ditemui. Bener lho, aku pribadi berdandan itu nggak selalu supaya aku jadi cantik tapi lebih karena menghargai orang yang akan bertemu dengan kita. Nggak bisa dipungkiri, kita sendiri juga lebih suka bertemu dengan orang yang penampilannya bersih, rapi dan wangi daripada yang buluk dan serampangan kan? makanya meski sudah menjadi ibu dan beranak satu, aku tidak berhenti merawat diri. Malah itu menjadi semacam penghargaan juga untuk diri yang sudah bekerja sedemikian keras mengurusi keluarga. 

Jadi, nggak ada salahnya kok skincare'an. Memakai skincare bukan berarti kita manja, lemah, boros atau nggak bisa ngapa-ngapain selain merawat diri. Skincare itu penting supaya kulit kita sehat. Jadi nggak usah digagas dan dipeduliin ya itu orang yang ngomongin cewek skincare'an pasti blablabla. Lagian kalau soal boros, skincare lokal yang harganya terjangkau udah buanyaaaaak buangeeeet kok! Selain itu menurutku, skincare juga boleh dan sah-sah aja dipakai cowok. Bukan berarti kalau cowok pakai skincare terus kejantanannya dipertanyakan, sekali lagi merawat diri adalah salah satu bukti kita cinta pada diri kita. Dan mencintai diri sendiri adalah salah satu hal yang perlu dalam hidup, karena kalau bukan kamu yang cinta sama diri kamu mau siapa lagi coba?

Yuk skincare'an :)


Hari di mana kita bahagia mendengar tangisannya

Bagaimana proses persalinan normal itu? apakah proses persalinan hanya sebatas kontraski-mengejan-bayi lahir lalu sudah?

Nah, proses persalinan sebenarnya dibagi menjadi 4 kala, masing-masing kala memiliki ciri khas dan prosesnya masing-masing. Kala ini saling berhubungan, jadi kalau mau persalinannya lancar dan normal maka tentunya semua kala ini harus berjalan dengan baik tanpa penyulit apapun. Sayangnya, banyak yang belum paham soal kala per kala dalam suatu persalinan. Kekurang pahaman ini membuat proses persalinan jadi terkesan lama dan tanpa arah. Padalah kalau kita sudah paham benar step by stepnya habis ini apa, habis ini apa, maka proses persalinan bisa dilalui dengan lebih nyaman dan percaya diri. 

Percaya diri?

Lho lha iya to, seorang ibu tentu lebih pede menjalani proses persalinan ketika dia sudah memahami benar proses itu daripada yang masih buta arah tak tau kemana jalan menuju hatinya belum begitu paham mengenai proses persalinan normal. Kali ini aku akan kasih gambaran singkat bagaimana sih sesungguhya kala atau fase dalam persalinan normal itu? 

1. Kala 1
Kala 1 pada prinsipnya adalah fase pembukaan terjadi. Pada kala 1 ini biasanya ibu mengalami kontraksi mulai dari yang lemah hingga yang adekuat. Lama kala 1 sangat dipengaruhi oleh kontraksi ibu, semakin adekuat dan teratur kontraksinya maka semakin cepat pula kemajuan kala 1 terjadi. Kala 1 masih dibagi lagi menjadi kala 1 fase laten dan fase aktif.
  • Fase laten adalah fase pembukaan 1-4. Pada fase ini biasanya kontraksi ibu belum begitu adekuat sehingga ibu masih bisa beraktivitas seperti biasa. Pada fase ini sebaiknya ibu menabung energi untuk persiapan kala 2. Fase laten biasanya terjadi selama 8-12 jam, tergantung pada kontraksi ibu.
  • Fase aktif adalah fase pembukaan 4-10. Pada fase ini biasanya kontraksi ibu sudah semakin kuat dan teratur sehingga biasanya lama fase aktif ini lebih cepat dari fase laten. Secara teori pertambahan pembukaan pada fase aktif adlah 1 cm/jam namun semuanya tetap bergantung pada kondisi kontraksi ibu.

2. Kala 2
Kala 2 adalah fase kelahiran bayi. Pada kala 2 inilah ibu mengejan untuk melahirkan bayi. Kala 2 dipengaruhi oleh kontraksi, posisi janin dan power ibu. Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi ibu untuk 'menabung' energi saat kala 1. Jika ibu kurang kuat dalam mengejan maka tentunya proses persalinan pun akan semakin lama, proses persalinan yang lama ini dapat mengakibatkan bayi mengalami fetal distress. Lama kala 2 biasanya antara 1-2 jam, lebih dari itu biasanya akan dilakukan intervensi medis untuk mencegah bayi dan ibu mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Kala 3
Kala 3 adalah fase kelahiran placenta, oleh karena itu fase ini juga disebut sebagai kala uri. Pada kala 3 biasanya tenaga kesehatan akan melakukan Manajemen Aktif Kala 3 yang terdiri dari :
  • Pemberian Oksitosin 10 IU yang disuntikan ke paha ibu. Oksitosin ini berfungsi untuk membuat kontraksi ibu tetap baik sehingga ibu tidak mengalami persarahan. Mengapa begitu? karena dengan adanya kontraksi pada otot-otot uterus maka pembuluh darah bisa 'terjepit' dan pada akhirnya darah yang keluar menjadi sedikit.
  • Penegangan tali pusat terkendali, penegangan ini hanya untuk membantu kelahiran placenta bukan untuk menarik atau 'memaksa' placenta lahir.
  • Massage Uterus, setelah placenta lahir uterus akan di massage berputar searah jarum jam.Massage ini juga untuk meningkatkan kontraksi uterus.

4. Kala 4
Kala 4 adalah fase reparasi dan observasi, fase ini adalah fase di mana dilakukan penjahitan jika perineum ibu robek. Yang kurang dipahami adalah pada fase ini seharusnya dilakukan observasi pada ibu selama 2 jam yang meliputi : Tekanan darah, dadi, suhu, kontraksi uterus, tinggi fundus uterus, perdarahan, dan kondisi kandung kemih. Observasi ini penting karena 2 jam setelah melahirkan merupakan salah satu fase kritis ibu melahirkan. Maka sebaiknya ibu tidak dibiarkan sendirian setelah melahirkan meski kondisi ibu nampak sehat bugar. Observasi ini dilakukan setiap 15 menit sekali pada 1 jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua. 

Okay itu tadi penjelasan singkat soal kala dalam proses persalinan normal. Semoga setelah membaca tulisan ini, Ibu menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi persalinannya ya! Semoga persalinannya lancar, sehat ibu dan bayinya. Salam cinta dari sini!