sabar Bund!


Beberapa saat lalu di dunia maya beredar video seorang ibu yang mengajari anaknya menghafal pancasila tapi anaknya tak juga hafal akhirnya si ibu pun emosi. Video ini menjadi viral karena jujur hal ini sangat relate dengan kehidupan kita sehari-hari. Di era pandemi ini, hampir segala hal mau tak mau harus dilakukan secara online demi kebaikan kita bersama. Perubahan yang begitu cepat ini tentunya juga menuntut adaptasi yang sama cepatnya. Hal yang kadang kala sungguh melelahkan.

Sekolah online ternyata memang tak semudah yang kita bayangkan, home schooling not for everyone and its okay. Selama ini, kita terbantu oleh sekolah. Walau sekolah memang bukanlah "bengkel" untuk memperbaiki anak dan orangtua tetaplah pendidik yang utama namun tetap saja harus diakui ketika anak sudah belajar di sekolah,  kita memiliki waktu "ekstra" untuk melakukan pekerjaan rumah atau sekedar memberi waktu untuk diri sendiri. Lalu sekarang support system itu hilang. Mengajar pun ternyata tidak bisa simsalabim anaknya anteng, kadang kala anaknya malas sekolah online, tidak mau divideokan, tidak mau diajarin ibunya, keburu diajak main temannya, keburu ingin nonton TV dan lain-lain. Ditambah saat dirumah kadang jadwal menjadi kurang teratur, makan, mandi, jam tidur, tak bisa seperti dulu lagi. Padahal kadang tugas dari sekolah tidak sedikit: ada hafalan ini, hafalan itu, huhuhu rasanya ingin krukupan sarung aja di pojokan sambil dipeluk Hyun Bin. (Sebuah kemustahilan yang hakiki kan ya?)

Belum lagi jika sebelumnya ibu bekerja di luar rumah, ada waktu untuk bekerja dengan fokus tanpa distraksi hal lain lalu sekarang tiba-tiba ibu harus bekerja di rumah dengan segala distraksinya. Baru mau balas email, anaknya minta susu. Baru mau meeting, ada whatsapp dari bu guru soal tugas anak. Belum lagi misalnya tidak ada asisten rumah tangga, sungguh luar biasa bunda. Aku akui kondisi ini memang tidak mudah. Namun tentu saja, aku tetap memilih keadaan ini dibandingkan resiko anak terpapar corona jika sudah memaksakan masuk sekolah. Meski terkadang burn out, merasa overwhelming, lelah, ingin lari kepantai belok ke gunung tapi yaaa mau gimana lagi kan? toh ibu masih manusia, bisa lelah, dan emosi juga. 

Aku sendiri dalam kondisi ini mengedepankan komunikasi dengan suami. Jujur kalau memang tak sanggup, jujur kalau memang lelah, jujur jika ingin menangis. Banyak hal yang kuturunkan standartnya : ngepel tak lagi setiap hari, nyetrika juga sesekali saja, kalau malas masak ya beli frozen food, minta tolong suami buat bantu pekerjaan rumah, kalau anak nggak mau ngerjain tugas atau nggak mood sekolah online ya sudah.. besok coba lagi. Entah mengapa, aku merasa sehat, waras dan bahagia adalah prioritas saat ini. Nilai bagus? rumah rapi? makanan enak? ah sudahlah, yang penting waras, sehat dan bahagia dulu. Sudah beberapa bulan pandemi ini kita lewati, bisa bertahan sampai sejauh ini pun sudah sangat luar biasa. Tak perlu ditambah dengan drama dan ambisi lagi jika sekiranya hanya akan melelahkan jiwa dan raga.

Tidak apa-apa bu, masa-masa ini akan berakhir. Mari bertahan sedikit lagi demi anak-anak kita. Semangat sekolah online dan menajadi guru, semoga sinyalnya selalu bagus dan moodnya selalu oke ya bu-ibu! Semangat!


Masa nifas


Ketika persalinan sudah berhasil dilalui kini saatnya ibu memasuki babak baru sebagai ibu. Selain peralihan peran yang baru, ibu juga memasuki masa nifas. Sayangnya, terkadang karena sibuk mengurus si kecil yang baru lahir, ibu jadi lupa memperhatikan beberapa hal penting saat masa nifas. Apa saja hal tersebut?

1. Perawatan Luka

Di Indonesia sendiri masih banyak sekali mitos sehubungan dengan perawatan luka ini. Ada mitos yang mengatakan, ibu tidak boleh makan makanan amis, ibu harus cebok dengan sirih, ibu harus duduk dan tidur dengan kaki rapat, dll. Sesungguhnya prinsip perawatan luka perineum maupun luka operasi post SC cukup simple yaitu jaga luka tetap bersih. Untuk luka SC biasanya luka sudah dibebat perban sehingga kebersihannya lebih terjaga, berbeda dengan luka perineum. Biasanya ibu cenderung takut cebok, takut ganti pembalut, takut BAB dan BAK. Sehingga akhirnya kebersihan area perineum pun kurang terjaga, hasil akhirnya : luka menjadi infeksi. Maka sebaiknya jika ibu memiliki luka perineum lakukan hal berikut :

  • Cebok bersih, bersihkan area vagina terlebih dahulu baru area anus.
  • Ganti pembalut setiap 4 jam sekali atau jika terasa penuh.
  • Pastikan tidak ada sisa BAB atau BAK di area perineum.

2. Asupan Nutrisi

Ibu nifas sesungguhnya tidak memiliki pantangan makan apapun, kecuali makanan yang menyebabkan ibu atau bayi mengalami reaksi alergi. Kurang tepat jika ibu hanya mengkonsumsi nasi dan sayur tertentu saja dalam masa nifas. Ibu hendaknya mendapatkan asupan karbohidrat, protein, lemak, mineral (kalsium, yodium, zat besi) dan vitamin. Makanan yang lengkap akan membantu proses pemulihan, menjaga daya tahan tubuh ibu dan membuat ASI yang dihasilkan lebih berkualitas.

3. ASI dan Perawatan Payudara

Sebaiknya perawatan payudara dan segala hal tentang ASI mulai diperhatikan sejak hamil sehingga setelah melahirkan ibu sudah lebih siap. Susui bayi dengan pelekatan yang benar, minimal setiap 2-3 jam sekali hingga payudara kosong. Bersihkan puting dengan air hangat, kompres dengan air hangat dan perah jika teraba bagian yang keras. Segera periksa jika ibu mengalami demam, payudara keras dan terasa nyeri. 

4. Istirahat Cukup

Katanya tidur saat pagi bisa menyebabkan darah putih naik ke kepala, itu MITOS!!! Jika saat malam ibu kurang istirahat sebaiknya sata pagi atau siang ibu istirahat sebentar saat bayi juga tidur. Kelelahan dapat menyebabkan burn out, mood tidak stabil, dsya tahan tubuh menurun, ASI berkurang dan meningkatkan resiko baby blues. Minta bantuan suami jika memang dirasa perlu, ibu tidak sendirian kok!

5. Olahraga

Nah.. banyak banget nih yang ingin segera langsing setelah melahirkan. Sabar ibu-ibu, tubuh kita butuh 9 bulan buat membesar tentu tidak bisa dalam semalam jadi langsing. Emangnya Bandung bandowoso bikin candi? Jadi sabar dulu, nikmati proses penyembuhannya. Setelah itu cek diastasis recti apakah sudah 2 jari atau kurang jaraknya, jika sudah tandanya ibu sudah boleh berolahraga! jika belum ya harap sabar dulu. Mulai dengan olahraga ringan kemudian tingkatkan waktu dan intensitasnya sesuai dengan kemampuan tubuh.


Masa-masa awal menjadi ibu mungkin membutuhkan waktu dan energi yang besar untuk beradptasi, percayalah kita akan bisa melaluinya. Tetap sayangi dan perhatikan kesehatan hati dan diri, karena pada akhirnya kita hanya manusia biasa dan bukan Saras 008 buk!



Dadi wong ki mbok yo sing solutip (Jadi orang yang solutif)


Sudah nonton film Tilik (2018) yang trending belakangan ini? kalau belum silahkan tonton dulu film yang disutradai oleh Wahyu Agung Prasetyo di sini supaya kita nyambung ghibahnya.


Dalam film Tilik tersebut ada tokoh bernama bu Tejo yang belakangan viral, sosok ini banyak dibicarakan karena sifatnya yang relate dengan kehidupan kita sehari-hari. Memang kenyataannya dalam kehidupan kita, ada aja orang yang sifatnya mirip bu Tejo dalam film Tilik. Hobi menghakimi orang lain, hobi ngomongin dan menilai orang padahal info yang dia peroleh sebenernya kurang valid. Saat menonton sosok bu Tejo ini, pastilah terbersit 1-2 orang dalam pikiran kita, wah iya juga ya...


Namun apakah diri kita juga ikut merasa kalau kadang kita menjadi seperti bu Tejo? faktanya iya.


Di jaman sekarang, informasi bisa begitu cepat kita peroleh. Misalnya dari sosial media, status WA atau dari ghibah tetangga. Ada yang memilih usreg ngomongin di belakang, ada juga yang dengan berani nanya langsung ke yang bersangkutan. Kadang yang nanya langsung ini nanti akan ngomongin jawaban orang bersangkutan tersebut (kalau perlu di screencapture) kepada orang lain. Lalu orang lain ngomongin lagi ke temennya, lalu dhuaaar! se Indonesia akhirnya tau. Spill.. spill..spill the tea kalo kata anak twitter. 


Ngomong-ngomong soal tipe bu Tejo, pernah sekali waktu aku ditanya asisten rumah tangga di komplek, " Wah Bu, suaminya kerja di X ya. Kata Bu Melati duitnya banyak lho!" (Bu Melati ini ibu-ibu komplek yang rumahnya jauh dari rumahku dan bukan juragannya ART yang nanya aku). Ya amploooop kenapa orang perlu ngurusin gaji tetangganya ya kan, menurutku agak kurang etis. Apalagi rumahnya jauh dan ngomonginnya sama asisten rumah tangga orang lain. Ada juga orang yang bukan sahabat dekat , nggak ada angin nggak ada hujan bilang begini, " Wah.. udah jadi yutuber duitnya banyak ya?" hmmm.. aku kudu jawab apa selain "Hehehehe.." karena pengen jawab " Bukan urusanmu." nanti dibilang sombong. Lha wong diem aja nggak ngapa-ngapain aja kadang , "Hai kok nggak balas DMku? sombong banget sekarang." Gimana mau balas DM tiap waktu, DMnya nggak cuma kamu aja dan akunya ada kerjaan lain di dunia nyata. (eh aku malah curhat), bu Tejo banget kan? ngatain sombong seenaknya. Contoh lain ya, beberapa hari yang lalu ada sahabatku yang curhat, dibilang kekurusan sama temennya. "Ih kamu kekurusan, kurus banget jadi jelek." begitu kata temannya. Padahal ini sahabatku cuma olahraga aja, bukan diet ketat banget. Itu yang ngomong gitu nggak tau detailnya aja ya kok ya tega ngatain jelek begitu. Sungguh bu Tejo sekali.


Jadi sesungguhnya bu Tejo ada dimana-mana, bukan semata ibu-ibu ghibah di bak truk. Bu Tejo nyatanya kadang ada di dalam diri kita. Nggak percaya? pernah nggak kamu ngomentarin orang atau artis, hanya dari sekilas apa yang kamu lihat? cuma ketemu sekali dua kali, atau lihat storynya tiap hari kamu sudah merasa kenal 100%.


 " Ealaaah.. kok ibu itu nggak ASI to? kasian anaknya yo." 

" Tau nggak si X itu lahirannya SC, aku udah nebak. Keliatan sih kalau dia manja."

" Ony tuh ngebet banget terkenal ya? pakai minta subscribe dan share segala."

" Mesti Bu X itu utang bank deh, mosok mobile udah baru lagi."

"Ngapain sih si artis itu share foto begitu sama pacarnya? emang sih dia itu keliatan kalau cewek nggak bener."

"Enak ya jadi nakes di era pandemi, duit tunjangannya banyak, ratusan juta."

"Tau temen kita si A nggak? itu lho yang dulu pinter sendiri. Sekarang nggak kerja lho, pasti karena nggak boleh sama suaminya. Sayang ya ilmunya."

" Selebgram yang itu kok piknik terus ya, mesti nyambi nih. Cantik sih, pantas jadi simpenan."


Sadar atau tidak kadang kita seperti itu, entah mengomentari teman, sahabat, artis, tetangga, saudara, dll. Kadang dari sekelumit info yang ada, kita lantas mengembangkannya dengan imajinasi tertinggi sehingga seolah semua itu benar, seolah itu fakta. Ghibah memang seru dan asik, apalagi ngomongin orang yang kurang kita sukai, wuiiiih gurih. Belum lagi di sosial media kita bisa bebas menggerakan jempol kita sambil bersembunyi di balik akun palsu. Coba sesekali tengok komentar di instagram kekeyi, hampir semua "bu Tejo" komen disitu. 


Ego kita ini  memang kadang memaksa kita untuk menjadi yang paling update, paling baik dan paling benar, pokoknya lainnya numpang. Walau sama juga seperti bu Tejo yang marah ketika suaminya dirasani, ketika ada orang lain yang ngomongin kita atau keluarga kita rasanya kita langsung tidak terima dan ingin klarifikasi kalau itu salah! Rasanya juga gatel ingin berkomentar jika ada yang pendapatanya berbeda dengan kita, metodenya berbeda dengan kita, pokoknya semua orang harus sama dengan kita. Rasanya kadang iri kalau ada yang lebih sukses, lebih cantik daripada kita : "Ah pasti oplasan tuh.." padahal walau seandainya oplas pun bukan urusan kita kan, wong duit-duit dia sendiri. 


Aku sendiri menyadari kadang kala masih sering menjadi bu Tejo, masih mudah menjudge, masih memiliki hasrat untuk mencampuri urusan orang lain, masih sering ngomongin orang. Menonton film Tilik tidak hanya membuatku tertawa karena pada kenyataannya memang gosip dan ngomongin orang sangat lekat dalam kehidupan kita sehari-hari, namun film ini seperti menjadi sebuah cermin : 

"Apakah kita masih sering menjadi Bu Tejo? Sampai kapan kita akan terus menjadi Bu Tejo? Perlukah kita mulai belajar untuk lebih menjaga hati dan perkataan kita supaya tidak menyakiti hati orang lain? Seberapa sering kita mengecek info yang ada sebelum akhirnya membagi info tersebut dengan orang lain?"

Bagiku, film Tilik bukan sekedar film hore-hore ibu-ibu yang hendak menengok bu Lurah. Film Tilik ini memiliki banyak pesan moral, bahkan bagiku bisa menjadi salah satu cara untuk melihat refleksi diri kita. 


Kamu sendiri sudah belajar apa dari film ini? apa cuma ngetawain bu Tejo tanpa belajar melihat "bu tejo" dalam diri kita? Dadi wong ki mbok yo sing solutip....








Nyeri Persalinan



Nyeri kontraksi adalah salah satu hal yang sering membuat ibu merasa takut menghadapi persalinan. Hal ini wajar karena banyaknya kisah tentang persalinan yang beredar di masyarakat biasanya adalah tentang persalinan yang nyeri dan menyakitkan. Sebenarnya nyeri sendiri adalah hal yang sangat subjektif, karena ambang nyeri setiap orang berbeda-beda. Itulah mengapa nyeri bagi orang lain belum tentu nyeri bagi diri kita.

Nyeri kontraksi dapat diatasi dengan manajemen nyeri seperti pemberian epidural, hypnobirthing maupun latihan nafas. Konsultasi dan bicarakan dengan dokter jika memang ibu mengingkan epidural pada persalinannya, jika ibu tidak ingin menggunakan epidural namun ingin mengurangi nyeri kontraksi, berikut beberapa hal yang bisa ibu lakukan :

1. Belajar Mengatur Nafas
Nafas adalah kunci dalam persalinan, dengan olah nafas yang baik ibu bisa memiliki kekuatan untuk menghadapi persalinannya dan mengubah fokus dari nyeri kontraksi ke hal lain. Namun nafas tentunya tidak bisa kita pelajari dalam waktu semalam, nafas harus mulai kita atur dan sadari sejak awal masa kehamilan dan diatur supaya dapat semakin panjang setiap helaan dan hembusannya. Untuk memudahkan, ibu bisa mendiffuse essential oil yang memiliki efek calming seperti lavender maupun yang meningkatkan kontraksi seperti jasmine dan clary sage. Melakukan olahraga juga dapat meningkatkan kemampuan kita dalam mengolah nafas, lakukan jalan pagi, prenatal yoga, berenang maupun senam hamil.

2. Fokus Pada Satu Titik
Saat mengalami nyeri persalinan, biasanya ibu akan merasa kesakitan dan susah untuk fokus. Inilah yang membuat suatu persalinan bisa terasa mengerikan, menyakitkan dan melelahkan. Penting bagi ibu untuk belajar memusatkan perhatian pada suatu titik, imajinasi, orang, gambar, video, sehingga akhirnya ibu bisa "lupa" atau teralihkan dari nyeri persalinan yang ia hadapi. Ibu bisa meminta pendamping persalinan untuk membantu mengingatkan saat ibu mulai lepas kendali dengan menggenggam tangan ibu atau meminta ibu menatap mata pendamping persalinan.

3. Mendengarkan Musik Relaksasi atau Afirmasi
Musik adalah salah satu hal yang dapat dengan mudah mempengaruhi emosi dan perasaan kita. Ibu bisa mendengarkan musik yang menentramkan, lagu klasik, maupun lagu apa saja yang bisa membangkitkan perasaan nyaman, damai dan bahagia di hati ibu. Selain itu ibu bisa juga mendengarkan afirmasi/ kata-kata positif yang dapat memberikan kekuatan atau rasa percaya diri pada ibu. Contoh kata afirmasi yang bisa sellau ibu ulang selama persalinan : "Bayiku sehat, aku sehat, persalinanku lancar." atau bisa juga " Aku kuat, tubuhku tahu caranya melahirkan, aku sehat, bayiku sehat." dan afirmasi lain sesuai kepercayaan ibu.

4. Melakukan Pijatan Ringan
Ibu bisa meminta suami/pendamping persalinan untuk melakukan pijatan di area punggung, kaki, maupun di area lain yang tidak nyaman. Pijatan yang dilakukan dengan lembut, dan penuh kasih tentunya bisa meringankan rasa nyeri kontraksi yang dirasakan oleh ibu.

5. Mandi Air Hangat
Air hangat dapat merelakskan otot dan membuat ibu merasa lebih nyaman. Mandi air hangat juga bisa meningkatkan release hormon oksitosin yang sangat penting untuk kemajuan persalinan. Jika ibu tak memungkinkan untuk mandi air hangat, ibu bisa melakukan kompress hangat di area punggung atau bagian lain yang dirasa tak nyaman selama proses persalinan.

Semoga bermanfaat tulisan pendek kali ini, selamat mempersiapkan persalinannya, semoga sehat ibu dan bayinya!
Olahraga di rumah aja, ayok!


Tak terasa sudah 3 bulan aku di rumah aja karena ada pandemi corona, namun ada hal positif yang jadi kebiasaan baruku di era pandemi ini : Olahraga!!Awalnya aku berolahraga supaya tetap aktif karena jelas ketika di rumah aja, aku nyaris seperti kumbahan reget. Klumbrak-klumbruk tak tentu arah, aktivitas cuma dari dapur-kamar mandi- ruang tamu- ruang kerja-ruang TV- gitu ajaaa terus. Sebelum pandemi biasa aku olahraga di rumah cuma 2-3x seminggu aja, sisanya jalan kaki banyak-banyak. Sekarang 6 hari olahraga 1 hari streeching, sebagai manusia kentang malas bergerak aku tentu merasa ini adalah pencapaian besaaaaaar buangeeeeet.

Aku biasa olahraga online aja, ngikutin Blogilates, Madfit atau Chloe thing atau apa aja deh yang kayaknya asik di Youtube, lamanya olahraga nggak tentu, sekitar 15-25 menit setiap harinya. Namun meski cuma begitu doang ternyata efeknya cukup bagus di tubuhku : berasa lebih fit, nggak ngantukan, happy, lebih strong, dan lebih lean. Dari segi penurunan berat badan.. nggak ngaruh sih, beratku kadang naik kadang turun kadang stuck, disekitaran angka itu aja cuma lingkar tubuh mengecil. Lumayanlah kalau ngaca perut udah mulai ada garisnya, tapi bukan garis linea nigra tanda kehamilan ya. Hahahaha.

Pelan-pelan kebiasaan makanku juga bergeser, sekarang lebih jarang makan gorengan, junk food dan makanan instan. Sekarang aku berusaha masak yang lebih sehat walau kadang mager juga sih, mulai belajar makan dengan mindfulness alias tidak sambil melakukan hal lain. Ajaibnya kebiasaan baru ini entah kenapa berpengaruh terhadap mood dan kebahagiaanku, rasanya hidup lebih enteng, lebih bisa melihat hal positif dan less guility. Mungkin karena ketika kita memperlakukan tubuh dengan baik, tubuh dan diri jadi merasa dicintai sehingga akhirnya feedback juga positif kali ya.

I dont know why i write this post btw, mungkin karena aku merasa takjub dengan diriku dan geng kentang yang bisa konsisten berolahraga sejauh ini. Mungkin juga karena aku melihat pandemi ini bikin banyak orang jadi sadar kesehatan, meski tetep kadang gemes kalau ada yang olahraga di luar rumah tapi nggak jaga jarak (please jangan gitu yah!), mungkin juga tulisan ini sebagai pengingat kalau kelak aku kumat malesnya, atau takabur karena udah berasa fit jadi nggak olahraga lagi. Semoga aku bisa tetep konsisten bergaya hidup sehat, alon-alon waton kelakon. Semoga aku bisa tetap menerapkan prinsip : pelan-pelan berubah yang penting sustainable daripada langsung ketat tapi ujungnya bubar jalan. Udah mau kepala 3, harus rajin biar energinya kayak remaja belasan tahun!! yeaaayyy!!
Perubahan kerontokan rambut dari Maret-Juni


Sebagai orang yang memiliki rambut keriting aku akui perawatan rambut keriting itu susah-susah gampang, susah karena rambutnya gampang banget kering dan gampang karena jarang banget sisiran. Setelah kepindahan di rumah baru, aku termasuk jadi jarang merawat rambut: asal aja keramas, kasih conditioner dan vitamin. Hasilnya RAMBUTKU RONTOK PARAH!! Saking parahnya aku sampai menangis takut botak, huhhuhu. Setelah memantapkan hati akhirnya kuputuskan buat kembali merawat rambutku dengan penuh kasih sayang dan mengganti semua hair routineku, nekat sih karena kalau seandainya ada yang nggak cocok aku jadi sulit mengetahui siapa tersangkanya, namun akhirnya aku tetap melakukannya karena aku sangat takut botak!! Untungnya setelah 3 bulan pemakaian semua hair routine ini aku cocok dan syukurlah rontokku sangat berkurang. Berikut aku share hair routine yang aku pakai sesuai urutan pemakaian yah! 

Disclaimer : Semua produk ini, waktu mulai pemakaiannya nyaris berbarengan dan baru aku pakai dalam rangka memerangi rambut rontok. Jadi jujur aku nggak tahu MANA YANG PALING NGARUH.

Produk yang aku pakai selama 3 bulan, dari Maret-Juni


1. Sisir Wet Brush
Sebelumnya aku memakai sisir detangled dari the body shop, bahannya kayu sehingga tidak membuat rambut frizzy namun rupanya tetep menyakitkan ketika rambut dalam kondisi kusut. Akhirnya tergoda buat nyobain sisir Wet Brush yang Detangle, sisir ini punya teknologi inteliflex bristle yang sangaaaat ajaib karena bikin bisa menguraikan rambut kusut tanpa sakit, tanpa berasa narik rambut dari kulit kepala, tanpa bikin rambut frizzy, pokoknya nyaman banget!!! Pakai ini rambutku jadi nggak mudah ketarik dan patah, sisirnya bisa dipakai saat rambut kering maupun basah, tapi aku selalu sisiran sebelum keramas saat rambutku kering.

2.  Ree Derma Hot Oil
Ree Derma Hot oil ini dipakai sebelum keramas di bagian kulit kepala lalu dipijat ringan, kemudian didiamkan satu sampai delapan jam supaya bekerja maksimal baru setelah itu keramas. Biasa aku pakai malam sebelum tidur dan paginya keramas, kalau pakai ini aku pakai penutup kepala (beli di Miniso) biar Oilnya nggak ke bantal. Ree Derma ini mengandung Vitamin A untuk memperbaiki sel yang rusak, Vitamin C sebagai antioksidan supaya rambut nggak mudah rusak, Vitamin B6 yang menstimulasi pertumbuhan rambut dan fatty acid yang memebrikan nutrisi pada rambut dan kulit kepala sehingga mengurangi kerontokan, Ree Derma Hot Oil ini baunya minyak kelapa bangeeeet, tapi nanti hilang kok setelah keramas.

3. Yves Rocher Low Shampoo Delicate Cleansing Cream
Jujur aku penasaran pakai ini karena shampoonya ngikutin Noo Poo method yang biasa dipakai orang berambut keriting diluar sana alias keramas tanpa shampoo. Shampoo ini beneran busanya tuh dikiiiiiiiit buanget nyaris nggak berbusa, biasa cara aku ngetrik biar berbusa adalah : kasih air sedikit di daerah yang diberi shampoo lalu pijat pelan- baru dibilas. Keunggulan shampoo ini adalah tidak mengandung pewarna, silicone, parabene, dan sulfate. Walau tidak berbusa tapi menurutku shampoonya cukup bersih ya, walau saat pemakaian awal aku berasa agak aneh gitu hahahahaha. Shampoo ini sukses bikin aku nggak ketombean dan rambut super lembut setelahnya, sayangnya rasa hati ini tetep kadang kurang puas kalau nggak lihat busa shampoo. 

4. Follow me Green Tea Conditioner
Beli ini karena lihat reviewnya Kiki Siantar, langsuuung teracuniii diri ini. Follow Me Green Tea Conditioner ini terinspirasi dari teknologi jepang yang mengkombinasikan Green Tea sebagai antioksidant untuk melindungi rambut dari radikal bebas dan Grape Seed Extract untuk menguatkan rambut dari akar serta mengurangi rambut bercapang dan rapuh. Kesanku setelah memakai conditioner ini : wangiiiiii buangetttt baunya aku sukaa sekali dan rambut jadi lembut tapi nggak lepel. Ya ampun kenapa baru sekarang aku menemukan condi ini! Saat memakai condi ini biasanya rambut sambil aku sisir dengan jari, jadi setelah keramas rambut tidak dalam keadaan kusut. FYI  aku nggak sisiran lagi setelah kerama,a ku hanya sisiran sebelum keramas dengan sisir dan saat keramas dengan jari.

5. Loreal Elseve Extra Ordinary Oil
Loreal Elseve ini variannya banyak, yang pernah aku coba yang seri bunga Rose dan yang varian Rich dengan botol warna orange kecoklatan. Menurutku Hair oil ini cukup melembabkan, sehingga pada akhirnya rambut tidak kering dan rapuh.  Aku menggunakan Hair oil ini pada bagian batang sampai ujung rambut saat rambut sudah 60-70% kering alias masih dalam kondisi agak lembab gitu, gunanya untuk mengunci kelembaban rambut.Biasa aku pakai dengan teknik crunch atau meremas rambut dari ujung ke akar, untuk menambah kesan "kriwil", setelah memakai hair oil ini aku nggak sisiran yah tapi langsung ke step berikutnya.

6. Pantene  Pro V Conditioner Tanpa Bilas
Untuk menambah efek melembabkan, setelah memakai Loreal Elseve Extra Ordinary Oil, aku memakai conditioner pantena tanpa dibilas. Conditioner ini berfungsi untuk menghaluskan rambut, membatnya mudah diatur dan mencegah rambut rusak karena agresor luar seperti misalnya polusi udara. Untuk teknik pemakaiannya masih sama yaitu dengan di remas lembut dari ujung ke pangkal rambut. Biasa aku pakai lebih banyak di area ujung rmabut karena bagian ini biasanya lebih kering dibanding batang. Setelah itu tunggu rambut kering sempurna. 

7. Erhair Hair Loss Tonic
Setelah rambut kering sempurna aku pakai Hair tonic dari ERHA, sebenernya seri ini ada shampoonya juga tapi aku nggak pakai. Erhair Hair Loss Tonic ini mengandung Kopexil dan Ekstrax Panax Gingseng yang membantu kekuatan rambut, serta vitamin, mineral dan asam amino untuk memberikan nutrisi ke kulit kepala. Cara pakainya, disemprotkan dikulit kepala yang bersih lalu dipijat-pijat pelan. Baunya lumayan enak sih menurutku, dan nggak bikin rambut jadi lepek.

8. Swisse Ultiboost Hair Skin Nails
Siplemen dari swisse ini mengandung Biotin, Silicon, Zinc, Iron, Vitamin C dan Silybum Marianum yang diklaim bisa meningkatkan kesehatan kulit dan kuku, sebagai antioksidant serta membuat rambut tetap sehat berkilau. Biasa aku minum suplemen ini 1x sehari sebelum tidur. Aku merasa setelah meminum suplemen ini kuku yang biasanya rapuh jadi mudah panjang dan nggak mudah patah, rambut juga makin cepet panjang berasanya lalu helaian rambutku juga berasa banget makin besar dan tebal. Sayangnya  Swisse Ultiboost Hair Skin Nails ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui, jadi kalau rambutmu rontok saat menyusui kamu nggak bisa pakai suplemen ini ya. Rencanaku sih aku mau stop suplemen ini dulu setelah 3 bulan memakai untuk lihat apakah ada perubahan atau nggak jika stop, takut juga euy kalau harus minum suplemen kecantikan selamanya. hehehehe.

Setelah 3 bulan rutin menggunakan produk-produk tersebut untuk perawatan rambut, memang rontokku sangat jauh berkurang, rambut juga terasa lebih sehat dan cepet panjang plus numbuh beberapa anak rambut baru. Oh ya, dulu saat awal rambutku mulai rontok, rambutku sempet terasa sangat "berat"terutama saat dalam kondisi basah. Akhirnya aku putuskan memotong sekitar 15-20cm rambutku untuk mengurangi beban akar rambut, mungkin kamu bisa mencoba memotong rambutmu juga kalau dirasa terlalu "berat" dan konsen menguatkan akar rambut dahulu sebelum memanjangkannya lagi. Percayalah rambut yang sehat cenderung mudah panjang.

Nah, Selamat mencoba!
Terong-terongan.

Seks adalah salah satu bahasan yang masih tabu dan saru di Indonesia. Omongan soal seks ini masih terbatas dalam jokes-jokes orang dewasa atau dalam bisik malu-malu remaja. Padahal jika melihat tingginya angka hamil diluar nikah, aborsi dan seks bebas di Indonesia, menurutku pendidikan seks ini cukup penting. Bayangkan jika anak-anak ini tahu seks dari sumber-sumber yang tidak jelas seperti situs porno, film bokep atau dari main ke lokalisasi, kan ya... bahaya toh? Sayangnya kurikulum soal pendidikan seks sepertinya masih jauh dari harapan ya, paling mentok ada di pelajaran biologi saja. Ah boro-boro mau masuk kurikulum, film seks edukasi semacam dua garis biru aja sempet ada adegan cekal mencekal. Padahal menurutku, jika anak tahu tentang bahaya seks bebas maka tentunya dia akan pikir sejuta kali untuk melakukannya. Maka menurutku sangat penting untuk menerapkan pendidikan seks ini sejak dini dari rumah, sebab mau tak mau keluarga memegang peranan penting juga dalam hal tumbuh kembang anak.

Aku sendiri berusaha mengajarkan soal seks ini sejak awal kepada Keira, ingat seks tidak melulu soal bagaimana cara bersetubuh ya. Pendidikan seks bisa dimulai dari bagamana cara penyebutan organ genital yang benar dan fungsinya, bagaimana cara menjaga kebersihannya dan bagaimana cara melindunginya.Jujur aku gengges banget dengan penyebutan anu,burung, terong, tempe, m*m*k, dll. Pendidikan seks ini bisa kita lakukan bertahap tergantung usia anak ya, tentunya pendidikan seks anak remaja akan beda dengan usia balita, yang penting jangan malu buat mencoba demi kebaikan masa depan anak kita. Nah berikut beberapa cara yang aku terapkan di rumah dalam upaya mengajarkan kepada Keira soal pendidikan seks :

1. Kasih Tau Nama Aslinya
Lidah memang sering merasa kelu ya kalau menyebut nama asli organ kelamin kita. Rasanya susaaaah banget mau nyebutin "penis", "vagina" padahal aslinya ini cukup penting lho. Dengan kita terbuka dan percaya diri menyebutnya, ini akan mendorong anak untuk melakukan hal yang sama. Ini akan memudahkan kita jika amit-amit nantinya terjadi hal yang tidak diinginkan. Bayangkan kalau anak kita bilang, "Tadi ada orang megang-megang burung orang lain lho." dengan "Tadi ada orang megang-megang "penis" orang lain lho" Nah mana yang lebih meningkatkan kewaspadaan kita dan akan cepat kita tanggapin?

Jangan hardik anak atau marahi anak jika dia menyebut nama asli organ kelamin karena nantinya dia jadi takut bercerita hal yang berhubungan dengan seks pada kita, jangan juga tertawa karena anak akan menganggap itu lelucon. Biasa saja, anggap seperti dia menyebut kata tangan, mata dan kaki. Jika anak berteriak-teriak dengan menyebut nama alat kelamin, kita bisa menjelaskan pelan-pelan bahwa itu kurang sopan namun tak perlu sampai memarahinya. 

2. Kenalkan Perbedaan
Kenalkan perbedaan antara pria dan wanita, kita bisa mengajak anak kita yang berjenis kelamin sama untuk mandi bareng. Misalnya anak laki-laki dengan ayahnya, anak perempuan dengan ibunya. Dari situ anak bisa belajar bahwa organ genital anak-anak dan dewasa berbeda. Kita juga bisa menjelaskan kenapa ayah payudranya kecil sedang ibu payudaranya besar. Cukup jelaskan dengan bahasa sedehana seperti "Karena ibu perlu memberikan ASI, karena lemak ibu di area payudara lebih banyak, dll."

3. Jangan Sentah-sentuh
Ajarkan anak untuk tidak sembarangan menyentuh organ genital miliknya atau milik orang lain. Caranya? ya jangan ngasih contoh gitu... heheheh. Nggak tahu kenapa di beberapa daerah ada kebiasaan orang dewasa yang gemas terhadap anak-anak bisa meremas/memegang organ kelamin sang anak balita tersebut. Jelaskan pada anak bahwa memegang kelamin orang lain itu tidak sopan dan tidak boleh dilakukan. Jelaskan siapa saja yang boleh memegang kelamin anak, misalnya ibu saat memandikan. Selain itu minta anak melaporkan/bercerita jika ada teman atau orang lain yang memegang kelaminnya. 

4. Jawab Jujur
Ini agak susah dan memang menuntut kreatifitas, namun jika anak bertanya sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal seksual jangan langsung berkata "Saru! nggak boleh ngomong gitu!" Nah sebaiknya cobalah menjawab jujur dengan bahasa sederhana. Misalnya jika anak bertanya, "Bagiamana adik ada di perut ibu?" jawab saja, "Karena ayah dan ibu saling sayang, bersenggama lalu jadi deh adik bayi." Kalau dia nanya lagi, "Apa itu bersenggama?" jawab aja "proses bikin adik." Yaaaah begitulah, pokoknya jujur namun tetep simple. 

Nah itu tadi hal yang aku lakukan buat ngajarin Keira soal seks ya, mungkin memang masih sangat sederhana karena nggak mungkin juga kan jelasin soal menstruasi atau senggama ke anak usia 4 tahun. Nanti ketika dia sudah masuk masa pra remaja atau remaja tentu pendidikan seks yang kita berikan bisa berbeda dan lebih kompleks lagi. Selamat mencoba!!
Hai!! 

Sungguh sangat berdebu ya blog ini karena hampir 2 bulan aku nggak update, huhuhu maafkanlah aku yang sibuk #dirumahaja ini. Bulan Juni ini aku memutuskan buat nulis lagi, nggak peduli tulisannya nyambung atau nggak, dibaca atau nggak tapi mauku sih tulisannya bisa memberikan manfaat positif yaaa... uhuuy!Hari ini aku putuskan buat membahas soal cara mencegah robekan perineum saat melahirkan, berhubung banyaaak buanget ibu yang takut perineum atau jalan lahirnya mengalami robekan saat persalinan.

Perineum

Nah sebelum kita ngomongin soal bagaimana cara mencegah robekan jalan lahir saat persalinan, kita kenalan dulu ya sama perineum. Perineum adalah daerah yang terletak diantara anus dan vagina. Jadi kalau tanganmu kamu taruh di lubang vagina lalu kamu telusuri sampai lubang anus, nah di situlah perineum berada. Perineum ini sering mengalami robekan saat persalinan walaupun tidak semua ibu yang melahirkan pasti mengalami robekan. Nah penyebab robekan perineum cukup beragam, beberapa penyebab robekan perineum adalah :
  • Perineum kaku alias bawaan dari sananya emmang kurang elastis.
  • Posisi mengejan yang kurang benar dan optimal.
  • Persalinan yang terlalu lama atau terlalu cepat.
  • Bayi yang terlalu besar atau posisi bayi yang kurang optimal. 
  • Proses persalinan seperti vacum, brach, forcep.
Robekan perineum sendiri biasanya dibagi menjadi 4 grade atau 4 tingkatan. Tidak semua robekan ini dijahit ya, biasanya jika hanya lecet atau robekan tingkat 1 maka perineum tidak perlu dijahit. Derajat atau tingkatan perineum dibagi menjadi :
  • Derajat      : Robekan meliputi mukosa vagina, fourchette dan kulit perineum dibawahnya.
  • Derajat 2 : Robekan meliputi mukosa vagina, fracuette posterior, kulit perineum dan otot perineum.
  • Derajat 3 : Robekan meliputi mukosa vagina, fauchette posterior, kulit perineum, otot perineum, otot spinter ani (anus) bagian luar.
  • Derajat 4  :Robekan meliputi mukosa vagina, fauchette posterior, kulit perineum, otot perineum, otot spinter ani (anus) bagian luar dan dinding anus bagian dalam.
Tapi tenang saja! Robekan perineum ini dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal berikut, meski tentu saja cara mencegah robekan perineum ini tidak menjamin 100% pasti membuat perineum utuh namun setidaknya kita bisa mengurangi resikonya. Nah apa saja tindakan untuk mencegah robekan perineum tersebut.

1. Belajar Nafas dan Posisi Mengejan.

Dalam persalinan nafas adalah kunci, nafas membantu kita lebih fokus dan mampu mengendalikan diri. Olah nafas yang baik juga dapat mengurangi nyeri kontraksi dan membuat persalinan terasa lebih nyaman. Posisi mengejan juga menentukan apakah perineum akan beresiko robek atau tidak, beberapa posisi melahirkan seperti jongkok dapat mengurangi resiko robekan persalinan. Untuk lebih jelasnya soal nafas dan mengejan kalian bisa beljaar tutorial nafas saat melahirkan, cara mengejan yang benar dan kapan saat yang tepat untuk mengejan di channel youtube kriwilife.

2. Kompres Hangat Area Perineum.

Kompres hangat di area perineum dapat memperlebar pembulh darah dan merelaksasi otot sehingga otot menjadi lebih lentur dan berkurang resiko robekannya. Kompres dengan washlap/kain hangat yang bersih di area perineum saat kala aktif (pembukaan 4-10) sampai kala 2 (saat pembukaan lengkap).

3. Pijat Perineum.

Pijat perineum dipercaya dapat mengurangi resiko robekan pada perineum, namun tentunya pijatan perineum ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Pijatan perineum dapat memacu infeksi dan kontraksi dini jika tidak dilakukan dengan cara dan teknik yang tepat. Lakukan pijatan perineum di usia kehamilan 32 minggu ke atas ya.  Gunakan sarung tangan steril dan gel/oil pelumas, hentikan pijatan apabila terasa tidak nyaman maupun kontraksi. Kamu bisa juga menghubungi tenaga kesehatan terlatih untuk melakukan pijat perineum.

4. Makan Makanan Sehat.

You're what you eat atau dirimu adalah apa yang kamu makan itu benar adanya. Tahukah kamu kalau sel tubuh kita memperbaharui diri setiap 28 hari sekali? jadi apa yang kita makan akan berpengaruh terhadap sel-sel dalam tubuh kita. Dengan makan makanan sehat, sel tubuh kita pun menjadi baik dan prima begitu juga dengan otot perineum. Dengan sel yang baik, harapannya otot perineum menjadi tidak rapuh dan mudah robek.

5. Afirmasi Positif.

Sugesti dan afirmasi positif ini cukup penting lho, dengan afirmasi positif ibu menjadi lebih tenang dan percaya diri. Afirmasi ini juga bentuk doa kepada Tuhan, yang tentunya bisa saja terwujud. Cobalah untuk mulai memberikan sugesti pada diri seperti "Persalinanku lancar, bayiku sehat, aku sehat, perineumku utuh." setiap hari, dan rasakan perbedaannya!


Selamat mencoba tips menegah robekan perineum ya, semoga persalinannya nanti lancar, sehat ibu dan bayinya, perineumnya utuh dan sehat selalu! Jika ada pertanyaan atau sharing bisa tinggalkan di kolom komentar atau kirim email ke hello.kriwilife@gmail.com .

Photo by cottonbro from Pexels

Akhir akhir ini semua pemberitaan semua tentang virus Covid 19 alias Corona. Kalian bosen? yess kadang aku juga bosen. Kadangkala aku overwhelmed dengan semua pemberitaan yang ada, sebel sama para oportunis tanpa hati yang memanfaatkan keadaan, sedih memikirkan nasib sahabat dan keluarga yang kebanyakan adalah tenaga kesehatan dan emosiiiiiiii kalau melihat orang-orang Ignorant yang sakpenak udele dewe. Cuma di suruh buat di rumah aja susahnya naujubilah, padahal banyak banget orang di luar sana yang kepengen stay di rumah tapi nggak bisa.

Graphic by Instagram @lisnandia


Buat yang masih ignorant : Oke mari kita perhatikan ilustrasi di atas, sebenarnya kita semua bisa saja menjadi si B, si D atau si B2. Jangan kepedean kalau kita nggak bawa virus lalu pulang buat mudik, jalan jalan ke mall, nonton ke bioskop, ngadain ruwatan 7 hari 7 malam. Emangnya kamu tahu yang ketemu kamu di jalan tadi carrier covid 19 apa bukan?Emang kamu inget siapa tadi yang antri di belakangmu pas kamu mau bayar ke kasir? yakin duit kembalian dari kasir nggak habis dipegang orang positive Corona? kamu yakin itu dokumen yang kamu terima nggak habis dibuka pakai ludah? yakin penjual makanan yang kamu makan mencuci alat makannya dengan bersih? Nope, kita nggak pernah tahu. Itulah sebabnya kenapa kita sebaiknya di rumah saja untuk memutus rantai penyebaran Corona. Nggak usah keluar rumah kalau nggak penting banget, kecuali kamu memang nggak bisa WFH atau ada sesuatu yang super urgent. Banyak yang memanfaatkan himbauan belajar di rumah, social distancing dan WFH ini buat piknik atau mudik. Aku heran ya sama yang kayak begini, ini logikanya ilang menguap dari ubun ubun apa gimana?? piknik masih bisa nanti nanti, tapi kalau kamu terpapar virus nggak tahu deh apakah bakal bisa melihat tahun berganti atau nggak. 

Aku pribadi kangen kampung halaman, super kangen. Sayangnya aku nggak yakin apakah aku ini carrier atau bukan, siapa tahu aku ini pembawa virus tapi tak bergejala. Nanti ketika aku meluk nenekku, beliau yang sudah sepuh malah kena. Nanti kalau aku cium tangan ibuku, beliau yang daya tahan tubuhnya tak sebaik aku malah jadi sakit. AKU NGGAK MAU BEGITU!Jadi aku tahan rinduku. Aku nggak mau menjadi penyebab sakit dan perginya orang yang aku sayang, aku nggak akan sanggup menahan luka dan pedihnya di sisa umurku nanti. Banyak sekali orang yang tak bisa pulang ke rumah, tak bisa memeluk keluarganya, tak bisa ketawa ketiwi makan bareng sambil lihat TV, makanya tolong bersyukur kalau kamu masih bisa melewatkan waktu bersama keluargamu. Nikmati setiap detik kesempatan itu di rumah, karena  hari esok tak ada yang tahu kan?

Buat kamu yang merasa hidup mati ada di tangan Tuhan, yeah thats true. Tapi kita juga perlu berusaha, nanti giliran sakit kamu minta tolong sama Tuhan buat disembuhkan. Sementara sekarang Tuhan sudah sediakan penolong dalam bentuk dokter, pemerintah yang menghimbau kamu di rumah aja, eeehhh kamu tak pedulikan mereka. Belum kalau ada orang lain yang jadi menderita karena kelakuan kamu, kecerobohan kamu. Aduuuhhhh sedih Tuhan tuh lihat kamu. Buat kamu yang merasa nothing to loss, nggak peduli sama si Corona ini karena merasa nggak akan kehilangan siapa siapa karenanya. Oh hei... there will always be someone that will cry if you're gone, maybe its me? Serius, aku sedih lho lihat korban meninggal akibat covid 19 ini meski aku nggak kenal mereka secara pribadi. Dan siapa tahu sesungguhnya Tuhan memiliki rencana buat hidupmu tapi sayang kamu tak sepeduli itu dengan hidupmu sendiri.

Tulisan ini aku buat karena aku sudah sangat merasa patah hati melihat perjuangan tenaga medis, petugas rumah sakit, celeaning service, polisi, TNI, para pekerja yang tak bisa libur, dan pejuang garda depan covid lainnya yang mulai berjatuhan. Mereka yang maju "berperang" untuk kita, bekerja keras untuk kita, tapi kita yang mereka perjuangkan justru seolah tak peduli. Mereka juga punya keluarga, orang yang mereka kasihi, orang yang khawatir menanti kepulangan mereka setiap hari, cemas apakah mereka akan pulang atau tidak.

Kamu tak perlu menyumbang ratusan juta, nggak perlu ikutan jaga di IGD, yang bisa kamu lakukan bisa sesederhana duduk di rumah, baca postingan ini sambil ngeteh cantik dan menyisipkan doa untuk negara tercinta kita dan para pejuang covid 19. Mau ya?

Buku Anti Panik Biar Nggak Panik!

Siapa yang suka mudah panik???
Jujur aku termasuk orang yang mudah panik, drama, dan heboh ketika ada suatu masalah yang terjadi. Untungnya aku dijodohkan dengan suami yang super sabar, tenang dan logis. Jadi ketika ada masalah dia yang sering menenangkan dan mencarikan ide untuk solusi. Lama-lama aku belajar untuk lebih logis dalam memetakan suatu masalah, kadang masalahnya nggak serumit itu kok tapi karena kita panik jadi kelihatannya super kusut dan membingungkan. 

Meskipun aku seorang bidan, namun saat hamil dan melahirkan tentu banyak hal yang membuatku panik dan takut. Bagaimanapun menjadi ibu adalah pengalaman yang baru bagiku dan kadang kala ketika panik otak ini berasa macet mengingat semua teori yang aku dapat saat kuliah dulu. Pernah ketika Keira seminggu tidak BAB rasanya ingin segera aku bawa ke dokter anak meskipun aku tahu secara teori bayi ASI tidak apa apa jika tidak BAB dalam jangka waktu tertentu. Maka jangan salah, ketika hamil dan memiliki anak pun aku sering kali harus membaca buku, membaca jurnal, melakukan research kecil untuk meredakan kepanikan dan menemukan jawaban atas hal atau masalah yang aku alami. Itulah salah satu alasan mengapa aku menulis beberapa pengalaman parenting dan kesehatan di blog ini pun membuat channel youtube Kriwilife. Aku tahu pasti banyak ibu di luar sana yang juga sering panik dan heboh ketika menjalani kehamilan, persalinan dan mengasuh anak mereka. Hal itu terbukti dengan banyakanya DM, email dan pertanyaan yang masuk seputar kesehatan ibu dan anak.

Nah, kali ini aku akan mereview buku yang menurutku sangat cocok untuk ibu-ibu di luar sana, terutama untuk ibu baru yang masih mudah panik dan heboh kalau anaknya kenapa-kenapa. Buku yang akan aku bahas adalah buku terbitan Wahyumedia yang merupakan karya Tiga Generasi. Tiga Generasi sendiri merupakan pusat informasi dan konsultasi mengenai perkembangan diri, anak, dan juga keluarga di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2015. Tiga Generasi menerbitkan tiga buah buku yaitu : Anti Panik Menjalani Kehamilan, Anti Panik mengasuh Bayi 0-3 tahun dan Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan. Buku Anti Panik ini ketiganya dibuat dengan ilustrasi menarik, bahasa yang mudah di pahami dan to the point. Baiklah, langsung saja aku review dua buku yang aku punya yaitu Anti Panik Menjalani Kehamilan dan Anti Panik mengasuh Bayi 0-3 tahun.

1. BUKU ANTI PANIK MENJALANI KEHAMILAN.
Ilustrasinya jelas dan bagus deh!

Buku Anti Panik Menjalani Kehamilan hadir dengan sampul berwarna kuning dengan tebal buku 428 halaman, WOW! Namun meskipun terbilang tebal buku ini sama sekali tidak membosankan untuk di baca karena dikemas secara menarik dengan bahasa awam yang mudah di pahami dan langsung ke intinya. Ibarat kata, kamu nggak perlu deh kasih tanda pakai stabilo di bagian penting atau inti karena semuanya adalah bagian inti. Ringkes seringkes-ringkesnya!

Buku ini menurutku super lengkap karena membahas persiapan kehamilan bahkan termasuk soal perencanaan keuangannya, kehamilan trimester 1,2,3 dan soal pascamelahirkan hingga perawatan bayi di 3 bulan kehidupan pertamanya. Tiap trimester di break down lagi menjadi hal apa saja yang biasanya menjadi keluhan pada trimester itu, persiapan apa yang perlu dilakukan pada trimester itu, apa hal yang perlu ibu lakukan, tips seputar kehamilan di trimester tersebut beserta mitos dan fakta yang selama ini ada di masyarakat. Contohnya pada pembahasan persiapan kehamilan dibahas tentang Usia baik untuk hamil, infertilitas, bagaimana memilih dokter yang tepat dan seterusnya. Pada bahasan trimester 1 ada pembahasan tentang morning sickness, seks dalam kehamilan, keguguran, tips untuk suami saat istri ngidam. Pada pembahasan trimester 2 ada tentang babymoon, perkembangan bayi dalam kandungan, doula, cash flow management dan treatment kecantikan yang boleh dilakukan saat hamil. Bahkan di bab yang membahas tentang hal yang terkait pascamelahirkan, dibahas juga tentang baby blues, groming pascamelahirkan dan peran suami untuk membantu ibu. Semua dibahas dengan detail dan asyik! Kalian juga tidak perlu khawatir soal kredibilitas buku ini karena buku ini ditulis bersama sama oleh psikolog, dokter kandungan, dokter anak, dokter kulit dan kelamin, dokter gigi, ahlli gizi, ahli ilmu komunikasi dan juga orangtua sehingga jelas saja buku ini bisa banget dijadikan referensi.

2. BUKU ANTI PANIK MENGASUH BAYI 0-3 TAHUN.


Tebal tapi ringkas!

Buku Anti Panik Mengasuh Bayi Usia 0-3 tahun memiliki ciri khas yang sama dengan buku Anti Panik Menjalani Kehamilan, buku ini juga colourfull, ringkas, mudah dipahami, dan dilengkapi ilustrasi yang menarik. Buku Anti Panik Mengasuh Bayi Usia 0-3 tahun ini sudah cetak ulang sampai 7 kali dan merupakan best seller lho! Buku setebal 392 halaman dengan sampul berwarna hijau ini memang pantas jadi best seller karena super duper lengkap dan ringkas.

Pembahasan dalam buku ini dibagi menjadi 5 bagian, yaitu membahas rentang usia 0-6 bulan, 6-12 bulan, 12-18 bulan, 18-24 bulan dan 24-36 bulan. Setiap bagian dibreakdown lagi menjadi pembahasan tentang masalah atau keluhan yang biasa terjadi dalam rentang usia tersebut, tahap perkembangan baik fisik maupun emosi, tips untuk ibu dan ayah, tips parenting, juga tentang mitos dan fakta yang kerap beredar dalam masyarakat. Misalnya pada rentang usia 0-6 bulan akan ada bahasan soal imunisasi, growth sprout dan manajemen ASI, pada rentang 12-18 bulan akan ada pembahasan tentang tahapan anak bicara, penyakit batuk pilek, tips mengenalkan buku pada anak,dll dan pada rentang usia 36 bulan ada pembahasan tentang Gerakan Tutup Mulut (GTM) dan perilaku seksual pada anak. Lengkaaaap kan? jarang lho ada buku yang begitu detail sekaligus begitu ringkas seperti ini. Menurutku series anti panik ini memang nyaris seperti ensiklopedia buat para ibu.

Kesimpulannya, Buku Anti Panik Menjalani Kehamilan dan Anti Panik mengasuh Bayi 0-3 tahun sangat worth to buy karena sangat lengkap, mudah dipahami, dapat dijadikan referensi dan panduan dalam menjalani kehamilan serta merawat bayi. Dengan adanya buku ini kita bisa menjadi lebih tenang, tidak sedikit-sedikit konsultasi ke dokter atau pergi ke bidan ketika hal yang dialami sebenarnya bukan hal gawat darurat. Kita juga bisa lebih siap menghadapi terpaan mitos dan hoax yang banyak beredar di luar sana karena kita memiliki pegangan yang bisa dipertanggung jawabkan. Plus, bukunya cantik banget!! Bisa banget dijadikan koleksi.

Kalian bisa membeli buku ini di toko buku terdekat atau di toko buku online ya, percayalah harganya sebanding dengan kualitas dan manfaatnya!


Minimalism


Beberapa hari lalu lemari di rumah rusak. Padahal ceritanya lemari di rumah itu udah sengaja beli yang bisa dibongkar pasang mengingat kami hidupnya pindah pindah. Yah.. kalau nggak gitu nanti 5x pindah trus beli lemarinya juga 5x kan tekor keuangan akuuuuu~ Gara gara lemari yang ini rusak akhirnya mikir lagi kan mau beli lemari tipe apa ya nanti, tentunya yang bisa dibawa kalau pindahan mengingat setiap pindahan akhirnya kami terpaksa meninggalkan beberapa barang ditempat lama karena nggak bisa bawanya!

Hidup berpindah pindah ini pada akhirnya membuat kami belajar hidup minimalis, alias memilih hidup dengan barang-barang yang memang dipakai dan dibutuhkan saja. Kami mulai berhenti beli barang hanya karena kepingin atau lagi diskon, padahal ya nggak butuh-butuh amat. Soalnya ya itu tadi, nanti susah bawanya kalau pindahan lagi. Capek lho yaaa packing-unpacking tuh. Dan ternyata asik juga lho hidup dengan sedikit barang, bersih-bersihnya gampang, perawatannya gampang, semua barang juga jadi terpakai-nggak ada yang numpuk debuan-. Meski begitu jujur yaaaaa memulainya itu super sulit.

Hal yang pertama kali aku lakukan saat memutuskan, "Oke, aku mau hidup minimalism." adalah dengan melakukan declutter. Declutter ini adalah suatu kegiatan memilah barang mana yang masih mau dipakai dan mana yang sudah tidak dipakai. Barang yang sudah tidak dipakai ini bebas mau diapakan: mau dihibahkan, dijual atau dibuang pun bebas. Jangan kamu pikir declutter itu mudah ya, karena kadang ada baju yang sudah kekecilan, setahun nggak dipakai tapi mau dihibahkan sayang. Siapa tahu ntar langsing lagi. Ada juga buku yang sudah selesai dibaca, dua tahun debuan tapi mau dijual kok sayang, siapa tahu ntar pengen baca lagi, atau misalnya ada barang yang mau dibuang sayang karena "siapa tau ntar butuh." Gitu aja terus sampai akhirnya nggak ada barang yang dipilah. Untungnya aku agak terbantu dengan acara pindahan, karena ada pertanyaan tambahan :"ini bisa dibawa pindahan nggak ya?" yang memudahkan saat memilah. Sesi declutter ini juga membuatku sadar kalau barangku itu banyak juga ternyata, kaget sendiri punya baju model sabrina sampai 4 biji tapi yang dipakai itu lagi itu lagi. 

Nah setelah kita selesai memilah barang, ya jangan trus beli lagi beli lagi sampai akhirnya beranak pinak barangnya. Tetep ketika mau membeli sesuatu tanyakan pada diri :"Ini kepingin doang apa butuh? Di rumah udah punya belum yang kayak gini? bakalan dipakai nggak?" Kalau semua jawaban ya, ya belilah. Kalau ragu coba tunggu seminggu, kalau masih pengen ya pikir lagi. Aku sendiri jadi menghemat banyak dan jarang belanja karena gaya hidup minimalism ini. Baju misalnya, kalau nggak butuh ya nggak beli, terus kalaupun beli biasanya beli yang modelnya bakalan longlast, awet dan bisa dipakai sampai lama. Aku juga memberlakukan peraturan beli 1 keluar 1, jadi kalau ada baju baru sebiji yang lama harus keluar dari lemari sebiji juga. Bebas keluarnya mau dihibah apa dipreloved. Alat dapur aku juga cuma punya wajan 1, teflon 1, panci gede 1, panci kecil 1, kukusan 1, dan ceret perebus air 1. Jadi yah.. kalau misal mau masak tumisan dan gorengan ya, goreng dulu lalu wajannya dicuci lalu baru numis. Mau bikin roti bakar ya dipanggang aja pakai teflon, gitulah.

Hidup minimalism ini akhirnya membuatku jadi pribadi yang lebih mindfulness, lebih sadar kalau mau belanja, nggak impulsif lagi. Aku juga jadi lebih  menghargai suatu barang, karena biasanya yang disimpan ya yang bener-bener aku suka dan berguna, lebih kreatif karena barang yang ada kebanyakan jadi multifungsi dan tentunya lebih hemat dan tenang hati. Mau ada sale 90 % kek, mau itu keluaran terbaru kek, mau itu collab sama artis kek, mau itu season baru kek, kalau nggak butuh ya nggak beli. Even semua tetangga punya, kalau aku nggak butuh pun aku nggak akan beli. Hidup jadi simple, dompet menggendut dan pikiran tenang!

Lalu hal apa yang berat dari minimalism ini? pengendalian diri. Kita manusia tentu punya keinginan, ego, gengsi, hasrat. Ketika belajar hidup minimalism, kita harus belajar untuk mengendalikan diri dari godaan belanja karena sale, godaan ego dan gengsi, godaan ingin terlihat mewah dan kaya, godaan pamer, dll. Pengendalian diri ini butuh waktu untuk belajar, nggak akan langsung ahli dalam semalam. Bahkan akupun masih berusha belajar soal pengendalian diri ini.

Namun pada akhirnya bagiku, minimalism membuatku menjadi better version of me  dan sepertinya untuk saat ini gaya hidup ini paling cocok buatku yang hidupnya masih nomaden kesana kemari. Bagaimana dengan kamu?
Salah satu cara momong anak sekaligus mengerjakan pekerjaan rumah adalah dengan mengajaknya ikut berpartisipasi.Tentu dalam hal ini jangan terllau berharap, karena nanyi harapan yang akan mematahkan hatimu, hiya hiya. Yaaaah anak dibawah usia 5 tahun mana bisa Bu nyapu sampai bawah kolong, atau nyuci baju, jadi dibuat santai saja. Meski kadang malah kayak nambahin kerjaan kita namun melibatkan anak nantinya akan membuat dia mandiri, mengajarinya melakukan pekerjaan rumah akan membuat dia lebih bertanggung jawab. Nggak mau kan anaknya kelak udah 20 tahun, harus kuliah di luar kota eh nyapu kamar aja nggak bisa? 

Nah biasanya aku kasih Keira tugas yang gampang-gampang aja dan nggak berbahaya. Kan ya nggak mungkin toh kita minta anak kita nggoreng ikan, wong aku aja suka takut kejedhotan minyak kok kalau goreng ikan. Percayalah, ketika kita kasih dia tugas dia jadi merasa "penting" dan akhirnya jadi nggak begitu rewel, lalu akhirnya kita bisa ngebut dengan kecepatan cahaya untuk melakukan pekerjaan lain. Beberapa hal yang sering aku kerjakan bareng Keira adalah :

1. Menyapu
Apa bersih kalau anak yang menyapu? tentu tidak bundaaaaaa~ tapi setidaknya dia jadi lebih bertanggung jawab ketika hendak mengotori rumah karena tahu susahnya membersihkan rumah. Biasanya kalau Keira menyapu, nanti diam diam aku ulangi lagi. Tapi usahakan bagian mengulangi ini nggak kelihatan sama si anak ya, kasian nanti dia kecewa.

2. Mencuci Piring
Keira sudah bisa lah sekarang kalau sekedar mencuci piring dan gelasnya, tapi tentu yang kupercayakan masih gelas plastik atau melamin ya. Walau pasti ketika dia mencuci piring, sabunnya kemana mana, bajunya basah semua tapi ya itulah namanya belajar kan? usahakan mendampingi anak ketika belajar mencuci piring ya dan beri contoh bagaimana melakukannya dengan benar.

3. Mencuci Baju
Hah? mencuci baju?? yess! tapi paling banter Keira ngucekin kaos dalamnya dia atau kaos kakinya dia, lalu habis itu asyik main busa detergen sampai ibunya ngomel-ngomel. Habis itu dia asik mainan air dan ketika tiba waktunya menjemur baru ikut menjemur dengan... posisi baju ditumpuk-tumpuk! Tapi ya.. daripada dia asik mainan gadget aku lebih milih ngajakin dia nyuci baju. Walau tentunya nggak setiap hari dia mau diajakin nyuci baju, kalah aku sama pesona upin dan ipin.

4.Berkebun
Ini acara favoritku sih karena selain ngajarin Keira tentang menyiram tanaman, di kebun tuh banyak banget hal yang bisa dipelajari. Misalnya soal mengapa tanaman harus disiram, belajar tentang bagian-bagian tanaman, belajar cara menanam tanaman, belajar soal beberapa hewan dan serangga yang kebetulan ada seperti : belalang, kupu-kupu, kumbang, semut, ulat, capung, dll. Tentu saja acar berkebun ini cuma dilakukan kalau dia belum mandi dan ketika dia nggak pakai baju putih, karena tanahnya bisa nempel di baju, tangan, muka, kaki! Hehehehe

5. Beresin Tempat tidur. 
Saat bangun tidur ajak anak membantu merapikan tempat tidur. Sementara kita melipat selimut, anak bisa menata bantal dan guling misalnya. Hal ini akan melatih si kecil untuk terbiasa menjaga kerapian kamarnya kelak, sangat berguna ketika dia besar nanti.
6. Memasak
Untuk perkara memasak tentu saja kita tidak bisa memberikan tugas yang berbahaya seperti menggoreng atau memotong dengan pisau yang tajam. Anak bisa kita minta untuk mengupas jagung, memetik daun bayam atau mengaduk adonan tepung dan telur. Kadang ajak dia memasak makanan sederhana seperti membuat agar-agar atau membuat jus. Biasanya anak akan suka bermain main di dapur, well terutama anak perempuan sih ya.

7. Melipat baju dan Memasukkannya ke Lemari
Jujur Keira cuma bisa melipat underwear doang, tapi dia mulai mau memasukan baju ke lemari sesuai kelompoknya. Rapi? tentu tidaaak... tapi mari kita hargai usahanya. Kadang kalau aku jatahnya nyterika baju, Keira juga yang tugasnya ngebalikin baju. Bisa? tentu saja 1 baju luamane puoool. Tapi yah itu namanya proses belajar kan, kelak juga bakal bisa sendiri.

Banyak hal lain yang bisa dilakukan bareng anak, mencuci mobil misalnya. Yang penting sebagai orang tua kita ingat kalau dia masih anak kecil yang belajar, jadi nggak usah ngarep bakalan rapi, bersih dan bagus kayak kerjaan kita. Kita sebagai orangtua kadang harapannya terlalu muluk muluk jadi kalau si anak nggak sesuai harapan, kritikan kita jadi sepedas sambal bu Rudi. Lupalah kita kalau dia masih anak kecil. Segala hal butuh proses, dan kadang yang terpenting bukan hasil akhirnya namun proses yang kita jalani.

Selamat bermain bersama si kecil!


Olay Regenerist Micro Sculpting Serum


Akhirnya setelah sebulan memakai serum ini, aku akan bikin reviewnya! Jadi awal beli serum ini 100% iseng karena di Shopee baru diskon 50% dan kebetulan serumku habis. So why not? belinya bundling sama night cream tapi ntar aku bahas sendiri aja ya night creamnya. Pertama aku agak skeptis juga sama produk drugstore macam ini, ngefek nggak ya..ngefek nggak ya.. tapi toh akhirnya kucoba juga. Hiya hiya!

Menurut website olay,  Olay Regenerist Micro-Sclupting Serum terdiri dari Amino - peptide Complex yang dapat membantu meremajakan sel-sel pada permukaan kulit. Selain itu juga mengandung ekstrak minyak Olive sehingga membantu meresap lebih cepat ke dalam 10 lapisan kulit wajah. Kandungan Hydra-Firming Complex pun membantu mempertahankan tampilan muda terhadap kulit. Serum wajah Olay ini  juga dapat menyerap ke dalam kulit wajah secara cepat, sehingga dapat mengelupas dan menghaluskan untuk mengembalikan tekstur kulit semula. Mengurangi garis-garis halus serta kerutan pada wajah dengan menggunakan pelembap, menghidrasi kulit agar lebih kenyal serta menyiapkan kulit untuk menghadapi perawatan sehari-hari.

 Jadi sudah siap baca reviewnya?

Packaging
Botol pump yang bisa dikunci

Hadir dalam kemasan botol pump dengan perpaduan warna merah dan silver  yang modelnya bisa dikunci, kemasan Olay Regenerist Micro Sclupting Serum ini sangat travel firendly. Selain karena ukurannya yang tidak terlalu besar sehingga mudah dibawa-bawa, tutup yang bisa di kunci bikin hati ayem karena produk nggak bakal tumpah karena tidak sengaja kepencet. Botol pump begini juga membuat produk lebih terjaga kebersihannya, beda dengan tempat jar yang harus kita colak-colek. 

Ingredients
Water (Nước), Cyclopentasiloxane, Glycerin, Niacinamide, Aluminum Starch Octenylsuccinate, Dimethicone, Dimethicone Crosspolymer, Panthenol, Polyethylene, Polyacrylamide, Titanium Dioxide, Tocopheryl Acetate, C13-14 Isoparaffin, Mica, DMDM Hydantoin, Allantoin, Laureth-4, Dimethiconol, Laureth-7, Butylene Glycol, Carnosine, Sodium Hyaluronate, Sodium PEG-7 Olive Oil Carboxylate, BHT, Disodium EDTA, PEG-100 Stearate, Peucedanum Graveolens (Dill) Extract, Fragrance (Chất tạo hương),Citric Acid, Benzyl alcohol, Camellia Sinensis Leaf Extract, Iodopropynyl Butylcarbamate, Butylphenyl Methylpropional, Linalool, Benzyl Salicylate, Hexyl Cinnamal, Xanthan Gum, Limonene, Citronellol, Alpha-Isomethyl Ionone, Palmitoyl Pentapeptide-4.

Tekstur
Tekstur sebelum diratakan

Setelah diratakan

Menurutku teksturnya sedikit lebih kental dibanding serum kebanyakan dengan warna putih berkilauan (berasa ada gliternya gituuu) tapi ketika di swatch ada warna pinknya sedikiit. Ketika di aplikasikan ke wajah terasa sedikit greasy di awal pemakaian, namun sesuai janjinya serum ini termasuk cepat meresap dan tak ada kesan berkilauan lagi di wajah. 

Cara dan Waktu Pemakaian
Di kemasan tertulis serum ini bisa dipakai pagi dan malam hari, aku biasanya hanya pakai di malam hari sekitar 1-2 pump untuk seluruh wajah dan leher. 

Performa
Beberapa saat lalu aku sempat berlibur ke Jogja, gara-gara Keira sakit aku extend di Jogja sampai 2 mingguan. Nah selama di sana aku memakai serum ini pagi dan malam, wajahku beneran membaik teksturnya, lebih lembab dan cerah. Sejujurnya aku kurang yakin apakah kulit wajahku yang cerah itu akibat dari Serum Olay ini, Avoskin hydrating Treatment Essence atau Night Cream Olay karena ketiga produk tersebut mengandung Niacinamide dan kebetulan produk tersebut baru masuk sebulanan di skincare regimeku. Nah untuk perkara kerutan, sejujurnya nggak ada dampak signifikan ya, bebetrapa bagian kulitku masih ada kerutan halusnya.

Meski begitu, aku cukup puas karena serum ini memberikan dampak. Sebab selain lebih mudah di dapat, product drugstore cenderung sudah terjamin BPOM. Yah.. kalau yang terjangkau, mudah didapat dan ngefek saja ada kenapa pakai yang belum jelas kan yaaa?

REPURCHASE? YES. 




Sudah menjelang akhir januari, gimana kabar resolusi?

Resolusi biasanya mulai dibuat jelang awal tahun, daftar hal-hal yang ingin dicapai di tahun itu entah iyu yang berhubungan dengan hubungan percintaan, goals hidup sehat, cuan lyfe atau mimpi-mimpi yang lain. Ada beberapa orang yang membuat resolusi hanya karena semuanya sedang membuat resolusi, lalu setelahnya resolusi itu hanya tergeletak berdebu dan usang di pojok ruangan. Baru 
'dipungut" saat akhir tahun menjelang untuk diperbaharui. Beberapa orang yang lain membuat resolusi lalu membreak downnya menjadi rencana-rencana riil yang mulai diterapkan dalam hidupnya, di akhir tahun dia menatap resolusi yang ia buat saat awal tahun dan mengevaluasi : mana yang sudah tercapai, mana yang belum. 

Sebagai orang yang suka sekali menulis journal dan membuat planning, resolusi adalah hal wajib yang pasti aku buat saat awal tahun. Meski kenyataannya, ketika evaluasi akhir tahun kadang tak sampai 100% yang tercapai... yanh setidaknya sudah ada usaha ya kaaaaan :p Dulu sebelum paham triknya resolusiku selalu muluuuk-muluk, tapi nggak bikin strategi gimana cara menggapai resolusi tersebut. Makanya banyak yang gagal, tapi setelah tahu triknya ya lumayanlah ya bisa sedikit lebih terarah. Sebagai contoh gimana aku bikin resolusi nanti aku tulis beberapa resolusi 2020 yang aku buat ya, meski nggak semua bakal aku share di sini. Intinya sih buat resolusi - tentukan metrik pengukur kesukesan -  breakdown jadi planning- breakdown lagi jadi baby step yang bisa kita mulai lakukan tiap hari.

1. Hidup Sehat

Aku punya beberapa masalah kesehatan di 2019, makanya 2020 pengen banget hidup lebih sehat. Terutama jaga pola makan karena 2019 beneran deh pola makanku itu awut-awutan banget, meski sebenarnya banyakan makanan sehat karena aku masak sendiri tapi... cemilannya itu lho. Terus di tempat baru ini aku belum nemu kelas Yoga/Pilates makanya setaun kebelakang olahraganya beneran cuma kalau pengen aja, nggak pernahs engaja di sempetin gitu. Akhirnya? gampang banget pilek, sering sakit kepala, mudah lelah, kalau soal berat badan sih sejak setelah menyusui angka timbanganku stuck di 53kg. Nah parameter kesuksesan hidup sehatku adalah hasil pemeriksaan lab yang semua normal dan lingkar tubuh mengecil (karena banyakan masa otot daripada masa lemak). Sedangkan beberapa hal yang aku lakukan untuk mencapai hidup sehat ini adalah :

- Mengurangi jajan minuman manis macam Boba, es kopi kekinian yang manis, Chatime dan sejenisnya hingga akhirnya nanti bisa nggak sama sekali.
- Tidak minum minuman kemasan kecuali susu dan air putih.
- Makan sayur dan buah setiap hari.
- Mengurangi makanan yang digoreng
- Olahraga 6 x dalam seminggu minimal 10 menit/sesi.
- Tidur 8 jam perhari.

2. Literasi meningkat

Di tahun 2019 aku cuma baca 6 buah buku.
6 BUAH BUKU!

Padahal ya sebagai ibu yang pasti bakal ditanya tanya sama anaknya, yang harus jadi guru di rumah buat anak, kadang ditodong dongeng sebelum tidur, membaca itu semestinya tidak bisa ditawar. Kupikir-pikir penyebab awal kemalasanku baca tahun lalu adalah karena aku memulai tahun dengan baca buku financial yang super berat. Akhirnya jadi terbawa maleeeeesss baca semua buku. Shock juga waktu baca catatan Goodreads aku cuma baca buku 6 biji doang, dan setelah direnungkan ya memang aku cuma baca itu doang. Aku mentargetkan dalam setahun aku baca 24 buku, yanga rtinya 2 buku perbulan. Berusaha membaca satu bab tiap hari atau minimal membaca selama 30 menit setiap harinya. Sejujurnya kadang susah siih... tapi demi yaaaa kasian kalau otaknya nggak buat belajar.

3. Pengembangan Diri

Sejak resign aku sama sekali belum pernah ikut workshop atau pelatihan apa gitu, ya gimana ya tanpa ART begini anaknya suka susah ditinggal. Tapi tahun ini aku berjanji untuk minimal ikut satu workshop baik itu online/offline. Selain itu aku juga berusaha menekuni meditasi kembali dan memperdalam pengetahuan agama. Yah.. meski hanya beberapa jam setiap harinya tapi semoga saja berpengaruh pada pengembangan diri ya kan.

Itu sih beberapa resolusi yang aku buat tahun ini, semua resolusi harus memiliki target yang jelas  dan rencana supaya jalannya nggak ngawang-awang tanpa tahu arah tujuan. Semoga resolusi kita bisa berjalan sesuai keinginan dan semoga tahun ini cuan melimpah ruah ya!