Showing posts with label Breastfeeding. Show all posts
Showing posts with label Breastfeeding. Show all posts


Masa nifas


Ketika persalinan sudah berhasil dilalui kini saatnya ibu memasuki babak baru sebagai ibu. Selain peralihan peran yang baru, ibu juga memasuki masa nifas. Sayangnya, terkadang karena sibuk mengurus si kecil yang baru lahir, ibu jadi lupa memperhatikan beberapa hal penting saat masa nifas. Apa saja hal tersebut?

1. Perawatan Luka

Di Indonesia sendiri masih banyak sekali mitos sehubungan dengan perawatan luka ini. Ada mitos yang mengatakan, ibu tidak boleh makan makanan amis, ibu harus cebok dengan sirih, ibu harus duduk dan tidur dengan kaki rapat, dll. Sesungguhnya prinsip perawatan luka perineum maupun luka operasi post SC cukup simple yaitu jaga luka tetap bersih. Untuk luka SC biasanya luka sudah dibebat perban sehingga kebersihannya lebih terjaga, berbeda dengan luka perineum. Biasanya ibu cenderung takut cebok, takut ganti pembalut, takut BAB dan BAK. Sehingga akhirnya kebersihan area perineum pun kurang terjaga, hasil akhirnya : luka menjadi infeksi. Maka sebaiknya jika ibu memiliki luka perineum lakukan hal berikut :

  • Cebok bersih, bersihkan area vagina terlebih dahulu baru area anus.
  • Ganti pembalut setiap 4 jam sekali atau jika terasa penuh.
  • Pastikan tidak ada sisa BAB atau BAK di area perineum.

2. Asupan Nutrisi

Ibu nifas sesungguhnya tidak memiliki pantangan makan apapun, kecuali makanan yang menyebabkan ibu atau bayi mengalami reaksi alergi. Kurang tepat jika ibu hanya mengkonsumsi nasi dan sayur tertentu saja dalam masa nifas. Ibu hendaknya mendapatkan asupan karbohidrat, protein, lemak, mineral (kalsium, yodium, zat besi) dan vitamin. Makanan yang lengkap akan membantu proses pemulihan, menjaga daya tahan tubuh ibu dan membuat ASI yang dihasilkan lebih berkualitas.

3. ASI dan Perawatan Payudara

Sebaiknya perawatan payudara dan segala hal tentang ASI mulai diperhatikan sejak hamil sehingga setelah melahirkan ibu sudah lebih siap. Susui bayi dengan pelekatan yang benar, minimal setiap 2-3 jam sekali hingga payudara kosong. Bersihkan puting dengan air hangat, kompres dengan air hangat dan perah jika teraba bagian yang keras. Segera periksa jika ibu mengalami demam, payudara keras dan terasa nyeri. 

4. Istirahat Cukup

Katanya tidur saat pagi bisa menyebabkan darah putih naik ke kepala, itu MITOS!!! Jika saat malam ibu kurang istirahat sebaiknya sata pagi atau siang ibu istirahat sebentar saat bayi juga tidur. Kelelahan dapat menyebabkan burn out, mood tidak stabil, dsya tahan tubuh menurun, ASI berkurang dan meningkatkan resiko baby blues. Minta bantuan suami jika memang dirasa perlu, ibu tidak sendirian kok!

5. Olahraga

Nah.. banyak banget nih yang ingin segera langsing setelah melahirkan. Sabar ibu-ibu, tubuh kita butuh 9 bulan buat membesar tentu tidak bisa dalam semalam jadi langsing. Emangnya Bandung bandowoso bikin candi? Jadi sabar dulu, nikmati proses penyembuhannya. Setelah itu cek diastasis recti apakah sudah 2 jari atau kurang jaraknya, jika sudah tandanya ibu sudah boleh berolahraga! jika belum ya harap sabar dulu. Mulai dengan olahraga ringan kemudian tingkatkan waktu dan intensitasnya sesuai dengan kemampuan tubuh.


Masa-masa awal menjadi ibu mungkin membutuhkan waktu dan energi yang besar untuk beradptasi, percayalah kita akan bisa melaluinya. Tetap sayangi dan perhatikan kesehatan hati dan diri, karena pada akhirnya kita hanya manusia biasa dan bukan Saras 008 buk!


Buku Anti Panik Biar Nggak Panik!

Siapa yang suka mudah panik???
Jujur aku termasuk orang yang mudah panik, drama, dan heboh ketika ada suatu masalah yang terjadi. Untungnya aku dijodohkan dengan suami yang super sabar, tenang dan logis. Jadi ketika ada masalah dia yang sering menenangkan dan mencarikan ide untuk solusi. Lama-lama aku belajar untuk lebih logis dalam memetakan suatu masalah, kadang masalahnya nggak serumit itu kok tapi karena kita panik jadi kelihatannya super kusut dan membingungkan. 

Meskipun aku seorang bidan, namun saat hamil dan melahirkan tentu banyak hal yang membuatku panik dan takut. Bagaimanapun menjadi ibu adalah pengalaman yang baru bagiku dan kadang kala ketika panik otak ini berasa macet mengingat semua teori yang aku dapat saat kuliah dulu. Pernah ketika Keira seminggu tidak BAB rasanya ingin segera aku bawa ke dokter anak meskipun aku tahu secara teori bayi ASI tidak apa apa jika tidak BAB dalam jangka waktu tertentu. Maka jangan salah, ketika hamil dan memiliki anak pun aku sering kali harus membaca buku, membaca jurnal, melakukan research kecil untuk meredakan kepanikan dan menemukan jawaban atas hal atau masalah yang aku alami. Itulah salah satu alasan mengapa aku menulis beberapa pengalaman parenting dan kesehatan di blog ini pun membuat channel youtube Kriwilife. Aku tahu pasti banyak ibu di luar sana yang juga sering panik dan heboh ketika menjalani kehamilan, persalinan dan mengasuh anak mereka. Hal itu terbukti dengan banyakanya DM, email dan pertanyaan yang masuk seputar kesehatan ibu dan anak.

Nah, kali ini aku akan mereview buku yang menurutku sangat cocok untuk ibu-ibu di luar sana, terutama untuk ibu baru yang masih mudah panik dan heboh kalau anaknya kenapa-kenapa. Buku yang akan aku bahas adalah buku terbitan Wahyumedia yang merupakan karya Tiga Generasi. Tiga Generasi sendiri merupakan pusat informasi dan konsultasi mengenai perkembangan diri, anak, dan juga keluarga di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2015. Tiga Generasi menerbitkan tiga buah buku yaitu : Anti Panik Menjalani Kehamilan, Anti Panik mengasuh Bayi 0-3 tahun dan Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan. Buku Anti Panik ini ketiganya dibuat dengan ilustrasi menarik, bahasa yang mudah di pahami dan to the point. Baiklah, langsung saja aku review dua buku yang aku punya yaitu Anti Panik Menjalani Kehamilan dan Anti Panik mengasuh Bayi 0-3 tahun.

1. BUKU ANTI PANIK MENJALANI KEHAMILAN.
Ilustrasinya jelas dan bagus deh!

Buku Anti Panik Menjalani Kehamilan hadir dengan sampul berwarna kuning dengan tebal buku 428 halaman, WOW! Namun meskipun terbilang tebal buku ini sama sekali tidak membosankan untuk di baca karena dikemas secara menarik dengan bahasa awam yang mudah di pahami dan langsung ke intinya. Ibarat kata, kamu nggak perlu deh kasih tanda pakai stabilo di bagian penting atau inti karena semuanya adalah bagian inti. Ringkes seringkes-ringkesnya!

Buku ini menurutku super lengkap karena membahas persiapan kehamilan bahkan termasuk soal perencanaan keuangannya, kehamilan trimester 1,2,3 dan soal pascamelahirkan hingga perawatan bayi di 3 bulan kehidupan pertamanya. Tiap trimester di break down lagi menjadi hal apa saja yang biasanya menjadi keluhan pada trimester itu, persiapan apa yang perlu dilakukan pada trimester itu, apa hal yang perlu ibu lakukan, tips seputar kehamilan di trimester tersebut beserta mitos dan fakta yang selama ini ada di masyarakat. Contohnya pada pembahasan persiapan kehamilan dibahas tentang Usia baik untuk hamil, infertilitas, bagaimana memilih dokter yang tepat dan seterusnya. Pada bahasan trimester 1 ada pembahasan tentang morning sickness, seks dalam kehamilan, keguguran, tips untuk suami saat istri ngidam. Pada pembahasan trimester 2 ada tentang babymoon, perkembangan bayi dalam kandungan, doula, cash flow management dan treatment kecantikan yang boleh dilakukan saat hamil. Bahkan di bab yang membahas tentang hal yang terkait pascamelahirkan, dibahas juga tentang baby blues, groming pascamelahirkan dan peran suami untuk membantu ibu. Semua dibahas dengan detail dan asyik! Kalian juga tidak perlu khawatir soal kredibilitas buku ini karena buku ini ditulis bersama sama oleh psikolog, dokter kandungan, dokter anak, dokter kulit dan kelamin, dokter gigi, ahlli gizi, ahli ilmu komunikasi dan juga orangtua sehingga jelas saja buku ini bisa banget dijadikan referensi.

2. BUKU ANTI PANIK MENGASUH BAYI 0-3 TAHUN.


Tebal tapi ringkas!

Buku Anti Panik Mengasuh Bayi Usia 0-3 tahun memiliki ciri khas yang sama dengan buku Anti Panik Menjalani Kehamilan, buku ini juga colourfull, ringkas, mudah dipahami, dan dilengkapi ilustrasi yang menarik. Buku Anti Panik Mengasuh Bayi Usia 0-3 tahun ini sudah cetak ulang sampai 7 kali dan merupakan best seller lho! Buku setebal 392 halaman dengan sampul berwarna hijau ini memang pantas jadi best seller karena super duper lengkap dan ringkas.

Pembahasan dalam buku ini dibagi menjadi 5 bagian, yaitu membahas rentang usia 0-6 bulan, 6-12 bulan, 12-18 bulan, 18-24 bulan dan 24-36 bulan. Setiap bagian dibreakdown lagi menjadi pembahasan tentang masalah atau keluhan yang biasa terjadi dalam rentang usia tersebut, tahap perkembangan baik fisik maupun emosi, tips untuk ibu dan ayah, tips parenting, juga tentang mitos dan fakta yang kerap beredar dalam masyarakat. Misalnya pada rentang usia 0-6 bulan akan ada bahasan soal imunisasi, growth sprout dan manajemen ASI, pada rentang 12-18 bulan akan ada pembahasan tentang tahapan anak bicara, penyakit batuk pilek, tips mengenalkan buku pada anak,dll dan pada rentang usia 36 bulan ada pembahasan tentang Gerakan Tutup Mulut (GTM) dan perilaku seksual pada anak. Lengkaaaap kan? jarang lho ada buku yang begitu detail sekaligus begitu ringkas seperti ini. Menurutku series anti panik ini memang nyaris seperti ensiklopedia buat para ibu.

Kesimpulannya, Buku Anti Panik Menjalani Kehamilan dan Anti Panik mengasuh Bayi 0-3 tahun sangat worth to buy karena sangat lengkap, mudah dipahami, dapat dijadikan referensi dan panduan dalam menjalani kehamilan serta merawat bayi. Dengan adanya buku ini kita bisa menjadi lebih tenang, tidak sedikit-sedikit konsultasi ke dokter atau pergi ke bidan ketika hal yang dialami sebenarnya bukan hal gawat darurat. Kita juga bisa lebih siap menghadapi terpaan mitos dan hoax yang banyak beredar di luar sana karena kita memiliki pegangan yang bisa dipertanggung jawabkan. Plus, bukunya cantik banget!! Bisa banget dijadikan koleksi.

Kalian bisa membeli buku ini di toko buku terdekat atau di toko buku online ya, percayalah harganya sebanding dengan kualitas dan manfaatnya!


Menyusui sebagai salah satu metode KB alami

Metode Amenorhea Laktasi adalah salah satu KB alami yang efektivitasnya 98% jika dilakukan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Metode ini cukup mudah, aman dan tanpa efek samping bagi ibu menyusui. Namun masih banyak ibu yang belum memahami syarat kunci supaya KB MAL ini berhasil. 

KB MAL secara harafiah mengandalkan proses menyusui (laktasi) yang membuat ibu tidak menstruasi (Amenorhea). Seperti kita ketahui, saat kita menyusui ada 2 hormon yang bekerja dalam tubuh yaitu : Prolaktin dan Oksitosin. Kadar prolaktin yang tinggi dalam tubuh akan membuat otak melepaskan inhibitor yang membuat kadar estrogen rendah. Jika kadar Estrogen redah maka tidak akan ovulasi dalam tubuh. Jika tidak ada ovulasi maka tentunya tidak ada sel telur yang akan dibuahi oleh sperma saat terjadi hubungan seksual. Intinya, ibu tidak akan hamil karena tidak subur. 

MAL dapat dilakukan oleh semua ibu menyusui kecuali mereka yang mengidap HIV AIDS (karena biasanya ibu tidak menyusui) dan ibu dengan TBC (karena tidak menyusui secara langsung). Meski begitu ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan supaya MAL dapat berhasil dengan baik :

1. Ibu belum menstruasi
MAL tidak bisa lagi dilakukan jika ibu sudah mengalami menstruasi setelah masa nifas selesai karena menstruasi merupakan tanda kesuburan/ovulasi pada ibu sudah kembali. Flek di 6-8 minggu pasca persalinan masih dianggap darah nifas, namun setelah itu sudah dianggap menstruasi.

2. Ibu Menyusui Bayi setiap 2-3 jam sekali.
Supaya MAL berhasil ibu harus menyusui bayinya secara on demand setiap 2-3 jam sekali baik itu pagi maupun malam. Hal ini supaya kadar prolaktin dalam tubuh tetap tinggi. Pada ibu yang bayinya sudah memiliki jam tidur lama saat malam (tidur lebih dari 4 jam saat malam) maka bisa jadi gagal menggunakan MAL karena otomatis frekuensi menyusui jadi berkurang. Itulah sebabnya MAL tidak bisa digunakan pada ibu yang bekerja karena tentu frekuensi menyusui bayinya tidak bisa setiap 2-3 jam sekali.

3. Bayi berusia kurang dari 6 bulan. 
Nah sebenarnya syarat nomor 3 masih berhubungan dengan syarat nomor 2. Bayi yang berusia 6 bulan tentunya sudah mendapatkan MPASI atau sudah diberi asupan nutrisi lain. Nah biasanya setelah bayi minumatau makan makanan lain maka frekuensi menyusu akan berkurang. Jika bayi masih berusia kurang dari 6 bulan namun ibu sudah menggunakan susu formula maka sama saja frekuensi menyusu bayi sudah berkurang sehingga MAL tidak lagi efektif. 


Ketiga syarat di atas wajib mutlak dipenuhi jika ingin berhasil menggunakan metode MAL. Jika ada satu saja syarat tidak dipenuhi maka MAL tidak lagi efektif untuk mencegah kehamilan dan memiliki resiko gagal. Sebaiknya ibu juga mulai memikirkan metode KB lain yang tidak mempengarusi ASI seperti IUD, Kondom, Suntik 3 bulan, pil menyusui maupun Implant. 

Selamat berKB!
Susu kotak ftw!

Ternyata aku malah kelupaan belum cerita tentang masa-masa menyapih Keira. Padahal itu udah luama buanget, sejak anaknya belum jalan sampai sekarang anaknya udah bisa naik sepeda. Keira itu aku sapih waktu umur 11 bulan, iya akutu nggak kayak bunda yang nyapih anaknya diatas 2 tahun. Apalah akutu dibanding bunda yang sungguh ideal dan panutan ibu muda jaman sekarang :(

Etapi dengerin cerita aku dulu ya bunda, aku juga pengen banget bisa ngasih Keira ASI sampai 2 tahun full cuma sayangnya waktu itu nggak bisa. Jadi ceritanya waktu Keira usia 10 bulan, aku kena cacar air. Karena takut Keira ketularan, selama dua minggu itu aku nggak nyusuin Keira, nggak ketemu Keira meski aku ya di rumah aja. Rasanya kayak LDRan, bisa mendengar suaranya nggak bisa memeluknya. Galau aku jadinyaaaa~ Asupan ASI Keira ditahap ini masih tercukupi karena Puji Tuhan tabungan ASIku banyak banget, ASIku juga nggak bampet karena walau mengisolasi diri tapi aku tetap disiplin pumping tiap 3 jam sekali (walau ASInya dibuang). Ketika aku sembuh, aku balik nyusuin Keira lagi karena Keira cuma minum ASI Perah pas aku kerja, sedang kalau aku di rumah Keira menyusu langsung (Direct Breastfeeding). Drama pun dimulai, ternyata Keira jadi super posesif sama payudara ibunya. Mungkin karena dua minggu nggak netek kali ya, dia maunya cuma netek terus. Yang jadi masalah adalah ketika aku kerja dia jadi nggak mau minum ASI Perah, entah itu ditaruh botol, disendokin, atau dengan gelas. Pokoknya nggak mau! Maunya netek! Lama-lama aku perhatiin urine Keira jadi pekat, aduh mak aku jadi takut Keira dehidrasi. Akhirnya diputuskan Keira disapih, supaya dia move on beneran, nggak posesif dan yang paling penting mau minum lagi sehingga nggak dehidrasi. 

Apakah aku pernah dijudge? Oh sering bunda, apalagi kerjaanku motivasi orang buat ngasih ASI ke anaknya. Tapi justru karena aku nggak bisa kasih ASI selama 2 tahun, aku pengen yang lain bisa ngasih ASI buat anaknya sampai 2 tahun. Selain itu alasanku nyapih Keira juga supaya dia nggak dehidrasi, bukan karena akunya yang nggak pengen nyusuin Keira lagi. Makanya aku sih cuek mau dijudge yang kayak apa, because you dont know the truth. Gitu.

Aku sendiri memutuskan untuk menyapih tanpa dusta, semacam versi simple dari menyapih dengan cinta. Menyapih dengan cinta konon mempunyai banyak sekali sisi positif baik untuk ibu maupun untuk si anak, nah aku sendiri sebenernya alasanku menyapih dengan cinta cuma karena aku nggak mau bohong sama Keira. Iya, aku tuh pengen Keira tumbuh jadi anak yang jujur, terbuka dan percaya sama orangtuanya, nah maka dari itu aku berusaha ngasih contoh buat nggak bohong sama Keira dalam hal apapun. Ya gimana anak mau percaya sama orang tuanya ya kan, kalo kita aja suka bohong sama dia.

Proses penyapihan tentu pakai drama. Waktu itu aku bilang sama Keira, "Keira udah nggak usah minum ASI ya karena udah mau besar, Keira minum susu di botol aja ya." Trus dia sempat semalaman nangis, dan aku juga nangis dong di dalam kamar. Rasanya nyapih itu lebih sedih dibanding ditinggal gebetan deh, sungguh. Nah kali ini aku  mau sharing beberapa tips yang mungkin bisa berguna kalau ibu-ibu mau nyapih buah hatinya, oke here we go.

1. Jujur
Seperti yang aku bilang tadi, mengesampingkan semua keuntungan positif dan menyapih dengan cinta pada akhirnya kalau ingin punya anak yang jujur dan percaya pada orang tuanya ya kita harus jadi contoh buat si anak. Kasih obat pait di payudara, obat merah, itu sama aja bohong sama anak kita. Sama seperti kita yang suka jadi krisis kepercayaan kalo udah pernah dibohongi, anak juga begitu. Gimana dia mau percaya sama kita kalau kitanya aja suka bohong? Gimana dia mau jadi anak yang jujur kalau kitanya juga nggak kasih contoh? Sekarang mungkin belum terlalu menimbulkan masalah ya, tapi kelak ketika dia udah dewasa gimana kalau dia lebih memilih percaya teman-temannya dibanding kita? Padahal temannya bisa jadi malah lebih pembohong daripada kita.

Awal nyapih aku bilang karena Keira udah mau besar jadi minum susu di botol aja, apalagi kalau ibu baru kerja. Setelah sukses nyapih aku bilang, ASI di payudara udah habis (bilang sambil dipencet dong) dan sampai sekarang dia udah paham kalau ASInya ibu memang sudah habis beneran. Sudah nggak ada.

2. Konsisten
Tau nggak? Menyapih itu ternyata sakitnya kayak patah hati. Ada perasaan nggak rela, perasaan "kok waktu cepet amat berlalu", ada perasaan takut si anak nggak butuh kita lagi, ada yang 'hilang' dari hati. Setauku menyapih dengan cinta metodenya menyapih dengan perlahan : nggak nawarin ASI tapi juga nggak nolak kalau anaknya mau minta ASI. Jadi ketika si anak minta ASI, ibu yang memakai metode Weaning With Love (WWL) sebaiknya mengalihkan perhatian si anak, dengan kasih minuman lain, baca buku cerita, makanan, aktivitas lainnya, tapi jika gagal dan si anak tetap minta ya dikasih lagi. Cuma ingat tetap harus konsisten dihari esok, kalo si anak nggak minta ya jangan ditawari, kalo minta ya alihkan perhatiannya. Jangan karena si anak rewel, kita lalu nawarin ASI.

Nah kalo aku ternyata nggak bisa pakai metode yang itu, karena keira terlanjur super protektif. Ngasih ketika dia minta malah jatuhnya jadi kayak PHP, putus - dia ngajak balikan- balikan- putus lagi gitu terus sampai akhirnya dia nggak mau diputus. Jadi konsisten versiku adalah dengan sama sekali nggak meneteki Keira secara langsung, dia cuma minum ASIP aja. Kebetulan dia udah biasa minum ASIP ketika aku kerja, jadi prosesnya lebih smooth.  Tapi selalu ingat, metodeku ini nggak bisa diterapkan ke semua anak ya, karena tiap anak beda-beda.

3. Sabar
Ketika disapih si anak biasanya akan rewel, caper, manja, yaaaa kayak kita pas dulu diputus pas lagi sayang-sayangnya itu lho. Nah sebagai orang tua kita harus panjangin sabar kalau ngadepin anak yang begini. Ingat dia baru 'kehilangan' sumber kenyamanannya, jadi ya wajar kalau dia begitu. Sebisa mungkin kurangi ngomel, bentak, dan marah-marah. Limpahi anak dengan kasih sayang yang lebih dari biasa, curahkan perhatian penuh supaya dia merasa meski dia udah nggak netek lagi tapi kasih sayang kita tetap sama. Tenang bunda, proses caper dan galau si anak nggak akan lama kok, seiring berjalannya waktu dia akan move on juga.

4. Kerja sama dengan Partner
Sebelum menyapih bicarakan dulu hal ini dengan suami, dengan pengasuh anak yang lain (mbak, mertua, ibu) sehingga mereka tahu kalau si anak baru disapih. Tujuannya selain supaya mereka memberi suport ke kita dan menguatkan kita supaya tetap konsisten, juga supaya mereka bersikap lebih sabar kepada anak dan membantu mengalihkan perhatian si anak. Berdasar pengalaman, support system yang baik akan mempermudah proses penyapihan si anak.

5. Sapih ketika si anak dalam kondisi sehat
Ya namanya waktu disapih si anak pasti rewel, susah makan, nggak mau minum, nggak dapet ASI, jadi usahakan waktu menyapih si anak sedang dal kondisi prima. Jika menyapih dilakukan saat si anak sedang sakit, dia akan merasa lebih nggak nyaman, dan mungkin saja sakitnya jadi lebih terasa sakit, atau rewelnya jadi dobel-dobel.

Nah apapun metode yang digunakan untuk menyapih anak dan kapanpun waktu yang dipilih untuk menyapih anak (usia 6 bulan, setahun, dua tahun, tiga tahun) yang terpenting adalah si ibu juga ikhlas. Ikhlas ' melepaskan ' anaknya dan memahami bahwa ini memang adalah salah satu proses tumbuh kembang anak yang harus dilalui. Percayalah kita tetap bisa menjadi ibu yang baik walau sudah tidak menyusui lagi. Bagi yang masih menyusui dan kebetulan membaca tulisan ini, nikmatilah masa menyusui dengan segala tantangan suka dukanya karena suatu hari nanti masa-masa itu akan kita rindukan.

Silahkan share di komen tentang proses menyapih bagi yang sudah sukses, siapa tahu bisa jadi masukan dan dukungan semangat buat ibu-ibu yang lain ya!

With love,
Ibuk Keira. 

KB : Keluarga Bahagia 

Disclaimer : Tulisan ini dibuat untuk pembelajaran bersama, mohon dimaafkan jika terdapat kata yang mengandung unsur pornografi. Tulisan ini diperuntukan bagi 18+ khususnya ibu menyusui.

Halooo-halooo apa kabar? Gimana liburannya? Asik? Masih pengen diperpanjang? Sama sih aku juga, kayaknya enak ya kalo bisa liburan teruus tapi gaji juga jalan terus *dikeplak* Nah mumpung masih hawa-hawa liburan yang biasanya berasa bulan madu buat kamu LDM (Long Distance Marriage) aku mau cerita-cerita soal KB yang aman buat ibu menyusui. Hayooo siapa yang belum merencanakan KBnya?

KB atau Keluarga Berencana adalah salah satu cara untuk merencanakan keluarga (lah?). KB biasanya menggunakan alat/cara yang dikenal sebagai kontrasepsi. Dari bahasanya aja udah bisa ketebak kan, Kontra + sepsi , pencegahan pembuahan. Nah kali ini aku bahas KB untuk Ibu menyusui dulu ya, karena kalau nggak menyusui sih KBnya lebih bebas. Kenapa sih mesti KB? Yang jelas untuk mengurangi resiko kehamilan. Ibu dengan 4 TERLALU memiliki resiko komplikasi lebih tinggi dibanding ibu yang tidak. Ini bukan terlalunya Rhoma Irama lho yaa, tapi 4 TERLALU Itu adalah :

- TERLALU MUDA dan TERLALU TUA, Persalinan dan kehamilan dengan resiko paling rendah untuk ibu dan anak adalah jika usia ibu antara 20-35 tahun. 
- TERLALU BANYAK, Persalinan pertama dan kedua paling rendah resikonya.
- TERLALU DEKAT, jarak antara dua kelahiran sebaiknya 2-4 tahun.

Nah karena hal-hal diatas, maka sebaiknya berKB dulu ya Ibu-ibu. Supaya resikonya lebih rendah dan kita bisa dengan maksimal mengurus anak kita. KB apa saja yang bisa dipakai oleh ibu menyusui?

A. KB NON HORMONAL
KB Non hormonal tidak akan mempengaruhi kondisi hormon di dalam tubuh kita sehingga KB ini cenderung lebih aman. Meskipun demikian ada beberapa metode KB Non Hormonal yang memiliki angka kegagalan yang cukup tinggi. Keuntungan memakai KB Non Hormonal adalah kesuburan kita lebih cepat kembali dibandingkan jika kita memakai KB hormonal.

1. Metode Amenore Laktasi
Metode ini mengandalkan pemberian ASI secara eksklusif. Jadi kalau ibu menyusui bayinya secara full, maka otomatis akan terjsdi penundaan/penekanan ovulasi. MAL dapat dijadikan metode KB jika bayi menyusu secara penuh dan langsung (direct breastfedding) lebih dari 8x sehari, ibu belum haid dan bayi berusia kurang dari 6 bulan. Ketika bayi sudah mengenal MPASI maupun Sufor maka metode ini tidak bisa digunakan lagi meskipun bayi belum berusia 6 bulan. 

2. Metode KB Alami
Metode ini butuh konsistensi, kejelian, dan ketaatan yang tinggi. Ibu harus tau kapan masa suburnya, masa subur dapat diketahui dengan mengamati lendir yang keluar dari vagina (jika encer berarti subur), peningkatan suhu tubuh saat masa subur dan mengetahui tanggal serta siklus menstruasinya. Pasangan yang menggunakan metode ini harus menghindari bersenggama saat masa subur kalau tidak ingin hamil, vice versa. 

3. Metode Senggama Terputus
Metode ini adalah metode yang cukup tradisional dimana pria mengeluarkan penisnya dari vagina sebelum pria mencapai ejakulasi. Cara ini angka kegagalannya cukup tinggi, terutama jika tidak ada kerjasama yang baik dari suami atau jika suami mengalami ejakulasi dini.

4. Metode Barier/Kondom
Pinky kondom from BKKBN

Metode ini cukup efektif mencegah kehamilan jika digunakan dengan benar (harap baca cara pakai di kemasannya hihihi) dan selama kondom tidak bocor/expired. Selain dapat mencegah kehamilan, kondom adalah satu-satunya alat kontrasepsi yang bisa mencegah penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV. Namun perlu diperhatikan ada beberapa orang yang alergi terhadap latex/bahan dasar kondom. Jadi cek dulu apakah ibu alergi kondom atau tidak ya.

5. Metode IUD (Intra Uterine Device)
IUD dan Inserternya

Metode ini cukup efektif dan berjangka panjang. Metode ini juga dikenal sebagai metode 'spiral' karena jaman dulu IUD berbentuk spiral dan bisa dipakai seumur hidup. Saat ini IUD yang beredar di pasaran berbentuk seperti huruf T dengan kumparan tembaga pada kedua sisinya, dan bisa dipakai selama 4- 5 tahun. IUD tidak menganggu produksi ASI. Biasanya jika memakai IUD haid akan menjadi lebih banyak dari biasanya, namun tidak perlu cemas karena itu adalah hal yang normal. Sebagian orang takut pada proses pemasangan IUD, tapi percayalah prosesnya tidak semenyeramkan kelihatannya! Btw sekarang ada metode pemasangan pasca salin, jadi setelah melahirkan langsung dipasang IUD mungkin ibu bisa mendiskusikannya dengan dokter/bidan yang menolong persalinannya sehingga bisa dipasang langsung. Pssstttt aku pakai Metode yang ini lho! Dan aku sendiri nggak ada keluhan, haid lancar, dari suami juga tidak ada keluhan. 

B. METODE HORMONAL
Salah satu KB hormonal a.k.a suntik 3 bulan

Metode hormonal akan mempengaruhi hormon di dalam tubuh kita sehingga pada beberapa orang haid mereka akan terganggu. Gangguan haid yang di dapat biasanya berupa flek, atau malah tidak haid sama sekali. KB hormonal yang dapat dipakai oleh ibu menyusui adalah KB dengan hormon progesteron saja. Metode kontrasepsi yang mengandung hormon progestin saja adalah :
1. Suntik KB 3 bulan/ Suntik depo
2. Kontrasepsi pil progestin/minipil
3. Implan/susuk. 
Implan/susuk adalah metode KB progestin yang dimasukan ke bawah kulit. Biasanya di lengan bagian dalam, dan bisa dipakai selama 3-4 tahun. 

Kapan ibu menyusui sebaiknya mulai berKB?
Kalau misalnya ibu menyusui bayinya secara langsung (tanpa dipompa) dan eksklusif, KB dapat mulai dilakukan 6 bulan setelah selesai melahirkan. Namun jika tidak, KB dapat dilakukan secara langsung setelah melahirkan atau setelah masa nifas selesai. Gampangnya, ketika anak kita udah selapanan, aqiqahan, syukuran sebulanan,  maka itu adalah waktunya untuk berKB!

Nah sekarang udah ada kan gambaran soal KB bagi ibu menyusui, silahkan dilanjut diskusi dengan suami mau KB apa. Terus lanjut konsultasi dengan petugas kesehatan favorit ibu-ibu. Nah kalau ada yang mau ditanyakan lebih lanjut soal KB, feel free to contact me ya!


Source : Pinterest

Berat badan anak adalah salah satu hal yang sering dikompetisikan oleh ibu-ibu, kadang terbersit rasa bangga kalau anaknya ginuk-ginuk nggemesin gitu, dan minder kalau anaknya keliatan kicik imut-imut. Jadi ketika berat badan anak segitu-segitu aja dan pahanya nggak kayak roti sobek banyak ibu ibu yang mulai bertanya-tanya gimana sih caranya meningkatkan berat badan bayi ASI. Makan belum boleh, mau kasih sufor kok ya maunya ASI Ekslusif. Duh!

Aku sebagai bidan tentu saja ngerti prinsip : gemuk belum tentu sehat, sehat nggak harus gemuk. Tapi kayaknya mindset sebagian besar ibu di Indonesia itu anak sehat adalah anak yang gemuk. Padahal yang bener, anak sehat itu kalau pertumbuhannya sesuai standart atau kalau di lihat di KMS (Kartu menuju sehat) itu ada di garis hijau tua atau hijau muda dan tumbangnya sesuai usia. Jujur ya, aku yang paham teori ini lama-lama suka nyesek dan gemes dan akhirnya terpancing juga sih kalau ada yang nyinyirin badan Keira yang cenderung mungil. Padahal, Keira sih masih di garis ijo tua, grafik pertumbuhannya naik terus dan anaknya aktif. Aaarrggghhh..  *jambakin ibu-ibu nyinyir*

Untungnya titinya Keira (ibukku) lebih kebal omongan daripada aku, jadi tiap aku udah mulai nggak pede dan ngomel-ngomel karna abis dinyinyirin, beliau selalu bilang , "nggak apa-apa yang penting Keira sehat." Dan suami juga nggak pernah nuntut Keira harus gemuk. *Pelukin suamik*

Sampai suatu hari ketika ditimbang sebelum imunisasi, berat badan Keira nggak naik. Stagnan gitu. Sebenernya ini karena dia pilek dua minggu sih, tapi tetep aja dari yang tadinya grafiknya ada di garis KMS hijau tua jadi geser ke garis hijau muda. Panick attacked! Akhirnya mulai belajar lagi, apakah ada yang salah dengan pemberian ASI ku? Soalnya waktu itu Keira masih ASI ekslusif (usia 4 bulan). Nah beberapa hal yang berhasil kupelajari dari masalah waktu itu antara lain : 

1. Bayi ASI cenderung tidak terlalu gemuk.
Ya ada sih bayi ASI yang gemuk, tapi rata-rata kenaikan berat badannya nggak seheboh bayi sufor. Asal bayi kita masih dalam kenaikan standart, masih di garis ijo KMS, no need to worry mom! 

KMS atau kartu menuju sehat itu biasanya beruba grafik dan ada di dalam buku KIA. Hayo coba dibuka bukunya dan diintip KMSnya. Di dalam KMS biasanya grafiknya diberi warna kuning, hijau muda, hijau tua dan garis merah. Cara sederhana membaca KMS :

  1. Berat badan naik apabila garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna atau garis pertumbuhannya naik dan pindah ke pita warna di atasnya.
  2. Berat badan tidak naik apabila garis pertumbuhannya turun, mendatar, atau naik tetapi berpindah ke pita warna dibawahnya.
  3. Gizi baik, apabila titik temu berada di pita berwarna hijau.
  4. Gizi kurang, apabila titik temu berada di bawah pita berwarna merah.
  5. Gizi lebih, apabila titik temu berada di atas pita berwarna hijau


Contoh Kartu Menuju Sehat
Jadi jangan buru-buru panik kalau anaknya nggak ginuk-ginuk tapi dia masih dikategori gizi cukup, dan sebaiknya jangan bangga dulu kalau anaknya terlalu ginuk-ginuk dan ada dikategori gizi lebih. Bayi yang obesitas cenderung kurang aktif nantinya, dan kasian juga kan ya kalau organ dalamnya yang masih muda harus bekerja keras karena metabolisme tubuh tinggi gara-gara kelebihan berat badan. Ingat segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik.

2. Manajemen ASI itu penting.
Ini yang aku kurang bener. Jadi Keira itu kan anak ASI perah beneran ya kalau aku kerja, dia bisa 24 jam minum asi perah aja. Nah karena dulu aku mulai nabung ASI sejak keira usia 1.5 bulan jadi stok ASI di kulkas lumayan banyak banget, dan ketika aku masuk kerja karna ngikutin prinsip first in first out maka ASI stok lama lah yang diberikan terlebih dahulu. Bisa dibayangkan ya, ASI yang aku perah ketika Keira usia 1.5 bulan diberikan ke Keira yang usianya 2.5 bulan. Setelah aku baca-baca lagi, konon katanya ASI adalah cairan kehidupan yang kandungannya berubah terus seiring pertumbuhan bayi. Jadi kalau ASI usia 1.5 bulan dikasihin ke anak usia 2.5 bulan ya jelas kalorinya nggak nyukupin to ya. Terus apa dong yang aku lakukan? Mbuangin ASI? Oh tidak.. jadi aku ngasih ASI ke Keiranya diatur sedemikian rupa, supaya lebih efektif. Misalnya gini, dalam sehari Keira butuh 8 kantong ASI. Maka 8 kantong ASI itu terdiri dari :

  •  2 kantong ASI segar perah
  •  2 kantong ASIP beku stok lama
  •  2 kantong ASIP beku stok tengah (gak lama banget tapi juga gak baru banget)
  • 2 kantong ASIP beku stok baru 
Agak rempong sih ya, tapi demi anak apa sih yang enggak. Makanya ASI Perah beku itu jadikan opsi paling akhir ya ibuk-ibuk. Jangan bangga kalau kulkas ASInya penuh tapi nggak ngerti manajemennya, nanti kayak saya lho. Hahahaha Pokoknya ASI segar selalu lebih oke, ASIP adalah pilihan paling akhir. 

3. Tingkatkan pemberian hindmilk.
Pernah mandi pakai shower atau kran air hangat? Biasanya airnya adem dulu kan baru hangat lalu jadi panas. Nah ASI juga gitu, pertamanya foremilk atau asi encer dulu yang keluar baru kemudian hindmilknya. Foremilk adalah asi dengan konsistensi yang encer, kaya laktosa namun lemaknya dikit, sedang hindmilk lebih kental dan kalori serta lemaknya lebih banyak. 
Foremilk dan hindmilk

Salah satu ngakalin berat badan bayi ASI adalah dengan meningkatkan pemberian hindmilk. Gimana caranya? 
  • Dengan memompa sebelum menyusui, tujuannya supaya foremilknya keluar dulu sehingga bayi akan dapat hindmilk. 
  • Menyusui sampai payudara bener-bener kosong, baru pindah ke payudara satunya. Seperti diketahui hindmilk itu ada di 'dasar' payudara, jadinya kalau neteki payudara mesti sampai kosong supaya bayi dapat hindmilk. Jangan bayi baru netek sebentar udah pindah payudara. 
  • Banyak makan sayuran hijau, kacang-kacangan, daging merah.
  • Dengan cara nyendokin ASIP. Cara ini sering aku pakai, jadi caranya ASIP beku kita taruh di kulkas hingga mencair. Setelah mencair amati ASIP, pasti dibagian atas akan nampak lemak asi, nah itu yang disendokin. Kumpulkan lemak asi dalam wadah hingga sesuai takaran minum anak bayi, hangatkan, dan berikan seperti biasa. Cara ini lumayan oke tapi juga lumayan boros ASIP. Biasa aku pakai ASIP lama, biar nggak sayang kalau boros. 
Lantas apakah hindmilk lebih oke dari foremilk? Nggak juga, dua-duanya baik dan punya fungsinya masing-masing. Hanya si hindmilk lebih banyak lemak dan kalorinya, pemberiannya sebaiknya tetep berimbang ya antara foremilk dan hindmilk.

4. Perhatikan jumlah minum bayi.
Dalam menaikan berat badan bayi ASI kita nggak bisa dong hanya membenarkan satu hal, cuma banyakin hindmilk aja misalnya. Kita harus memperhatikan juga jumlah ASI yang dikonsumsi bayi, jangan sampai ternyata selama ini anak kita kurang minum. Bayi membutuhkan sekitar 800cc/hari di 6 bulan pertama kehidupannya. Kita bisa memperhatikan tanda bayi cukup ASI, tingkatkan pemberian ASI jika bayi tidak memenuhi salah satu tanda bayi cukup ASI di bawah ini.
Tanda bayi cukup asi

5. Amati faktor genetik keluarga.
Nah kalau sudah mencoba semua cara meningkatkan berat badan bayi ASI tapi kok anak bayi masih aja imut-imut, coba tengok deh faktor genetik keluarga. Kalau bapaknya imut-imut, ibuknya mungil ya masih wajar kalau anaknya juga imut-imut. Yang perlu diperhatikan adalah berat badannya cukup, nggak gizi buruk, dan anaknya aktif. Emangnya berat badan cukup itu berapa sih? Yuk kita lihat tabel dari WHO berikut (silahkan di klik kalo gambarnya terlalu kecil), dan silahkan bernafas lega kalau si anak bayi masih dikategorikan normal. Segera konsul ke dokter anak atau konseling dengan ahli gizi jika anak masuk kategori kurus ya :) 

Tebel berat badan bayi


Selamat menjadi orang tua, selamat mengASIhi anak!

Xoxo
Postingan kali ini kayaknya bakal jadi postingan terakhir soal ASI Keira nih ya, mengingat Keira sudah lulus ASI. Yeay! Tapi Keira masih minum ASI sih, soalnya produksi ASI juga masih lancar jayamahe. Karunia Tuhan memang mesti disyukuri dan dimanfaatkan kan soalnya.. lagian ASI itu jelas sehat, hemat dan kaya manfaat. Duit yang buat beli sufor bisa buat beli lipen buku edukasi.

Jadi setelah bisa memerah dan menyimpan ASI, bagaimana cara pemberian ASIP ke bayi?

Yang perlu diingat, proses memerah, menyimpan dan memberikan ASI harus steril, bersih dan memperhatikan kondisi ASI supaya ASInya tidak rusak.  ASI hanya boleh mengalami satu siklus perubahan bentuk ya, jadi ASI yang sudah beku dan dicairkan tidak boleh dibekukan lagi. Selain itu ASI juga tidak boleh mengalami perubahan suhu yang terlalu drastis, kayak misalnya dari beku langsung disiram air panas. Soalnya, nutrisi dan kandungan ASI akan rusak jika ASI mengalami hal-hal tersebut. 

Langsung saja ya, begini proses pemberian ASIP ke bayi : 

1 . Ambil ASI dari freezer lalu taruh di chiler supaya mencair. Biasanya ASI beku membutuhkan waktu 4-6 jam untuk mencair, jadi ASIP yang akan diberikan besok sebaiknya mulai dicairkan di kulkas malam sebelumnya. Kenapa tidak langsung ditaruh di luar? Ya.. untuk meminimalisir perubahan suhu yang terlalu drastis itu tadi.
Taruh ASIP beku di kulkas malam sebelumnya.

2. Taruh ASIP beku yang sudah mencair di suhu ruang, sekitar 10 menit agar suhunya tidak terlalu dingin. 

3. Taruh ASIP yang sudah cair didalam mangkok,cangkir atau baskom berisi air hangat. Ingat, airnya hangat ya... bukan panas.
Taruh ASIP beku yang sudah cair dalam tempat berisi air hangat.

4. Putar ASIP searah jarum jam agar hindmilk dan foremilknya bercampur. Pada ASIP beku yang sudah dicairkan, biasanya hindmilk dan foremilknya terpisah. Jadi ASI akan nampak terdiri dari bagian encer dan kental (biasanya keliatan banget lemaknya ngambang diatas) nah untuk mencampurkannya, putar searah jarum jam. Mengocok ASI akan menyebabkan lemak ASI rusak.
Biasanya setelah cair ASIP akan berlayer-layer seperti ini

5. Berikan ASI kepada bayi melalui media yang sesuai iman dan kepercayaan buk ibuk semua. Media pemberian ASI yang paling baik adalah bukan dot ya, karena dot meningkatkan resiko bingung puting a.k.a bayinya kelak jadi nggak mau netek ke ibunya, maunya ngedot aja. Nah kalau nggak mau baper gara-gara ditolak bayinya, pakailah cup feeder, feeding spoon atau gelas sloki kecil. Kalau kekeuh mau pake dot afirmasi harus kenceng ya dan siap-siap baper kalo payudaranya ditolak anak bayi.

Untuk keadaan darurat ASIP beku dapat dicairkan dengan meletakkan plastik ASIP/botol ASIP beku di bawah kran air mengalir sambil digoyang-goyangkan sampai ASI di dalamanya mencair. Setelah itu rendam sebentar dengan air hangat supaya suhunya tidak terlalu dingin, baru berikan ke bayi. Ingat ya ini hanya khusus untuk keadaan darurat saja!


Mencairkan ASI pada saat darurat

Berapa lama penyimpanan ASIP beku yang sudah cair?

ASIP beku yang udah cair ada masa kadaluarsanya yaitu :
- ASIP perah beku yang sudah dicairkan hanya bertahan 24 jam di chiler/kulkas biasa.
- ASIP perah beku yang sudah dicairkan dan dihangatkan tapi belum diminumkan bertahan 4 jam di suhu ruang.
- ASIP perah beku yang sudah dicairkan dan dihangatkan ples sudah diminumkan tapi nggak habis bisa bertahan ... Hmmm kalau kondisi bersih bertahan satu jam, tapi ada sumber yang mengatakan sebaiknya langsung dibuang saja karena sudah terkontaminasi air liur bayi .
- ASIP yang sudah dicairkan dan dihangatkan TIDAK BOLEH dibekukan lagi.

Kadang kita sayang ya ngebuang-buang ASI, kadang masih nawar.. udah lewat 4 jam tapi kayaknya ASInya masih bagus kok, boleh ya tetep diminumkan? Aku pribadi sih enggak ada tawar-menawar soal ini ya, karena mestinya para ilmuwan yang neliti soal daya tahan ASIP ini sudah neliti sampe telitii buanget makanya bisa menyimpulkan daya tahan ASI sekian-sekian itu, jadi kenapa mesti nawar atas dasar eman-eman? Toh payudara masih ngeluarin ASI. Inget ya, bakteri itu cuiliiiikk buangettt dan nggak bisa dilihat pakai mata telanjang, kita nggak akan pernah tau dalam sekian jam itu bakteri apa saja yang sudah mengkotaminasi ASIP itu. Jadi buat anak jangan deh ya tawar menawar, nawarnya sama bakul cabe di pasar aja.. hehehehe

Pastikan mengecek apakah ASI yang mau diberikan ke bayi sudah rusak atau belum. ASI rusak biasanya berbusa dan berbau tajam kayak muntahan. Kadang ada orang yang ASInya memang agak tengik karena pengaruh enzim lipase nah dalam kasus ini itu masih normal. Jadi, buat tau ASI yang bagus kayak apa yang rusak kayak apa, korbanin dikitlah ASImu untuk eksperimen. Bandingkan bagaimana rasa dan bau ASI segarmu, ASI perah dalam chiler, ASI beku yang dicairkan dan ASI rusak. Ingat pengalaman adalah guru terbaik.

Akhirnyaa selamat mengASIhi anak tercinta, pasti bisa lulus 6 bulan yes! If you need to know more about breastfeeding or you want to share your amazing story just leave a comment or contact me! Xoxo 


Sebel deeeeeh sama indosaaat! Akhir-akhir ini sinyalku antara ada dan tiada kayak hantu, bikin keki nggak bisa belanja online ngeblog. Jadinya aku mesti numpang wifi gratis dong deh di RS buat nulis blog, nggak papa lah ya.. sayang kalau wifinya nggak dipake. *Dikeplak*

Baiklah kali ini aku mau cerita tentang Booster ASI atau segala sesuatu yang konon bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Apa semua ibu menyusui perlu booster asi? Menurutku enggak. Ya kalau ASInya udah kimplah kimplah, kenapa mesti pake booster asi ya kan? Tapi semua balik lagi ke iman masing-masing ya ibu-ibu kece senusantara, kalau rasanya nggak pede sama produksi ASI bolehlah cari pelancar ASI, tapi kalau udah pede jaya ASInya cukup ya sudaaah mending duitnya buat jajan lipen kayak saya. Hehehehe

Okeeee jadi dulu aku pernah mengalami masa masa dimana aku butuh booster asi, yaitu ketika Keira opname dan ketika aku awal masuk kerja. Dan apa saja booster yang pernah aku icip?

1. Susu almond
Susu almond ini aku beli pas masih di rumah sakit post SC, rasanya endes bambang gulindang. Enaaaaaak bangett, tapi sayang di aku nggak begitu ngefek susu almondnya. Jadi ASInya tetep so-so aja minum ini. Nggak nambah, nggak berkurang.

2. Milmor
Milmor ini diresepin sama dokter ririel, diminum 3x sehari dan jadi booster ASI pertama yang aku minum. Lumayan bikin ASIku keluar di hari pertama (meski asiku sudah keluar sejak hamil 7 bulan), milmor ini cuma aku minum selama 15 hari sih, abis itu stop karena males beli lagi. Dan pada dasarnya aku ini bosenaaan!

3. Mama soya
Ini susu kedelai yang ngehits dikalangan ibu- ibu LGB, beli pertama waktu Keira opname di RS, beli di instagram dianter pake gojek. Rasanya enak, kental, manis walau nggak dikasih gula, nggak langu, ada rasa kurmanya. Mama soya ini bentuknya susu bubuk ya, jadi perlu di seduh dulu pakai air hangat, dikemasannya sih tertulis dia ada sari daun katuk, habbatusada dan rempah lain, cuma rasanya enak kok! Aku minum ini awalnya 2x sehari, tapi lama lama jadi cuma kalo pagi doang. Kemampuan meningkatkan ASI cukup bagus sih, diawal pemakaian aku langsung banjir ASI malamnya, cuma lama lama aku minum ini karena rasanya yang enak aja, bukan lagi buat ningkatin ASI.

4. Mama honey
Mama honey ini masih satu pabrik dengan mama soya, mama honey ini madu dengan tambahan habbatussauda dan kurma. Rasanya nggak kayak raw honey *yaiyah!* tapi lebih ke manis kurma dan rasa jamu. Biasanya aku campurin mama honey kedalam mama soya atau susu kedelai murni. Mama honey nggak ngefek buat ningkatin produksi ASI di aku, hanya bikin ASI nggak amis aja.

5. Melilea soyamilk
Susu kedelai dari melilea ini rasanya enak, nggak langu dan manis meski tanpa tambahan gula. Lumayan ngefek menjaga produksi ASI di aku, biasa aku minum selang-seling sama mama soya biar nggak bosan. Rasanya plek banget sama susu kedelai murni.

6. Aneka sayuran hijau : bayam, daun katu, daun kelor, daun pepaya, pare, dll
Sayuran hijau is a must! Ngefek banget buat meningkatkan, mengentalkan dan menjaga produksi ASI bonus melangsingkan tubuh. Heheeheh waktu cuti dan di rumah hampir tiap hari menu makan kalau nggak sayur bening ya pecel, dengan dan tanpa nasi. Alhasil berat badan cepet turun dan ASI melimpah ruah, kerasa banget bedanya saat udah kerja dan konsumsi sayur udah nggak sebanyak dulu (anak kost euy, suka males masak) ASI nggak sebanyak dulu.

7. Jamu uyup-uyup
Alternatif  kalau malas masak sayur dan butuh asupan sayur. Jamu uyup-uyup udah ngehits sejak jaman mbah-mbah dulu sebagai booster ASI. Biasa aku konsumsi ini kalau lagi jauh dari sayuran hijau, rasanya lumayan sih. Lumayan pahit maksudnya.. Heheheh jamu uyup-uyup ini konon bahannya adalah aneka rempah dan sayuran hijau. Setelah konsumsi ini ASI jadi enak baunya, kental. Kemampuan meningkatkan ASI dia aku so-so. Kadang ngefek, kadang enggak.

8. Oat
Oat adalah salah satu superfood yang tinggi serat dan omega 3, tapi ternyata oat juga bisa jadi booster ASI. Sebenernya udah sejak lama aku konsumsi oat, kadang dicampur buah atau cokelat. Tapi ternyata oat campur mama soya itu enaak! Cukup campurkan 4 sdm oat dan 2 sdm mama soya, kasih air panas segelas. Jadi deeeh~ buat yang nggak suka oat, bisa coba muesli atau granola yang rasanya lebih manusiawi.

9. Minyak ikan
Sebenernya tujuan minum ini buat jaga daya tahan tubuh aja sih, tapi setelah dipikir-pikir kalo minum ini mungkin ASInya juga bakal banyak omega 3 nya, yang tentu saja bagus buat otak bayi. Nggak ada perubahan apa apa sih setelah minum ini, ASI produksi segitu segitu aja, kekentalan juga sama aja.

10. Happy dan relaks
Pantangan ibu menyusui itu nggak boleh sedih dan stres. Kalau lagi capek, stres, badmood, dijamin produksi ASI akan menurun, dan hal ini sudah aku alami. Biasa kalau suami habis datang, habis belanja, habis makan enak, habis ngumpul sama temen, ASI akan melimpah ruah. Tapi kalau stress, panik, kemrungsung, ASI langsung macet. Moody  banget ya si ASI ini... Makanya bagi yang produksi ASInya belum banyak, relaks dan happy dulu deh! Semakin kamu stress mikirin produksi ASImu semakin macetlah ASImu, semakin macet semakin stresslah Kamu. Lingkaran setan banget lah! Dan stop lirik payudara dan stok ASI tetanggga, merem aja.. Percaya ASImu cukup.

11. Rajin pumping.
Gini ya, mau kamu minum dan makan booster sehohah, udah happy luar dalam kalau ASInya nggak dikeluarin ya PERCUMA, karena untuk kesekian kali aku kasih tau ASI diproduksi berdasar suply and demand. Semakin sering ASI dikeluarkan tubuh akan mengartikannya sebagai sinyal bahwa kebutuhan banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksinya. Hal ini sudah aku alami sendiri, ketika produksi ASIku down, aku nelen aneka booster dan hasil ya nihil. ASI hanya jadi kentel tanpa tambah banyak, jadi menurutku booster ASI itu lebih ke kualitas ASI sedang yang meningkatkan kuantitas ASI ya demand atau permintaan. Cobalah pumping setiap 2-3 jam sekali jika sedang tidak bersama bayi, pompa 30 menit sebelum menyusui dan segera setelah menyusui, pompa payudara yang lain saat bayi sedang menyusu, lakukan power pumping  sehari 3 kali atau minimal seminggu sekali, pompa setiap pagi antara jam 00- 05.


Dari hasil pengalaman, yang paling dasyat meningkatkan produksi ASI adalah hisapan bayi itu sendiri, jadi berbahagialah yang bisa selalu di dekat bayinya, tinggal telaten netekin aja. Tetap semangat ya, kalau ibu lain bisa kita juga pasti bisa. Selamat mengASIhi!

Xoxo
ASI Perah

Pertanyaan yang umum ketika membahas masalah asi perah adalah , "Bisa tahan berapa lama?" Atau "Bisa di simpan di mana?", nah kali ini aku akan sedikit cerita tentang penyimpanan ASI perah ini ya..

Yang pertama adalah tentang media penyimpanan.
Secara umum media penyimpanan ada dua yaitu botol dan plastik khusus ASIP yang BPA free. Botol masih dibagi menjadi botol kaca dan botol plastik khusus ASI yang BPA free. Kedua media ini sebaiknya digunakan dalam kondisi bersih dan steril supaya ASI lebih tahan lama dan tidak cepat rusak. Untuk kantong plastik khusus ASIP biasanya sudah presterilised dari pabriknya, sedang untuk botol kita bisa mensterilkan dengan cara direbus maupun disteril dengan alat.


1. Botol Kaca
Botol Ex UC (kiri) dan Botol tutup karet (kanan)

Aku memakai dua jenis botol kaca, yang satunya botol exs UC 1000 dan satunya lagi botol dengan tutup karet (ada merk BKA ada botol rekondisi). Keuntungan botol kaca adalah dia reuse alias bisa digunakan kembali jadinya lebih hemat dan lebih go green. Kelemahannya dia memakan banyak tempat di freezer. Kalau ditanya mana yang lebih enak, botol ex UC apa botol tutup karet? Aku pribadi senang yang tutup karet, karena dia mudah di bersihkan dan takarannya pas yaitu 100cc tetapi kelemahannya botol ini kalau kepenuhan tutupnya bisa terbang mental melayang, jadi ASInya rusak. Solusinya sih kalau aku,biasa tutupnya aku kasihin solasi gede. Hehehe

Sedangkan botol UC, bisa muat sampai 130cc dan tutupnya nggak bakal muncal kemana-mana karena modelnya uliran, tapiii mulut botolnya kecil jadi PR banget ngebersihinya. Nah buat yang pakai botol ex UC sebaiknya tutupnya wajib diganti ya, karena tutup botol UC itu kan bisa teyengan dan kurang rapat, akibatnya asi yang didalamnya bisa terkontaminasi. Lagian tutupnya cuma 400-500 rupiah aja kok di toko, muraaah kalo dibandingkan dengan kesehatan anak kita dan kualitas asi kita. 

2. Plastik khusus ASIP
Plastik khusus ASIP

Untuk plastik ASIP aku pernah mencoba baby grow, natur, little giant, Sunmum dan Momo. Natur, momo dan baby grow adalah plastik dengan single zip dengan bagian bawah yang datar sehingga bisa dibekukan dalam posisi tidur dengan hasil akhir kotak rapi. Sedangkan sunmum adalah plastik dengan triple zip sehingga lebih aman dan plastiknya lebih tebal. Plastik khusus ASI biasanya sudah di steril sama pabriknya, jadi kita tinggal memakai. Sejauh ini yang favorit tetep momo dan sunmum, karena harganya reasonable dan bahannya lebih tebal dibanding plastik sekelasnya. Malah konon gosipnya, Sunmum memakai bahan plastik yang sama dengan Lasinoh, plastik ASIP ngehits di luar negeri sana. Penggunaan plastik khusus ASIP dalam waktu lama sebenarnya masih mendapat pro dan kontra, di samping karena tidak goo green ada beberapa sumber yang menyebutkan  penggunaan plastik khusus ASI sebaiknya hanya boleh untuk waktu 3 x 24 jam saja dikarenakan plastik lebih rentan bocor atau terkontaminasi. Dalam hal ini, silahkan sesuai keimanannya masing masing ya ibuk-ibuk, aku pribadi menyimpan ASIP beku dalam plastik selama 2 bulan di deep freezer karena aku yakin plastikku tidak bocor, tertutup dengan aman, dan aku simpan di freezer khusus ASI. 

Kedua tentang cara penyimpanan.
Penyimpanan ASI dengan menggunakan plastik khusus.
Prinsip penyimpanan ASI sebenarnya sederhana sekali, ASI tidak boleh mengalami perubahan suhu yang teralalu ekstrim dan harus di simpan dengan steril. Selain itu ASI hanya boleh melewati satu siklus perubahan suhu supaya kandungan vitamin dan mineralnya tidak rusak. Maksidnya, jika sudah dicairkan ASI tidak boleh dibekukan lagi, jika sudah dipanaskan atau sudah diubah menjadi suhu ruang ASI tidak boleh didinginkan lagi. Karena itu langkah yang biasa aku lakukan untuk penyimpanan asi adalah :

1) Setelah diperah, masukkan ASI kedalam botol/plastik khusus ASI kemudian beri label nama, tanggal, dan jumlah ASI. Menurutku pemberian label ini penting, selain kita bisa menghitung jumlah stok ASI kita, dengan penempelan label ini kita bisa menerapkan prinsip fifo (frist in frist out) atau memakai ASI terlama yang ada di kulkas dulu dengan mudah. Hal ini juga akan memudahkan kita dalam menata stok ASI kita atau jika misalnya ASI itu akan kita donorkan. 
2) Setelah itu diamkan ASI sebentar dalam suhu ruang. Biasanya sambil mendiamkan ASI, aku beberes alat pumpingnya sehingga semua bisa seleasi berbarengan.
3) Masukkan ASI kedalam chiler sebentar, sekitar 10 menit. Bagian ini sering ke skip apalagi kalo merah di kantor atau waktu dini hari. Hehehe ampun deh! Tapi sebaiknya bagian ini tetap dilakukan ya.
4.) Masukan ASI kedalam freezer, letakkan di belakang ASI yang lebih dahulu diperah. Jadi arah menatanya adalah kebelakang ya, ASI terbaru ada di barisan belakang bukan di barisan depan. Khusus untuk plastik ASI, penyimpanan di freeser pertama dalam posisi gepeng alias tidur, nanti setelah beku baru ditata sedemikian rupa supaya rapi dan hemat tempat.
5. ASI perahan boleh digabung dengan ASI perahan pada jam lain asalkan suhunya sama dan jedanya tidak lebih dari 12 jam. Jadi ASI perahan jam 9 boleh dicampur dengan ASI perahan jam 12, caranya taruh ASI jam 9 di chiller, setelah mompa jam 12, taruh ASI jam 12 di chiler juga. Setelah suhu keduanya sama campur dalam satu wadah baru bekukan.

Penyimpanan ASI dengan botol kaca


Edited : ASI yang berubah menjadi kuning ketika di bekukan merupakan hal wajar. 

Ketiga Tempat Penyimpanan ASI.


Prinsipnya semakin dingin suhu tempat penyimpanan ASI semakin lama ASI bisa di simpan. Penyimpanan ASI sebaiknya di sendirikan dalam freezer atau kulkas khusus ASI, but i know nggak semua ibu seberuntung aku yang punya deep freezer gratisan di rumah. Nah kalau yang nggak ada freezer khusus atau kulkas khusus dan enggan beli karena nggak tau kelak mau buat apa, jaman sekarang udah bisa sewa kok! Sewanya sekitar 100-150 ribu perbulan. Nah kalau misalnya nggak ada yang nyewain freezer di deket rumah, dan akhirny terpaksa pakai kulkas yang ada, Tenang! Masih bisa diakalin kok! Caranya, masukan ASI yang sudah di simpan di botol/ plastik kedalam wadah tertutup/tupperware sehingga tidak terkontaminasi lingkungan sekitar. Kalau perlu simpan bahan makanan lain dalam wadah tertutup juga untuk meminimalkan kontak dengan tempat ASI kita. Plus, jangan taruh terasi atau ikan laut atau bahan makanan berbau tajam lainnya di dekat ASI kita ya.

Untuk ketahanan ASI bisa dilihat dalam gambar berikut, untuk ASI yang sudah diminumkan (sudah kena air liur bayi) sebaiknya tidak diminumkan lagi/langsung buang, atau kalau tetep mau di minumkan tidak boleh lebih dari satu jam.


Sekian cerita tentang ASI kali ini, feel free to share your experience too or to ask anything about ASIP ! Karena kita adalah pejuang ASI, yeay!!


ASIP beku Keira

"Mbak, kalau Kamu kerja Keira minum apa dong?"

"Mbak, berarti Keira udah disambung susu formula ya?" 

"Itu caranya biar ASInya banyak kayak Kamu gimana sih?"

Pertanyaan-pertanyaan diatas adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan ke aku, nah di postingan kali ini aku akan bercerita soal ASIPnya Keira. 

Sebenarnya Keira itu bukan bayi ASI Eksklusif, karena kalau dari definisinya ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan atau pengganti yang lain selama 6 bulan full. Sementara Keira di minggu awal kehidupannya harus opname karena mengalami hiperbilirubin atau bahasa umumnya kuning. Waktu itu kadar bilirubin total Keira sempat mencapai angka 34.79 yang artinya sangaaaaaat tinggiiii sekali dan dia harus di rawat di NICU. Hari itu aku belum ada persiapan sama sekali, pompa belum ada, botol untuk nyimpen asi belum ada, dan akhirnya atas pertimbangan medis aku acc untuk pemberian susu formula. Meski setelahnya aku dapat donor asi dari mama alya dan setelah berhasil pumping aku nganter asi buat Keira, namun di hari pertama dia opname dia sudah mengenal susu formula.

Jangan ditanya lagi ya stressnya kayak apa, waktu yang mestinya bisa ngelonin Keira di rumah jadi mesti ngintip keira dari jendela RS karena dia dirawat di inkubator. Belom lagi judgement dari orang-orang, "ASI kamu mesti kurang makanya anakmu kuning." Atau "Keira nggak pinter ya nenennya?" Hiih rasanya pengen kutendang ke bulan deh mereka. Masalahnya ASIku saat itu cenderung kimplah-kimplah bahkan sampai tumpah di sprei segala saking penuhnya, dan Keira itu pinter banget neteknya, putingku nggak pernah lecet bahkan dokter aja bingung karena Keira itu nenen pinter, ASI banyak kok bisa angka bilirubinnya melejit sedemikian cepat. Nah ternyata penyebab hiperbilirubin itu nggak cuma kurang minum, tapi bisa karena perbedaan golongan darah ibu dan bayi. (Golongan darahku A , Keira O makanya angka bilirubinnya cepat sekali naik.) Tapi hal-hal diatas pada akhirnya malah bikin aku semangat buat ngasih ASI aja buat Keira selama 6 bulan full, syukur-syukur bisa sampai 2 tahun. (Amiiiiiiinn)

Kali ini aku mau cerita soal perjalanan ASI Keira, namun karena ceritanya panjang buanget kayak rel kereta jadi ceritanya bakal aku bagi menjadi beberapa part ya. Part pertama ini bakal cerita tentang kenapa milih ASI, bagaimana pumping, dan soal nabung ASI.

Kenapa pilih ASI Perah dan bukan formula?
Kandungan ASI vs Formula
Simplenya karena Tuhan sudah menyediakan ASI tentu bukan tanpa alasan, jadi mestinya ASI adalah yang paling ideal dan paling baik buat bayi. Secanggih apapun Susu formula, kandungannya tidak akan selengkap ASI. ASI juga pastinya lebih mudah dicerna oleh bayi, hampir tidak ada bayi yang diare/sembelit gara-gara ASI. Dari literatur yang aku baca, paling baik memang direct breastfeeding atau menyusui langsung, jadi urutannya direct breastfeeding - ASI perah segar - ASI perah yang disimpan di chiller/pendingin- ASI perah beku. Jadi kalau nggak kepepet banget jangan pakai ASI beku ya. Berhubung rumahku itu ndeso dan aku kerja di kota yang jaraknya 2 jam perjalanan plus kebetulan rumahku itu jalur wisata yang kalo pas macet bisa nyamain macetnya jakarta, akhirnya diputuskan aku pulang maksimal 2 hari sekali, its mean ada kalanya aku nggak menyusui Keira secara langsung. Triknya biasanya gini : ketika pulang aku nyusuin langsung, tetep merah buat stok ASI di kulkas, sebelum berangkat kerja merah lagi buat stok ASI segar, baru kalo itu habis ASI bekunya dipakai.

Dari segi harga, jelas ASI lebih hemat karena jelas ASI itu gratis. Bayangkan saja kalau mesti beli susu formula dengan kebutuhan bayi menyusu minimal 8x sehari,bisa habis berapa ratus ribu perbulan buat susu aja? Tapi aslinya ASI perah itu nggak hemat banget juga sih, sebab perintilannya ternyata banyak ; breastpump, sterilizer, botol kaca buat nyimpen ASIP, plastik ASIP, cooler bag, ice pack, ice gel, warmer, freezer, dll

Kapan mulai nabung ASI? 

Mulai rajin nabung ASI ketika Keira pulang dari rumah sakit, jadi ceritanya waktu itu sekalian pumping buat meningkatkan produksi ASI nah daripada hasil pumpingannya dibuang akhirnya di simpen aja karena waktu itu aku masih menyusui langsung. Terlebih lagi aku baca baca dan denger cerita kalau ketika sudah kerja produksi ASI biasanya menurun, dan karena aku nggak mau ASInya kejar tayang kayak sinetron Indonesia jadi kuusahakan buat nabung ASI. Jadi menurut pengalamanku, sebaiknya ibu bekerja mulai nabung ASI ketika bayi berusia sebulan, atau saat dirasa ASI yang dihasilkan adalah ASI mature. Jangan nunggu mepet habis cutinya baru nabung.

Kalo full time mom a.k.a ibu rumah tangga perlu nabung ASI nggak? Kalo menurutku iya, perlu. Meski tabungan ASInya mungkin nggak perlu sebanyak ibu yang bekerja. Gunanya buat jaga-jaga kalau misal kita tetiba ada acara pergi yang nggak bisa ngajak si kecil atau kalau amit amit kita sakit dan perlu dirawat di RS, karena masa depan itu nggak ada yang tau kan? Lebih baik sedia payung sebelum hujan.

Berapa sering pumping atau merah ASI?

Dulu waktu masih di rumah dan menyusui langsung aku merah asi 3-4 kali sehari, yaitu pagi ketika bangun tidur, siang ketika keira tidur, sore sambil nonton drama korea dan malam sebelum keira tidur. Kalau lagi rajin sih dini hari juga pumping, tapi kebanyakan enggaknya soalnya dini hari itu enaknya selimutan sambil ngelonin Keira.

Nah ketika kerja dan nggak serumah lagi sama Keira aku jadi jarang pumping, dan ITU ADALAH KESALAHAN TERBESARKU. Akibatnya produksi ASIku sampai menurun 50% , ya gimana enggak, disusui enggak, diperes juga enggak. Jadi buat yang belum terlambat, jangan kayak aku ya karena sumpah naikin produksi ASInya susah buangettttt bahkan sampai saat ini aku belum sukses balikin supply ASIku kayak dulu.

Idealnya pumping atau merah ASI itu setiap 2-4 jam sekali  atau 8-12 kali sehari mengikuti pola menyusui bayi ya  ( terutama bagi yang ekslusif pumping ) bahkan dini hari sekalipun karena justru dini hari antara jam 1-5 adalah saat dimana hormon prolactin banyak di produksi. Contoh jadwal pumping bisa dilihat di bawah ini, terutama bagi yang ekslusif pumping. Sekali merah sebaiknya 10-15 menit saja, karena itu adalah durasi rata-rata bayi menyusu. Memerah yang terlalu lama justru akan menyakiti payudara dan bikin jenuh. Lebih baik mompa sebentar tapi sering daripada lama tapi jarang.
Jadwal pumping
Tapi kalau mompanya nunggu payudara penuh kan hasilnya lebih banyak?
Yakin? Yakin lebih banyak?? Logikanya gini ya, ketika nunggu payudara penuh sekitar 6 jam misalnya, hasil perahan bisa mencapai 120 cc. Sedangkankan kalau tiap 2 jam hanya dapat 50cc, tapi kalau ditotal 6 jam dapatnya 150cc kan? Ingat semakin sering di perah semakin CEPAT ASI di produksi, payudara yang kempet adalah tanda dia sering memproduksi. 

Ibu rumah tangga perlu merah ASI nggak? Menurutku perlu. Satu buat nabung, dua buat maintenance dan ningkatin produksi ASI. Selain itu kalau bayinya sudah minum ASI tapi di rasa kok nggak segembil bayi tetangga (meski ukuran sehat itu bukan gendut ya) dan ibu pengen booster kenaikan berat badan, ibu bisa mersh dulu ASInya sampai habis bagian foremilk atau ASI yang encer supaya bayi dapat asi kental / hindmilk yang banyak mengandung lemak.

Sekilas tentang foremilk  dan hindmilk ya, jadi ASI kita itu ternyata terdiri dari dua bagian yaitu foremilk atau bagian asi yang encer dan hindmilk atau ASI yang kental. Foremilk banyak mengandung air sehingga nampak lebih encer, dia banyak mengandung nutrisi untuk otak gula dan protein, biasa payudara mengeluarkan foremilk terlebih dahulu. Hindmilk adalah ASI yang lebih pekat dan banyak mengandung lemak sehingga baik untuk pertumbuhan bayi, hindmilk biasanya dikeluarkan belakangan itulah sebabnya menyusui sebaiknya benar benar sampai payudara kosong supaya bayi dapat hindmilk dan tidak terjadi pembengkakan di payudara ibu. Mana yang lebih baik, hindmilk atau foremilk? Dua-duanya baik ya, jadi usahakan bayi dapat dua-duanya .


Sekian dulu ya cerita tentang ASInya, bersambung di part berikutnya.