Missha The First Treatment Essence

Masih dalam rangka mencari dupe FTEnya SK II and finally i found it!! Seneng banget deh, macem pengen nyanyi "Akhirnyaaaa~ ku menemukanmu.. saat raga ini.. mulai merapuh.. uwouwooo~" *langsung dipanggil audisi Indonesia mencari bakat* Nah, Sebenernya nih aku udah lama masukin Missha Time Revolution The First Treatment Essence ini dalam wish list tapi belum pernah kesampaian beli karena harganya lumiyin. Kan prinsipnya cobain dulu dari yang murah sapa tau cocok, karena kalo cocoknya ama skincare mahal kasian dompetnya bhihihik! Pada suatu hari pas mumpung duitnya ada dan lagi diskon akhirnya aku beli juga. Yeay!

Packaging
Harusnya ini masih ada tutupnya lagi, kecil gitu buat nutup bolongannya.

Missha datang dengan kemasan yang cukup elegan. Kardus luarnya berwarna silver  yang ada embossnya gitu, so cute. Sedang botolnya sendiri menurutku itu dari kaca ya. Cuma aku belum uji ketahannya kalau jatuh (sapa juga yang rela ngejatuhin, ntar kalo pecah gimana?). Botolnya bertutup ulir memudahkan untuk nuang ke kapas, dan ada tutup kecilnya lagi (tapi punyaku ilang) jadi aman dan bebas tumpah. But, menurutku missha ini nggak travel friendly karena geday gitu botolnya, walaupun kalau niat masih bisa kok dipindah ke botol yang lebih kecil.

Komposisi
Di kardus luar ditulis komposisinya apa, cuma kalau di botol tulisan korea aja. Komposisi missha ini antara lain; Sacharomyces Ferment filtrate, Bigida Ferment Lysate, Propanediol, Niacinamide, Polyquaternium-51, Ulmus Davidiana Root Extract, Betaine Amaranthus Caudatus Seed Extract, Pirper Methysticum Leaf/Root/Stem Extract, Beta vulgaris (Beet) Root extract, Phellodendrim Amurense Bark Extract, Cassia Alata Leaf Extract, Hydrogenated Lecithin, Sodium Hyaluronate, Pentylene Glycol, Water, Trehalose, Disodium EDTA, Hydrolyzed Corn Starvh, Adenosine, Ethylhexylglycerin, Butylene Glycol, Glycerin, Raffinose, Tromethamine, Acetic Acid, Lacyic Acid, 1.2-Hexanediol, Caprytyl Glycol, Hexapeptide-9 Phenoxyethanol, Potassium Sorba. Panjang banget ya komposisinya, tapi ampe jereng bacanya aku nggak nemu paraben di list. Mungkin dia memang nggak pakai paraben?Malah nanya, review macam apa inih? Kalau dari komposisi so far nggak ada bahan yang berbahaya untuk ibu hamil dan menyusui sehingga menurutku aman dipakai untuk ibu hamil dan menyusui.

Tekstur

Teksturnya watery dan cepat mereap

Teksturnya watery dan mudah meresap. Aku lebih suka pakai kapas dibandingkan langsung ditepuk-tepuk karena lebih merata. Karena bentuknya watery jadi dipakai sedikit aja sudah meresap kok. Missha ini juga baunya nggak menganggu dan cenderung soft baunya. Tapi kayaknya nih enak juga si Missha ditaruh botol spray buat semprot-semprot pas gerah . 

Klaim dan Performa
Sungguh menggiurkan, right?

Jadi konon Missha FTE ini punya fungsi :
- improvement of Moisturizing
- improvement of sleek skin texture
- improvement of bright skintone
- improvement if skin condition
- Synergi with next skincare step
Sungguh menggiurkan klaimnya! Semacam all in one product ya kan, hihihi Aku sampai nggak sabar buat segera pakai ketika missha ini datang. Di kerdus ditulis kalau Missha FTE dipakai setelah cleansing as a first step skincare, jadi missha ini memang berfungsi sebagi pre essence.

Setelah 21 hari memakai Missha FTE dibarengi The Ordinary Alpha Arbutin, my skin look better and i really love the result! Menurutku Missha ini memang berfungsi banget dan ngefek buat booster skincare selanjutnya. Aku merasa kulitku jadi bagus dan skincare yang aku pakai selanjutnya lebih terasa efeknya. Yah meski diawal aku sempet purging dan stress karena takut nggak cocok, akhirnya lama-lama sembuh dan kulitku jadi oke plus pori-pori jadi lebih rapat. Ini ya kondisi kulitku setelah 21 hari pakai Missha FTE 2x sehari plus pakai The Ordinary Alpha Arbutin setelahnya.
My skin after used missha and the ordinary

Missha FTE dijual seharga 375.000- 500.00 tergantung beli di mana. (Aku beli di Shopee) untuk kemasan 150ml. Agak lumayan memang harganya, tapi kalau bisa makenya ini awet banget kok. Bisa kali ya buat setahun.

Pros:
- Mencerahkan
- Melembabkan
- Memberi efek booster
- Merapatkan pori-pori

Cons :
- Nggak travel friendly, tapi masih bisa diakali dengan dipindah ke botol kecil.

Repurchase? ABSOLUTELY YES!

Disclaimer : All opinions and thought on everything feaured on this blog are entirely my own. People can be allergic to anything. I recommend that you patch test yor skin first time you use any of products.



KB : Keluarga Bahagia 

Disclaimer : Tulisan ini dibuat untuk pembelajaran bersama, mohon dimaafkan jika terdapat kata yang mengandung unsur pornografi. Tulisan ini diperuntukan bagi 18+ khususnya ibu menyusui.

Halooo-halooo apa kabar? Gimana liburannya? Asik? Masih pengen diperpanjang? Sama sih aku juga, kayaknya enak ya kalo bisa liburan teruus tapi gaji juga jalan terus *dikeplak* Nah mumpung masih hawa-hawa liburan yang biasanya berasa bulan madu buat kamu LDM (Long Distance Marriage) aku mau cerita-cerita soal KB yang aman buat ibu menyusui. Hayooo siapa yang belum merencanakan KBnya?

KB atau Keluarga Berencana adalah salah satu cara untuk merencanakan keluarga (lah?). KB biasanya menggunakan alat/cara yang dikenal sebagai kontrasepsi. Dari bahasanya aja udah bisa ketebak kan, Kontra + sepsi , pencegahan pembuahan. Nah kali ini aku bahas KB untuk Ibu menyusui dulu ya, karena kalau nggak menyusui sih KBnya lebih bebas. Kenapa sih mesti KB? Yang jelas untuk mengurangi resiko kehamilan. Ibu dengan 4 TERLALU memiliki resiko komplikasi lebih tinggi dibanding ibu yang tidak. Ini bukan terlalunya Rhoma Irama lho yaa, tapi 4 TERLALU Itu adalah :

- TERLALU MUDA dan TERLALU TUA, Persalinan dan kehamilan dengan resiko paling rendah untuk ibu dan anak adalah jika usia ibu antara 20-35 tahun. 
- TERLALU BANYAK, Persalinan pertama dan kedua paling rendah resikonya.
- TERLALU DEKAT, jarak antara dua kelahiran sebaiknya 2-4 tahun.

Nah karena hal-hal diatas, maka sebaiknya berKB dulu ya Ibu-ibu. Supaya resikonya lebih rendah dan kita bisa dengan maksimal mengurus anak kita. KB apa saja yang bisa dipakai oleh ibu menyusui?

A. KB NON HORMONAL
KB Non hormonal tidak akan mempengaruhi kondisi hormon di dalam tubuh kita sehingga KB ini cenderung lebih aman. Meskipun demikian ada beberapa metode KB Non Hormonal yang memiliki angka kegagalan yang cukup tinggi. Keuntungan memakai KB Non Hormonal adalah kesuburan kita lebih cepat kembali dibandingkan jika kita memakai KB hormonal.

1. Metode Amenore Laktasi
Metode ini mengandalkan pemberian ASI secara eksklusif. Jadi kalau ibu menyusui bayinya secara full, maka otomatis akan terjsdi penundaan/penekanan ovulasi. MAL dapat dijadikan metode KB jika bayi menyusu secara penuh dan langsung (direct breastfedding) lebih dari 8x sehari, ibu belum haid dan bayi berusia kurang dari 6 bulan. Ketika bayi sudah mengenal MPASI maupun Sufor maka metode ini tidak bisa digunakan lagi meskipun bayi belum berusia 6 bulan. 

2. Metode KB Alami
Metode ini butuh konsistensi, kejelian, dan ketaatan yang tinggi. Ibu harus tau kapan masa suburnya, masa subur dapat diketahui dengan mengamati lendir yang keluar dari vagina (jika encer berarti subur), peningkatan suhu tubuh saat masa subur dan mengetahui tanggal serta siklus menstruasinya. Pasangan yang menggunakan metode ini harus menghindari bersenggama saat masa subur kalau tidak ingin hamil, vice versa. 

3. Metode Senggama Terputus
Metode ini adalah metode yang cukup tradisional dimana pria mengeluarkan penisnya dari vagina sebelum pria mencapai ejakulasi. Cara ini angka kegagalannya cukup tinggi, terutama jika tidak ada kerjasama yang baik dari suami atau jika suami mengalami ejakulasi dini.

4. Metode Barier/Kondom
Pinky kondom from BKKBN

Metode ini cukup efektif mencegah kehamilan jika digunakan dengan benar (harap baca cara pakai di kemasannya hihihi) dan selama kondom tidak bocor/expired. Selain dapat mencegah kehamilan, kondom adalah satu-satunya alat kontrasepsi yang bisa mencegah penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV. Namun perlu diperhatikan ada beberapa orang yang alergi terhadap latex/bahan dasar kondom. Jadi cek dulu apakah ibu alergi kondom atau tidak ya.

5. Metode IUD (Intra Uterine Device)
IUD dan Inserternya

Metode ini cukup efektif dan berjangka panjang. Metode ini juga dikenal sebagai metode 'spiral' karena jaman dulu IUD berbentuk spiral dan bisa dipakai seumur hidup. Saat ini IUD yang beredar di pasaran berbentuk seperti huruf T dengan kumparan tembaga pada kedua sisinya, dan bisa dipakai selama 4- 5 tahun. IUD tidak menganggu produksi ASI. Biasanya jika memakai IUD haid akan menjadi lebih banyak dari biasanya, namun tidak perlu cemas karena itu adalah hal yang normal. Sebagian orang takut pada proses pemasangan IUD, tapi percayalah prosesnya tidak semenyeramkan kelihatannya! Btw sekarang ada metode pemasangan pasca salin, jadi setelah melahirkan langsung dipasang IUD mungkin ibu bisa mendiskusikannya dengan dokter/bidan yang menolong persalinannya sehingga bisa dipasang langsung. Pssstttt aku pakai Metode yang ini lho! Dan aku sendiri nggak ada keluhan, haid lancar, dari suami juga tidak ada keluhan. 

B. METODE HORMONAL
Salah satu KB hormonal a.k.a suntik 3 bulan

Metode hormonal akan mempengaruhi hormon di dalam tubuh kita sehingga pada beberapa orang haid mereka akan terganggu. Gangguan haid yang di dapat biasanya berupa flek, atau malah tidak haid sama sekali. KB hormonal yang dapat dipakai oleh ibu menyusui adalah KB dengan hormon progesteron saja. Metode kontrasepsi yang mengandung hormon progestin saja adalah :
1. Suntik KB 3 bulan/ Suntik depo
2. Kontrasepsi pil progestin/minipil
3. Implan/susuk. 
Implan/susuk adalah metode KB progestin yang dimasukan ke bawah kulit. Biasanya di lengan bagian dalam, dan bisa dipakai selama 3-4 tahun. 

Kapan ibu menyusui sebaiknya mulai berKB?
Kalau misalnya ibu menyusui bayinya secara langsung (tanpa dipompa) dan eksklusif, KB dapat mulai dilakukan 6 bulan setelah selesai melahirkan. Namun jika tidak, KB dapat dilakukan secara langsung setelah melahirkan atau setelah masa nifas selesai. Gampangnya, ketika anak kita udah selapanan, aqiqahan, syukuran sebulanan,  maka itu adalah waktunya untuk berKB!

Nah sekarang udah ada kan gambaran soal KB bagi ibu menyusui, silahkan dilanjut diskusi dengan suami mau KB apa. Terus lanjut konsultasi dengan petugas kesehatan favorit ibu-ibu. Nah kalau ada yang mau ditanyakan lebih lanjut soal KB, feel free to contact me ya!



Promina Puffs, snack sehat lumer di mulut!

Keira baru susah makan! Huhuhuhu dia mau sih makan tapi dikit doang, lebih seneng cimit-cimit ngemil. Berat badannya masih cukupan sih, cuma aku kan khawatir kalau dia makannya sedikit. Aku takut gizinya kurang. Belom lagi aku yang kerja gini bikin susah ngawasin makanannya Keira. Padahal Keira baru butuh nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Disitulah kemampuan ibuk Keira benar-benar di uji. *Ceilah*  Banyak cara dicoba, mulai dari ganti menu, ajak jalan-jalan kalau makan, makan bareng keluarga sampai ngasih sendok biar Keira makan sendiri tapi ya gitu deh... Masih aja susah makan nasinya, maunya ngemiiil terus. Okelah, akhirnya Ibuk Keira berjuang cari cemilan bayi yang oke buat Keira.

Ngemil teruuuuss~

Ngemil itu ternyata boleh banget lho, karena cemilan menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan nutrisi bayi, untuk melengkapi nutrisi yang didapatkan dari makanan utama. Lebih dari itu, kegiatan ngemil juga bisa melatih kemampuan motorik bayi karena bayi akan belajar menggengam dan makan sendiri, yah asal ngemilnya sehat sih. Nggak mungkin kan Keira ngemil mendoan pake rawit? (Itu mah ibuknyaaaa). Sayangnya nih, di Indonesia masih jaraaaang banget yang namanya cemilan anak bayi. Kudu PO lah, kudu beli online lah, rempoooong! Terlebih lagi, nyari cemilan buat bayi itu nggak semudah nyari cemilan buat ibuk bayi. Kita kudu merhatiin tekstur, bahan yang terkandung di dalamnya, cara pembuatannya, semuanya itu harus di sesuaikan dengan tumbuh kembang anak kita. Jangan karena si A bilang ini produk bagus trus langsung aja kita coba ke anak kita, padahal usianya aja jelas beda. Hihihi

Dan akhirnya pencarianku berakhir saat kutemukan Promina puffs, yeay! Jadi Promina puffs ini terobosan baru dari Promina yang merupakan snack untuk bayi dengan usia 8 bulan ke atas. Promina Puffs dibuat dari beras, gandum dan buah asli yang diperkaya dengan nutrisi penting seperti; 7 vitamin, zat besi dan kalsium. Promina Puffs juga dilengkapi dengan omega 3 & 6 yang penting untuk pertumbuhan optimal dan perkembangan otak bayi. Promina ini ada dua varian rasa : Pisang dan Blueberry. And you know what? Rasanya enaaaaaaaaak bangeeeet! (Ketahuan kan kalo ngicip *tutup muka*) Karena dibuat dari buah asli, jadi rasanya juga beneran rasa pisang dan blueberry yang pas buat lidah bayi,  nggak terlalu manis. Pokoknya pas deh buat bayi yang baru belajar mengenal rasa.  

Komposisi promina puffs

Yang aku suka banget selain rasanya yang enak adalah bentuk dan ukuran Promina Puffs yang unyu-unyu kayak bentuk bunga gitu. Nah ternyata ukuran dan bentuk Promina Puffs ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan bayi sehingga dapat melatih kemampuan motorik bayi dalam dalam menjimpit, menggenggam makanan. Sehingga si bayi bisa belajar buat makan sendiri. Keira suka banget nih, soalnya dia bisa ngambil puffsnya dan makan sendiri. Lucunya Keira nggak mau ngambil langsung banyak, maunya satu-satu. Aku jadi geli sendiri deh kalo ngliat dia makan promina puffs ini. Jadi Keira ambil satu-satu tapi terus menerus, jadi mulutnya penuuh! Hahahaha 

Bentuk dan tekstur Promina Puffs

Apakah aku nggak takut Keira kesedak? Of course not, tekstur Promina ini gampang lumer di mulut jadi sebenernya tanpa dikunyah pun dia bakal bisa ketelen sama bayinya. Tapi kalo dikunyah lebih asik sih, bunyi kries kries gitu, berasa lagi makan snack orang gede. Nggak usah panik kalo nggak abis sekali makan, Promina Puffs memiliki kemasan yang “on the go”, sangat pas untuk dibawa jalan-jalan dan ada klipnya. Jadi abis makan kalau nggak abis bisa diklip lagi,jadi nggak cepat melempem satu kemasan bisa untuk 1-2 kali makan aja. Buat ibu-ibu yang ngasih anaknya makan dengan metode BLW produk ini mesti dicoba! Wajib! 

Kemasan on the go, mudah dibawa, nggak takut melempem!
Buruan ya beli Promina Puffs di minimarket terdekat, buat bekal mudik nanti. Kunjungi Website promina di www.promina.co.id, Fanspage Facebook Bayi Sehat Promina dan Instagram @bayisehatpromina untuk info lebih lanjut! Selamat ngemil!

Xoxo

Muka tanpa make up, tolong akui kalau aku tambah tirus ya! 

Percayalah tidak akan ada usaha yang mengkhianati hasil.

Ini cerita tentang bagaimana cara menghilangkan bekas luka di wajahku yang unyu ini. Jadi sekitar bulan november 2016 aku kena cacar air a.k.a varicella atau kalau orang ndeso bilangnya cangkrangen. Konon banyak yang bilang kalau penyakit ini cuma bakal menyerang sekali seumur hidup, entahlah. Yang jelas aku memang belum pernah kena cacar sejak kecil. Jadilah aku kena cacar ketika usiaku 25 tahun dan lagi sayang-sayangnya sama kulit. Huhuhuhu

Cacaren itu nggak enak banget. Meskipun aku jadi nggak boleh kerja karena sakit ini menular yang artinya libur panjaaaaang buangeeet tapi aku jadi harus mengisolasi diri di kamar, nggak bisa ketemu Keira dan neteki. Waktu itu sampai 2 minggu aku nggak neteki, dan ASI cuma diperah lalu dibuang. Cacaren ini jugalah yang bikin aku gagal menyusui selama 2 tahun. Sediiiih~ *Cubitin mahasiswa yang nularin aku*

Kesedihan nggak sampai disitu, cacar dengan kejamnya meninggalkan bekas-bekas kasih sayangnya di wajahku. Huwaaaa~ pegimane ini... usia udah seperempat abad begini makin susah lah kulit ini buat beregenerasi. *Nangis darah* Padahal ya, cacar ini bekasnya nggak begitu banyak lho di tangan dan di kaki, tapi di wajah kok buanyaaaak buangeetttt. *Lempar cermin* Padahal aku udah berusaha nggak menggaruk cacar di muka ini dan rajin olesin VCO + eo lavender ke muka buat ngilangin gatel dan mencegah bekas luka. Tapi tetep ajaaaa~ hiks

Untungnya suami aku itu baiknya sejagad raya. Ketika aku ngadu kalo kulit muka jadi banyak titik-titik noda, dia mendukung banget buat bebelian skincare. Yuhuuu~ aku jadi bahagia bisa nyobain skincare-skincare baru! Tapi setelah nyari review sana-sini, hasilnya malah bingung. Ini yang ampuh apaan ya? Trus jadi inget kalo aku punya kenalan seorang beauty consultant, sebut saja namanya Mak kluk-kluk. Mak kluk-kluk ini biasa biasanya pakai produknya dr.Simon spKK dan nefertiti. Sayangnya aku udah hilang semua kontak si emak. Dasarnya emang jodoh, aku ngubek FB dan nemu akunnya. Lalu emak menemukan aku di Instagram dan akhirnya DM, akhirnya lanjut Whatsapp dan yeay aku jadi pasien emak!! Emak ini baik banget ya kalau sama aku, dia nggak maksa kita beli produknya semua kok. Kalau misal nggak cocok ya boleh stop. Emak malah bilang, besok kalo udah sembuh boleh balik pakai skincare yang lama. Baik kaan~ 

Kali ini aku akan cerita produk apa aja yang aku pakai buat membasmi bekas lukaku ini. Maybe next akan aku review one by one (kalau memungkinkan). Doakan saja aku nggak malas sibuk ya. 

Produk yang dipakai bulan November 2016 - April 2017 : 
1. Nefertiti/ Personal beauty series.
Ini produk dari emak. Aku waktu itu dikasih sunblock, cleanser dan facial wash. Dari ketiga produk ini di kulit aku yang cocok hanya sunblock. Facial washnya bagus sih, bersih dan nggak bikin jerawatan tapi aku terlanjur suka sama hadalabo yang aku pakai. Sedang cleansernya bagus juga, tapi aku udah terlanjur nyetok viva green tea banyak. Jadi yang masih setia ku repurchase adalah sunblocknya. Sunblocknya ditaruh di jar, hasilnya matte dan nggak berwarna jadi nggak ganggu make up. Kemampuan melindungi kulit menurutku bagus ya, soalnya aku bolak balik naik motor 60 km juga kulitku nggak gosong. 

2. Gel spot.
Sumpah ini aku nggak tau merk apa, soalnya aku dikasihnya share in jar sama emak. Bentuknya gel gitu (ya iyaalah!) dan mesti disimpan di kulkas. Rasanya biasa aja ketika dipakai, nggak ceklit-ceklit atau apa tapi hasilnya bagus di aku. Bekas luka beneran memudar lho setelah telaten pakai ini, Sukaaaak!

3. Papulex oil free cream.
Ini juga produk dari emak.  Produk ini sebenernya tulisannya buat kulit berminyak dan berjerawat, makanya buat kamu yang kulitnya kering atau normal sebaiknya nggak usah banyak-banyak pakainya atau ditotol aja ke bekas lukanya. Soalnya kalau dipakai rata semuka bisa jadi kering mukanya. Dulu aku pakai semuka trus kulitku jadi kering, akhirnya stop pakai semuka dan cuma di spot aja. Pakainya abis pakai gel spot. Padahal ya aku suka sama hasil akhir papulex ini, kulit jadi matte gitu. Awalnya aku sempet ragu karena produk ini nggak ada tulisan klaim bisa menghilangkan bekas luka. Akhirnya percaya aja deh sama emak dan ya beneran memudar sih bekas luka cacarnya. Hehehehe

4. Hiruscar.
Ini nitip enjelah dari singapura, tapi kata emak nggak boleh dipakai terlalu sering karena bisa bikin kering. Hanya karena sayang udah beli dan nitip jauh-jauh akhirnya tetep aku pakai selang-seling sama papulex. Nggak tiap hari juga sih pakainya. Teksturnya gel dan baunya aneh, hiruscar ini cepet meresap kok dan anyep gitu di kulit. Kemampuan menghilangkan luka entah ya, karena kan aku pakai papulex dan gel spot juga. So i dont know mana yang sebenernya paling ngefek. *Dikeplak pembaca*

5. Rosehip oil blend by Elea organic (Scar/Brightening oil blend)
Tertarik beli karena komposisinya : Rosehipseed Sea Buckthorn, Arhan, Emu, Marajuca, Tamanu, evening Pimrose, Pomegranate, Helichrysum, Rosemary Verbenon, Lavender, Frankincense, Lemon, Pink Grapefruit Oil - Certified organic. Bagi pecinta oil yang udah paham oil-oilan pasti tahulah kalau komposisinya ini endes banget. Aku udah pakai rosehip dan argan sejak sebelum hamil sih, jadi cocok-cocok aja pakai ini. Hasilnya kulit jadi baguuus banget dan tidur pun nyenyak. Harganya? 175 ribu buat 10ml. Worth to buy lah.

6. Cosrx galactomyces 95 whitening essence.
Salah satu essence dari Cosrx, dipakai sebagi serum. Review lengkap bisa dilihat di sini.

7. Benton Snail cream
Ini moisturizer yang udah lama aku pakai. Hasilnya kalau pakai ini muka jadi lembab, lembut dan cerah. Harganya termasuk terjangkau kok. Sayangnya waktu aku nulis postingan ini Bentonku habis dan belum beli lagi karena.. aku udah tergoda beli moisturizernya the ordinary (yang belum aku pakai juga). Kalau kamu pecinta skincare korea, pengen kulit lembut, lembab dan cerah kamu bisa pakai ini. Apalagi kalau kamu tinggal di daerah berpolusi, benton ini bagus banget buat memperbaiki struktur kulit kusam. 

Produk tambahan yang dipakai sejak bulan Mei 2017. 

1. Missha The First Treatment Essence.
Saat postingan ini ditulis, aku baru pakai Missha sekitar 2 minggu. Konon katanya ini adalah best dupenya SK II FTE. Aslinya suami udah ACC beli FTE full size sih, tapi akuuuh nggak rela lah beli skincare seharga sejuta! Bisa makan nasi ama garem ntar. Jadilah aku beli Missha aja yang harganya jauuuuuuh lebih murah dari SK II. Sejauh ini efek boosternya keliatan sih, yeay! Cuma kok ini aku beruntusan ya, apakah karena missha atau karena the ordinary? Yeah kali ini saking nggak sabarnya aku memang melanggar rule 14 hari skincare tunggal baru nyoba lagi yang baru. Ya abisnya, penasaran. Review lengkap akan kutulis soon, karena aku nggak bisa review skincare sebelum kupakai selama sebulan.

2. The Ordinary Alpha Arbutin.
Ini beneran deh karena tergoda review luar negri. Huhuhuhu jadi the ordinary ini adalah merk skincare baru yang lagi booming di luaran sana karena harganya yang murah dengan komposisi yang wow. Yah meskipun setelah masuk indo nggak jadi murah juga sih karna ongkirnya juga mehong, bikin aku kudu searching online shop termurah se shopee. Hahaha The ordinary ini satu serum hanya satu bahan aktif doang. Misal yang aku beli nih, dia isinya ya cuma alpha arbutin doang. Jadi kalo kamu mau dapet dua manfaat, memcerahkan dan mengencangkan misalnya kamu harus mix serumnya alias nggak bisa cuma pakai satu doang. Kali ini aku nyoba alpha arbutin yang katanya oke buat hiperpigmentasi. Let see sebulan lagi ya, nanti pasti aku review!

Note : Aku nggak menyarankan pakai krim abal-abal gajebo yang nggak jelas bpom dan ijinnya ya. Aku udah pernah pakai dulu dan hasilnya aku jadi punya banyak flek! Jadi sekarang aku lebih suka pakai produk pabrikan (meski kudu PO atau beli online kalau itu kebetulan produk yang belum masuk indonesia) atau pakai produk dari dokter beneran yang punya tempat dan ijin praktek. Aku pribadi juga nggak demen ke klinik kecantikan kalau hanya untuk perawatan biasa (menghaluskan, memutihkan, mencegah kerut) karena biasa produk mereka nggak bisa dipakai ketika hamil dan menyusui. Malesin banget kan kalo pas hamil dan menyusui kulit ajdi breakout? Kecuali nih kalau kamu jerawtan parah atau berbekas luka parah gitu bolehlah ke klinik. Tapi kalau cuma mau mencerahkan? Errr... mungkin bisa pakai produk yang non steroid dulu? Tapi sekali lagi ini hanya pendapatku ya, dan apa yang cocok di aku belum tentu cocok di kamu.

Disclaimer : All opinions and thought on everything feaured on this blog are entirely my own. People can be allergic to anything. I recommend that you patch test yor skin first time you use any of products.