Skincare Pemutih Kulit Instan

Salah satu Skincare Pemutih di pasaran

Beberapa hari yang lalu aku sempat bercerita di Instagram Story soal Skincare tidak aman yang akhir-akhir ini marak diperjual belikan di Indonesia. Rupanya banyak yang tertarik dengan bahasan tersebut sehingga aku memutuskan untuk menuliskannya di sini supaya lebih mudah menyebarluaskannya. Sebenarnya peredaran Skincare abal-abal ini sudah lama ada di Indonesia, bahkan pemerintah sudah dari dulu berusaha untuk memberantas peredarannya. Namun apalah daya skincare jenis ini seperti jamur di musim hujan, mati satu tumbuh seribu bok!

Kenapa seperti itu? karena demandnya banyak.

Dari jaman dahulu kala standar kecantikan di Indonesia itu : rambut panjang lurus, kulit putih bersih, badan tinggi langsing, persis kayak nasi putih pakai wig atau kalau kata temenku hal itu bisa jadi karena standar hantu Indonesia itu Kuntilanak. Oke baiklah bisa jadi begitu ya, huahahhaha. Namun sejujurnya aku curiga ini karena kita dijajah oleh Belanda, Portugis, Inggris dan Jepang yang semuanya kebetulan berkulit putih. Wanita kita dulu mungkin kagum pada noni-noni Belanda yang tinggal di rumah besar bergaya indische dengan topi dan gaun berenda yang anggun, mereka nampak berkelas, berpendidikan, langsing, berkulit putih dan superior. Para wanita pribumi yang kebanyakan hanya menjadi pembantu di rumah-rumah itu merasa inferior dan tanpa sadar mulai menganggap kecantikan ala noni Belanda itulah yang superior. Hal itu akhirnya diwariskan turun temurun dan bermetamorfosa menjadi standar kecantikan yang kita tahu.

Oke, itu adalah salah satu teori ngarang yang aku bayangkan dalam imajinasi setiap melihat iklan produk kecantikan di televisi. Namun sejujurnya iklan-iklan itu cukup mengganggu karena aku kebetulan mendapat anugerah yang jauh dari standar kecantikan ala Indonesia : Kulitku cokelat nyaris hitam, rambut keriting, tinggi nggak sampai 160cm dan badan dengan lemak dimana-mana. Mungkin banyak teman-teman dari Indonesia timur yang merasakan diskriminasi akibat standar kecantikan Indonesia ini dan percayalah aku tahu rasanya. 

Banyak yang mengira aku bukan berasal dari Jawa atau minimal pasti orang akan mengira aku berdarah campuran. Maksudnya campuran Indonesia timur dan jawa, bukan campuran londo. Aku menghabiskan masa SMPku dalam bullyan (meski pretasi akademiku sangat baik) dan itu membuatku merasa rendah diri sepanjang masa SMA dan kuliah. Masa-masa remaja ketika kita sedang mencari jati diri dan kita menemukan fakta bahwa kondisi fisik ternyata menentukan apakah kamu diterima atau tidak dalam pergaulan tentu akan membuat kita memiliki citra tubuh yang berbeda. Apalagi tentunya ada sekelompok anak populer di sekolah yang memenuhi standar kecantikan Indonesia. Kita pun ingin menjadi seperti mereka, kita lupa bahwa kita istimewa. Kita mulai melupakan rasa cinta kita pada diri kita dan menggunakan berbagai cara untuk bisa menjadi seperti mereka. 

Bisa dibayangkan kan sekarang kenapa krim pemutih abal-abal masih laku keras bak kacang goreng di Indonesia? karena harganya terjangkau dan hasilnya terlihat dengan cepat. Anak-anak SMA dan kuliah bisa beli dengan uang jajan mereka, ibu-ibu rumah tangga bisa beli dengan sisa uang belanja mereka, ibu bekerja bisa beli dengan gaji mereka karena ingin seperti temannya, intinya krim pemutih abal-abal ini menjangkau semua lapisan masyarakat. Nggak kayak SK II yang mungkin bagi sebagian orang belinya aja pake  mikir seribu kali, kayak aku.

Dulu waktu kuliah aku juga pernah pakai krim abal-abal ini dan baru berhenti sekitar tahun 2011. Waktu itu aku merasa flek hitam di wajahku bertambah banyak. Panik aku mulai mencari tahu sebabnya dan akhirnya aku tahu kalau bahan skincare yang aku pakai kemungkinan besar mengandung merkuri. Saat itu aku menggiatkan kampanye anti skincare nggak jelas di lingkunganku bahkan aku sampai bertengkar dengan salah satu sahabatku karena aku ngotot soal skincare yang nggak aman ini. Lama waktu berselang aku sudah tak lagi peduli soal skincare ini hingga akhirnya aku menemukan fakta kalau ibuku memakai skincare abal-abal.

Patah hatiku rek.

Salah satu alasanku menulis review skincare di blog ini adalah supaya kalian, para pembaca blog ini tahu kalau skincare yang dijual di toko-toko itu juga ada yang memberikan hasil nyata jika dipakai secara telaten. Selain itu aku ingin memudahkan kalian dalam membuat pilihan, eh lha kok ibuku sendiri malah pakai yang nggak jelas. Sesungguhnya aku sudah mengembalikan ibuku ke jalan yang benar namun setelah kutinggal ke Sumba kok beliau jadi pakai lagi. Akhirnya aku kembali memberikan perhatian pada skincare abal-abal yang ternyata sekarang sudah lebih modern dan memakai steroid sebagai bahan aktif. Sekarang skincare ini ternyata juga nggak cuma terdiri dari sabun, toner, krim pagi dan krim malam tapi juga handbody lotion. Klaim semua skincare ini sama : MEMUTIHKAN. Oke, I will tell you the truth : Kulit kita nggak akan bisa jadi lebih putih dibanding bagian-bagian tubuh yang nggak kena matahari (lengan dalam, perut, paha). Jadi jangan pernah kamu ngarep kulitmu bakal kayak orang korea kalo perutmu aja warnanya kuning langsat! Banguuun.. jangan kejauhan mimpinya yo.

Sebenarnya ciri-ciri skincare abal-abal ini cukup mudah dikenali sih, berikut beberapa di antaranya :

1. Tanpa Nomor BPOM
BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan adalah badan yang bertugas mengawasi obat dan makanan yang beredar di Indonesia. Simplenya jika ada makanan dan obat yang diperjual belikan tanpa ijin BPOM/PIRT berarti itu ilegal. Sebenarnya ada beberapa skincare di Indonesia yang beredar tanpa BPOM karena merupakan skincare yang berasal dari luar negri namun belum resmi masuk Indonesia seperti skincare yang berasal korea, kanada, jepang, dll. Untuk kasus skincare yang seperti ini silahkan cek ke cosdna.com atau website brand tersebut untuk memastikan keamanannya. Nah untuk kasus skincare abal-abal ini biasanya mereka tidak punya nomor BPOM atau nomor BPOMnya tidak cocok ketika dicari,nggak jelas dibikinnya di mana, bahannya apa. Skincare abal-abal ini juga nggak akan bisa kita cek ke cosdna.com atau ke website brandnya karena segalanya nggak jelas baik itu komposisi bahannya maupun merk/brand skincare tersebut.

2. Tanpa Merk
Biasanya skincare abal-abal tidak bermerk karena kebanyakan katanya merupakan krim racikan dokter.( Yang nggak jelas dokternya siapa, praktik dimana) Padahal krim dokter yang sesungguhnya di dapat dari proses : Dokter memeriksa kondisi pasien - dokter meresepkan obat - Apoteker membuat racikan dari resep tersebut - Hasil racikan diberikan pada kita lengkap dengan nama dokter, nama apoteker, cara penggunaan dan komposisi obat. Jadi jika krim dokter yang kamu pakai nggak memenuhi proses tersebut, kamu wajib curiga. Ada beberapa skincare abal-abal yang punya merk namun merknya ya seperti merk handmade aja, kayak diprint asal-asalan, bahkan ketika kamu googling nggak ada website dan keterangan siapa pemilik dan pembuat merk tersebut. Intinya semuanya misteri.

3. Terdiri dari Krim Kuning-Putih
Nggak semua krim abal-abal terdiri dari krim kuning - putih namun sebagian besar memang terdiri dari krim putih untuk malam dan kuning yang mirip fondation dan digunakan untuk pagi hari. 

Setidaknya tiga hal tersebut dalah ciri yang hampir selalu dimiliki krim abak-abal, meskipun mungkin masih ada ciri lainnya seperti : hasil yang instan, tidak dijual bebas di toko/counter, namun setidaknya kamu mesti curiga jika skincaremu memenuhi ciri diatas.

Skincare abal-abal ini tidak aman karena bahan yang digunakan tidak jelas. Skincare ini bisa mengandung Hidroquinone atau steroid yang sebenarnya tidak boleh sembarangan di pakai. Beberapa dokter dan klinik kecantikan menggunakan steroid dalam terapi mereka karena sesungguhnya steroid ini memang merupakan obat yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit kulit seperti dermatitis numularis, dermatitis atopik, dermatitis alergi, dll dengan batas penggunaan maksimal 2 minggu dalam pengawasan dokter kulit. Hidroquinone sendiri memang digunakan untuk mengatasi pigmentasi tetapi penggunannya telah dilarang di Indonesia, hanya boleh digunakan sebesar 0.3% dalam pewarna rambut dan 0.2% dalam pewarna kuku (Keputusan kepala Badan POM RI No. HK. 03.1.23.08.11.07517 tahun 2011). Apakah kamu bisa membayangkan bahan berbahaya itu kamu oles ke kulitmu tiap hari ?

Lalu apa yang terjadi jika bahan yang dilarang di oles ke wajah? tentu saja lama kelamaan kulit akan rusak. Berikut beberapa ciri kerusakan kulit akibat penggunaan steroid pada kosmetik :

1. Kulit memerah saat terkena cahaya matahari, bahkan meski cahaya mataharinya cuma sedikiiiiit sekali. 

2. Muncul gurat kemerahan atau ungu di wajah terutama sekitar pipi dan hidung. Gurat ini mulanya muncul sedikit lalu makin lama makin banyak hingga rata dalam satu wajah. Gurat ini karena pelebaran pembuluh darah yang istilah medisnya disebut Talangiectasia.

Talangiectasia, gambar dari sini


3. Muncul rambut halus pada wajah mula-mula pada daerah bibir atas seperti kumis lalu makin lama makin rata jadi semuka. Mau kamu wajahmu jadi penuh bulu?

sumber gambar dari sini

4. Untuk penggunaan handbody lotion yang mengandung steroid, kulit akan rusak tampilannya seperti strechmark namun sesungguhnya bukan. Biasanya sterchmark look alike ini akan muncul di daerah yang diolesi lotion.

Efek samping lotion abal-abal, sumber gambar dari sini

Kamu WAJIB curiga dan segera menghentikan skincare apapun yang kamu pakai jika menemui tanda-tanda di atas karena kerusakan kulit akibat skincare abal-abal TIDAK BISA DISEMBUHKAN. Jangan sampai niat hati mau putih kayak Raisa endingnya malah kulit hancur lebur nggak karuan. Lagian sebenernya cantik itu nggak harus putih kok.

Aku tidak pernah setuju dengan standar kecantikan karena standar kecantikan adalah sesuatu yang subjektif, standar di sini dan di Amerika sana tentu berbeda. Toh nyatanya meski rambutku keriting dan kulitku hitam nyatanya aku tetep bisa tinggal di Indonesia, tetep punya teman, tetep punya suami dan keluarga yang sayang sama aku. Tak ada yang pasti soal apa itu definisi cantik yang sebenarnya, namun jika seandainya kamu sudah mengimani definisi cantik dengan standar Indonesia setidaknya gunakan cara yang benar untuk mencapainya dan cintai dirimu setulus mungkin.

Apalah artinya fisik sesuai standar kecantikan Indonesia jika kita memandang orang lain lebih rendah dari diri kita hingga tanpa sadar kita melakukan body shamming?

Apalah artinya fisik sesuai standar kecantikan Indonesia jika kita melakukan segala cara untuk mencapainya misalnya dengan memakai segala skincare yang berbahaya bagi kesehatan kulit dan tubuh kita?

Apalah artinya fisik sesuai standar kecantikan Indonesia jika kita tidak pernah mampu mensyukuri apa yang kita punya?

Percayalah Tuhan sudah menjadikan kita begitu indah, selalu ada makna dibalik segala penciptaanNya. Kenapa kulit wanita Indonesia kuning langsat dan sawo matang? karena kita tinggal di daerah tropis sayang, kita butuh pigmen untuk mencegah kulit kita dari bahaya terbakar panas matahari atau sunburn. Cintai dirimu sendiri dengan baik dan benar, karena jika bukan dirimu siapa lagi yang mau sayang dan menerima dirimu apa adanya?

Dan tentu saja salah satu cara mencintai diri sendiri adalah dengan tidak menggunakan skincare abal-abal. 

Semoga setelah membaca tulisan ini, kamu jadi lebih cinta sama dirimu ya! Punya cerita soal skincare abal-abal juga? yuk share di kolom komentar :)

Dan silahkan SHARE tulisan ini sebanyak mungkin, supaya makin banyak yang cinta pada diri sendiri ya!

0 komentar:

Post a Comment

Feel free to ask anything, leave your comment. No SARA please :)