Skinfood Black Sugar mask wash off

Kapan ya terakhir kali maskeran?
Lupa.
Jangankan maskeran, sisiran aja sering lupa semenjak ada Keira yang unyu imut lucu, ahakk! Sampai suatu hari, ketika ngaca... Ya ampun! Itu apaa komedo dimana-mana, kantung mata segede gaban, dan mata pandaa~ oh no no no! Sebagai ibu muda jaman sekarang, sudah semestinya punya anak bukan alasan buat jadi kucel tak terurus dong ya.. akhirnya mulai deh insaf dan masukin ritual masker ke dalam to do list mingguan.

Kebetulan beberapa bulan lalu waktu belanja di Althea, aku dapat masker skin food black sugar dua bijik! Maka akhirnya masker itu yang kupakai, sebenarnya ada juga sih masker lain dari brand lokal tapi karena sudah berbulan-bulan nggak dipakai jadi takut udah budukan maskernya. Hehehe

Skinfood black sugar wash off  adalah masker buatan Korea yang seperti namanya adalah masker yang pemkaiannya perlu dibilas. Di kemasannya tertulis A mask that contains mineral-enriched Brazzilian Black Sugar and promotes smoth ; glowing skin. 
Tekstur masker ini seperti pasta, baunya wangi segar aroma jeruk!! Masker ini selain melembabkan juga berfungsi mengangkat sel kulit mati sehingga kandungan scrub (si black sugar) cukup banyak dan kasar.
Sekali colek langsung HAP!

Kandungan gulanya keliatan banget ya ^^


Hah? Maskeran pake gula? Manis dong! Ya nggak papa sih, aku kan emang manis! *Lalu dikeplak*
Kandungan dan manfaat masker ini bagus banget sih, dan bikin pengen rajin pake!Black sugar sendiri dikenal sebagai salah satu exfoliator yang berfungsi mengangkat sel kilit mati, kaya vitamin B yang berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah penuaan dini.

Komposisi

Ingredients : Sucrose, PEG-7 Glyceryl cocoate,Glyceryl euphorbia cerifera (candellla) wax, macadamia ternifolia seed oil, lanolin. Caprylic/capric tryglyceride, cetyl ethylhexanoatestesralkonium hectirite, bytyrospremum parkii (shea butter), limnathess alba (meadowfoam) seed oil, sorbitan laurate, butylparaben, bht, caramel, parfum.

Cara pakainya cukup mudah, setelah wajah dibersihkan oleskan masker pada wajah (kecuali daerah mata dan mulut) lalu massage dengan arah memutar. Kalau dirasa terlalu kasar, bisa campur masker dengan sedikit air atau toner (campur sk ii kayaknya oke sih). Diamkan 10-15 menit sampai maskernya meresap, lalu bilas dengan air hangat.

Cara pemakaian


Karena scrubnya banyak, maka setelah pemakaian masker ini kulit memang terasa halus, lembut dan glowing. Komedo bhaaayy pokoknya! Asli seneng banget pake masker ini. Tapi karena masker ini bersifat exfoliation jadi maksimal penggunaannya seminggu dua kali aja ya.

Sayangnya, masker ini nggak dilengkapi dengan spatula, jadi colak-colek langsung di jar dan berasa nggak higienis aja sih kalo aku. Oya, masker ini jangan di simpan di ruangan yang panas ya.. karena nanti dalemnya jadi agak cair gitu, semacam meleleh.

Harga masker ini sekitar 90-120 ribu untuk jar ukuran 100gr, cukup murah sih menurutku. Karena dipake 10 kali juga belum habis, cuma kalau mau yang asli ori ya belinya mesti di trusted seller.

Plus :
- Wanginya enak
- Scrubnya banyak
- Efektif membersihkan komedo, mengangkat sel kulit mati dan membuat kulit glowing

Minus :
- Lengket dan nggak dikasih spatula!
- Penyimpanan harus baik supaya nggak "meleleh"
- Untuk yang berkulit sensitif, sebaiknya hati-hati karena scrub yang banyak dan sedikit kasar bisa bikin iritasi.

Purchase? Masih punya sejar sih, jadi kayaknya enggak dulu. Hehehe



Disclaimer : All opinions and thought on everything feaured on this blog are entirely my own. People can be allergic to anything. I recommend that you patch test yor skin first time you use any of products.

ASI Perah

Pertanyaan yang umum ketika membahas masalah asi perah adalah , "Bisa tahan berapa lama?" Atau "Bisa di simpan di mana?", nah kali ini aku akan sedikit cerita tentang penyimpanan ASI perah ini ya..

Yang pertama adalah tentang media penyimpanan.
Secara umum media penyimpanan ada dua yaitu botol dan plastik khusus ASIP yang BPA free. Botol masih dibagi menjadi botol kaca dan botol plastik khusus ASI yang BPA free. Kedua media ini sebaiknya digunakan dalam kondisi bersih dan steril supaya ASI lebih tahan lama dan tidak cepat rusak. Untuk kantong plastik khusus ASIP biasanya sudah presterilised dari pabriknya, sedang untuk botol kita bisa mensterilkan dengan cara direbus maupun disteril dengan alat.


1. Botol Kaca
Botol Ex UC (kiri) dan Botol tutup karet (kanan)

Aku memakai dua jenis botol kaca, yang satunya botol exs UC 1000 dan satunya lagi botol dengan tutup karet (ada merk BKA ada botol rekondisi). Keuntungan botol kaca adalah dia reuse alias bisa digunakan kembali jadinya lebih hemat dan lebih go green. Kelemahannya dia memakan banyak tempat di freezer. Kalau ditanya mana yang lebih enak, botol ex UC apa botol tutup karet? Aku pribadi senang yang tutup karet, karena dia mudah di bersihkan dan takarannya pas yaitu 100cc tetapi kelemahannya botol ini kalau kepenuhan tutupnya bisa terbang mental melayang, jadi ASInya rusak. Solusinya sih kalau aku,biasa tutupnya aku kasihin solasi gede. Hehehe

Sedangkan botol UC, bisa muat sampai 130cc dan tutupnya nggak bakal muncal kemana-mana karena modelnya uliran, tapiii mulut botolnya kecil jadi PR banget ngebersihinya. Nah buat yang pakai botol ex UC sebaiknya tutupnya wajib diganti ya, karena tutup botol UC itu kan bisa teyengan dan kurang rapat, akibatnya asi yang didalamnya bisa terkontaminasi. Lagian tutupnya cuma 400-500 rupiah aja kok di toko, muraaah kalo dibandingkan dengan kesehatan anak kita dan kualitas asi kita. 

2. Plastik khusus ASIP
Plastik khusus ASIP

Untuk plastik ASIP aku pernah mencoba baby grow, natur, little giant, Sunmum dan Momo. Natur, momo dan baby grow adalah plastik dengan single zip dengan bagian bawah yang datar sehingga bisa dibekukan dalam posisi tidur dengan hasil akhir kotak rapi. Sedangkan sunmum adalah plastik dengan triple zip sehingga lebih aman dan plastiknya lebih tebal. Plastik khusus ASI biasanya sudah di steril sama pabriknya, jadi kita tinggal memakai. Sejauh ini yang favorit tetep momo dan sunmum, karena harganya reasonable dan bahannya lebih tebal dibanding plastik sekelasnya. Malah konon gosipnya, Sunmum memakai bahan plastik yang sama dengan Lasinoh, plastik ASIP ngehits di luar negeri sana. Penggunaan plastik khusus ASIP dalam waktu lama sebenarnya masih mendapat pro dan kontra, di samping karena tidak goo green ada beberapa sumber yang menyebutkan  penggunaan plastik khusus ASI sebaiknya hanya boleh untuk waktu 3 x 24 jam saja dikarenakan plastik lebih rentan bocor atau terkontaminasi. Dalam hal ini, silahkan sesuai keimanannya masing masing ya ibuk-ibuk, aku pribadi menyimpan ASIP beku dalam plastik selama 2 bulan di deep freezer karena aku yakin plastikku tidak bocor, tertutup dengan aman, dan aku simpan di freezer khusus ASI. 

Kedua tentang cara penyimpanan.
Penyimpanan ASI dengan menggunakan plastik khusus.
Prinsip penyimpanan ASI sebenarnya sederhana sekali, ASI tidak boleh mengalami perubahan suhu yang teralalu ekstrim dan harus di simpan dengan steril. Selain itu ASI hanya boleh melewati satu siklus perubahan suhu supaya kandungan vitamin dan mineralnya tidak rusak. Maksidnya, jika sudah dicairkan ASI tidak boleh dibekukan lagi, jika sudah dipanaskan atau sudah diubah menjadi suhu ruang ASI tidak boleh didinginkan lagi. Karena itu langkah yang biasa aku lakukan untuk penyimpanan asi adalah :

1) Setelah diperah, masukkan ASI kedalam botol/plastik khusus ASI kemudian beri label nama, tanggal, dan jumlah ASI. Menurutku pemberian label ini penting, selain kita bisa menghitung jumlah stok ASI kita, dengan penempelan label ini kita bisa menerapkan prinsip fifo (frist in frist out) atau memakai ASI terlama yang ada di kulkas dulu dengan mudah. Hal ini juga akan memudahkan kita dalam menata stok ASI kita atau jika misalnya ASI itu akan kita donorkan. 
2) Setelah itu diamkan ASI sebentar dalam suhu ruang. Biasanya sambil mendiamkan ASI, aku beberes alat pumpingnya sehingga semua bisa seleasi berbarengan.
3) Masukkan ASI kedalam chiler sebentar, sekitar 10 menit. Bagian ini sering ke skip apalagi kalo merah di kantor atau waktu dini hari. Hehehe ampun deh! Tapi sebaiknya bagian ini tetap dilakukan ya.
4.) Masukan ASI kedalam freezer, letakkan di belakang ASI yang lebih dahulu diperah. Jadi arah menatanya adalah kebelakang ya, ASI terbaru ada di barisan belakang bukan di barisan depan. Khusus untuk plastik ASI, penyimpanan di freeser pertama dalam posisi gepeng alias tidur, nanti setelah beku baru ditata sedemikian rupa supaya rapi dan hemat tempat.
5. ASI perahan boleh digabung dengan ASI perahan pada jam lain asalkan suhunya sama dan jedanya tidak lebih dari 12 jam. Jadi ASI perahan jam 9 boleh dicampur dengan ASI perahan jam 12, caranya taruh ASI jam 9 di chiller, setelah mompa jam 12, taruh ASI jam 12 di chiler juga. Setelah suhu keduanya sama campur dalam satu wadah baru bekukan.

Penyimpanan ASI dengan botol kaca


Edited : ASI yang berubah menjadi kuning ketika di bekukan merupakan hal wajar. 

Ketiga Tempat Penyimpanan ASI.


Prinsipnya semakin dingin suhu tempat penyimpanan ASI semakin lama ASI bisa di simpan. Penyimpanan ASI sebaiknya di sendirikan dalam freezer atau kulkas khusus ASI, but i know nggak semua ibu seberuntung aku yang punya deep freezer gratisan di rumah. Nah kalau yang nggak ada freezer khusus atau kulkas khusus dan enggan beli karena nggak tau kelak mau buat apa, jaman sekarang udah bisa sewa kok! Sewanya sekitar 100-150 ribu perbulan. Nah kalau misalnya nggak ada yang nyewain freezer di deket rumah, dan akhirny terpaksa pakai kulkas yang ada, Tenang! Masih bisa diakalin kok! Caranya, masukan ASI yang sudah di simpan di botol/ plastik kedalam wadah tertutup/tupperware sehingga tidak terkontaminasi lingkungan sekitar. Kalau perlu simpan bahan makanan lain dalam wadah tertutup juga untuk meminimalkan kontak dengan tempat ASI kita. Plus, jangan taruh terasi atau ikan laut atau bahan makanan berbau tajam lainnya di dekat ASI kita ya.

Untuk ketahanan ASI bisa dilihat dalam gambar berikut, untuk ASI yang sudah diminumkan (sudah kena air liur bayi) sebaiknya tidak diminumkan lagi/langsung buang, atau kalau tetep mau di minumkan tidak boleh lebih dari satu jam.


Sekian cerita tentang ASI kali ini, feel free to share your experience too or to ask anything about ASIP ! Karena kita adalah pejuang ASI, yeay!!


ASIP beku Keira

"Mbak, kalau Kamu kerja Keira minum apa dong?"

"Mbak, berarti Keira udah disambung susu formula ya?" 

"Itu caranya biar ASInya banyak kayak Kamu gimana sih?"

Pertanyaan-pertanyaan diatas adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan ke aku, nah di postingan kali ini aku akan bercerita soal ASIPnya Keira. 

Sebenarnya Keira itu bukan bayi ASI Eksklusif, karena kalau dari definisinya ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan atau pengganti yang lain selama 6 bulan full. Sementara Keira di minggu awal kehidupannya harus opname karena mengalami hiperbilirubin atau bahasa umumnya kuning. Waktu itu kadar bilirubin total Keira sempat mencapai angka 34.79 yang artinya sangaaaaaat tinggiiii sekali dan dia harus di rawat di NICU. Hari itu aku belum ada persiapan sama sekali, pompa belum ada, botol untuk nyimpen asi belum ada, dan akhirnya atas pertimbangan medis aku acc untuk pemberian susu formula. Meski setelahnya aku dapat donor asi dari mama alya dan setelah berhasil pumping aku nganter asi buat Keira, namun di hari pertama dia opname dia sudah mengenal susu formula.

Jangan ditanya lagi ya stressnya kayak apa, waktu yang mestinya bisa ngelonin Keira di rumah jadi mesti ngintip keira dari jendela RS karena dia dirawat di inkubator. Belom lagi judgement dari orang-orang, "ASI kamu mesti kurang makanya anakmu kuning." Atau "Keira nggak pinter ya nenennya?" Hiih rasanya pengen kutendang ke bulan deh mereka. Masalahnya ASIku saat itu cenderung kimplah-kimplah bahkan sampai tumpah di sprei segala saking penuhnya, dan Keira itu pinter banget neteknya, putingku nggak pernah lecet bahkan dokter aja bingung karena Keira itu nenen pinter, ASI banyak kok bisa angka bilirubinnya melejit sedemikian cepat. Nah ternyata penyebab hiperbilirubin itu nggak cuma kurang minum, tapi bisa karena perbedaan golongan darah ibu dan bayi. (Golongan darahku A , Keira O makanya angka bilirubinnya cepat sekali naik.) Tapi hal-hal diatas pada akhirnya malah bikin aku semangat buat ngasih ASI aja buat Keira selama 6 bulan full, syukur-syukur bisa sampai 2 tahun. (Amiiiiiiinn)

Kali ini aku mau cerita soal perjalanan ASI Keira, namun karena ceritanya panjang buanget kayak rel kereta jadi ceritanya bakal aku bagi menjadi beberapa part ya. Part pertama ini bakal cerita tentang kenapa milih ASI, bagaimana pumping, dan soal nabung ASI.

Kenapa pilih ASI Perah dan bukan formula?
Kandungan ASI vs Formula
Simplenya karena Tuhan sudah menyediakan ASI tentu bukan tanpa alasan, jadi mestinya ASI adalah yang paling ideal dan paling baik buat bayi. Secanggih apapun Susu formula, kandungannya tidak akan selengkap ASI. ASI juga pastinya lebih mudah dicerna oleh bayi, hampir tidak ada bayi yang diare/sembelit gara-gara ASI. Dari literatur yang aku baca, paling baik memang direct breastfeeding atau menyusui langsung, jadi urutannya direct breastfeeding - ASI perah segar - ASI perah yang disimpan di chiller/pendingin- ASI perah beku. Jadi kalau nggak kepepet banget jangan pakai ASI beku ya. Berhubung rumahku itu ndeso dan aku kerja di kota yang jaraknya 2 jam perjalanan plus kebetulan rumahku itu jalur wisata yang kalo pas macet bisa nyamain macetnya jakarta, akhirnya diputuskan aku pulang maksimal 2 hari sekali, its mean ada kalanya aku nggak menyusui Keira secara langsung. Triknya biasanya gini : ketika pulang aku nyusuin langsung, tetep merah buat stok ASI di kulkas, sebelum berangkat kerja merah lagi buat stok ASI segar, baru kalo itu habis ASI bekunya dipakai.

Dari segi harga, jelas ASI lebih hemat karena jelas ASI itu gratis. Bayangkan saja kalau mesti beli susu formula dengan kebutuhan bayi menyusu minimal 8x sehari,bisa habis berapa ratus ribu perbulan buat susu aja? Tapi aslinya ASI perah itu nggak hemat banget juga sih, sebab perintilannya ternyata banyak ; breastpump, sterilizer, botol kaca buat nyimpen ASIP, plastik ASIP, cooler bag, ice pack, ice gel, warmer, freezer, dll

Kapan mulai nabung ASI? 

Mulai rajin nabung ASI ketika Keira pulang dari rumah sakit, jadi ceritanya waktu itu sekalian pumping buat meningkatkan produksi ASI nah daripada hasil pumpingannya dibuang akhirnya di simpen aja karena waktu itu aku masih menyusui langsung. Terlebih lagi aku baca baca dan denger cerita kalau ketika sudah kerja produksi ASI biasanya menurun, dan karena aku nggak mau ASInya kejar tayang kayak sinetron Indonesia jadi kuusahakan buat nabung ASI. Jadi menurut pengalamanku, sebaiknya ibu bekerja mulai nabung ASI ketika bayi berusia sebulan, atau saat dirasa ASI yang dihasilkan adalah ASI mature. Jangan nunggu mepet habis cutinya baru nabung.

Kalo full time mom a.k.a ibu rumah tangga perlu nabung ASI nggak? Kalo menurutku iya, perlu. Meski tabungan ASInya mungkin nggak perlu sebanyak ibu yang bekerja. Gunanya buat jaga-jaga kalau misal kita tetiba ada acara pergi yang nggak bisa ngajak si kecil atau kalau amit amit kita sakit dan perlu dirawat di RS, karena masa depan itu nggak ada yang tau kan? Lebih baik sedia payung sebelum hujan.

Berapa sering pumping atau merah ASI?

Dulu waktu masih di rumah dan menyusui langsung aku merah asi 3-4 kali sehari, yaitu pagi ketika bangun tidur, siang ketika keira tidur, sore sambil nonton drama korea dan malam sebelum keira tidur. Kalau lagi rajin sih dini hari juga pumping, tapi kebanyakan enggaknya soalnya dini hari itu enaknya selimutan sambil ngelonin Keira.

Nah ketika kerja dan nggak serumah lagi sama Keira aku jadi jarang pumping, dan ITU ADALAH KESALAHAN TERBESARKU. Akibatnya produksi ASIku sampai menurun 50% , ya gimana enggak, disusui enggak, diperes juga enggak. Jadi buat yang belum terlambat, jangan kayak aku ya karena sumpah naikin produksi ASInya susah buangettttt bahkan sampai saat ini aku belum sukses balikin supply ASIku kayak dulu.

Idealnya pumping atau merah ASI itu setiap 2-4 jam sekali  atau 8-12 kali sehari mengikuti pola menyusui bayi ya  ( terutama bagi yang ekslusif pumping ) bahkan dini hari sekalipun karena justru dini hari antara jam 1-5 adalah saat dimana hormon prolactin banyak di produksi. Contoh jadwal pumping bisa dilihat di bawah ini, terutama bagi yang ekslusif pumping. Sekali merah sebaiknya 10-15 menit saja, karena itu adalah durasi rata-rata bayi menyusu. Memerah yang terlalu lama justru akan menyakiti payudara dan bikin jenuh. Lebih baik mompa sebentar tapi sering daripada lama tapi jarang.
Jadwal pumping
Tapi kalau mompanya nunggu payudara penuh kan hasilnya lebih banyak?
Yakin? Yakin lebih banyak?? Logikanya gini ya, ketika nunggu payudara penuh sekitar 6 jam misalnya, hasil perahan bisa mencapai 120 cc. Sedangkankan kalau tiap 2 jam hanya dapat 50cc, tapi kalau ditotal 6 jam dapatnya 150cc kan? Ingat semakin sering di perah semakin CEPAT ASI di produksi, payudara yang kempet adalah tanda dia sering memproduksi. 

Ibu rumah tangga perlu merah ASI nggak? Menurutku perlu. Satu buat nabung, dua buat maintenance dan ningkatin produksi ASI. Selain itu kalau bayinya sudah minum ASI tapi di rasa kok nggak segembil bayi tetangga (meski ukuran sehat itu bukan gendut ya) dan ibu pengen booster kenaikan berat badan, ibu bisa mersh dulu ASInya sampai habis bagian foremilk atau ASI yang encer supaya bayi dapat asi kental / hindmilk yang banyak mengandung lemak.

Sekilas tentang foremilk  dan hindmilk ya, jadi ASI kita itu ternyata terdiri dari dua bagian yaitu foremilk atau bagian asi yang encer dan hindmilk atau ASI yang kental. Foremilk banyak mengandung air sehingga nampak lebih encer, dia banyak mengandung nutrisi untuk otak gula dan protein, biasa payudara mengeluarkan foremilk terlebih dahulu. Hindmilk adalah ASI yang lebih pekat dan banyak mengandung lemak sehingga baik untuk pertumbuhan bayi, hindmilk biasanya dikeluarkan belakangan itulah sebabnya menyusui sebaiknya benar benar sampai payudara kosong supaya bayi dapat hindmilk dan tidak terjadi pembengkakan di payudara ibu. Mana yang lebih baik, hindmilk atau foremilk? Dua-duanya baik ya, jadi usahakan bayi dapat dua-duanya .


Sekian dulu ya cerita tentang ASInya, bersambung di part berikutnya.


Haloooo~
Rindukah pada tulisanku? Nggak ya? Nggak ngaku pasti.. Bhihik
Jadi sebenernya buanyak banget nih yang pengen aku ceritain, tapi ternyata lebih asik mainan sama keira dan ngusel-nguselin pipinya yang gembul itu daripada nulis *alesan*. Iya lhoo Keira sekarang udah gembul, udah lima kilo kemaren ditimbang sama titinya pake timbangan roti *seriusan* padahal usianya belum genap 2 bulan.
Ada yang mau gigit?

Aku? Aku udah langsing dong, meski ada aset yang belum kempes tapi setidaknya angka timbangan mulai di angka 5 setelah sebelumnya sempet di angka 7! Cepet kan turunnya, ya gimana nggak cepet.. Ngurus Keira itu sesuatu banget. Keira ini anaknya gak betahan, popok basah dikit nangis, laper dikit nangis kejer, ngantuk nangis kenceng.. Ya gitu deh. Maka demi perdamaian dunia, kalo malem Keira aku pakein diapers. Aslinya sih pengen kalo siang juga pake diapers, tapi gak boleh sama titinya Keira. Nah pada suatu malam karena capeknya sejuta aku ketiduran dan nggak ganti diapernya Keira, lalu munculah bintik-bintik merah di pantat, perut dan selangkangan Keira. Fix dia kena ruam popok, hua...guilitynya poool! Kulit mulusnya anakkuuuu~ huhuhu

Ruam popok merupakan peradangan yang terjadi di area yang tertutup popok, seperti sekitar alat kelamin, pantat, dan pangkal paha bagian dalam, biasanya berwarna kemerahan disertai lecet-lecet ringan dan gatal. Kebayang kan kalo lecet-lecetnya itu kena pipis, mesti periiiih banget kayak hati waktu liat mantan sama pacar barunya. Kasian si anak bayi jadinya kalo kena ruam popok. Hiks! Sebenernya ruam popok bisa dicegah lho dengan beberapa cara misalnya segera mengganti popok kalau basah/kotor/penuh, membiarkan kulit terkena udara/ bernafas, keringkan kulit sebelum memakai popok, intinya sih ya daerah situ itu mesti keriing. Tapi.. tapi.. Kadang sebagai manusia kita khilaf dan lupa deh ngejaga bagian situ tetep kering.


Source : FB Lactacyd Baby

Nah kalo udah terlanjur kena ruam popok gimana dong?
Untungnya ya, pas jaman Keira masih di dalam perut dan aku lagi nyiapin list barang kebutuhan newborn temen-temen di grup whatsapp lagi pada bahas Lactacyd yang katanya ampuh nyembuhin ruam popok, ruam susu, biang keringat dan iritasi. Awalnya sih ku kira Lactacyd yang dimaksud adalah Lactacyd favoritku yang khusus wanita ntuuuh.. Ternyata yang dimaksud Lactacyd Baby! Haha dudul dan kudet sekali yaaa saya *tutup muka*. Nah akhirnya pas belanja kuputuskan buat nyetok si Lactacyd Baby ini, yang ternyata terbukti sangat berguna. Waktu itu aku ngikutin cara pakai yang ada di kemasan, yaitu 3-4 sendok teh lactacyd dicampurin ke air yang buat mandi lalu Keira dimandiin seperti biasa. Nah karena di kulit kepala Keira ada bintik bintik kecilnya maka Lactacyd Baby juga kupakai buat pengganti shampoo. Puji Tuhan setelah 3 hari ruam popok sembuh dan setelah seminggu bintik di kulit kepala Keira hilang. Sekarang Lactacyd Baby kupakai tiap hari buat mandiin Keira, malah kadang  aku juga pakai buat cuci muka. Ya kaliii kulitku bisa jadi semulus kulit anak bayi.. :)

Source : Fb Lactacyd Baby


Aku sih merasa aman ya pakai Lactacyd Baby buat daily use soalnya komposisinya juga aman buat bayi. Di dalam Lactacyd Baby ada kandungan Lactic acid dan Lactoserum merupakan kandungan alami susu yang berguna buat membunuh kuman, bakteri, jamur, mengangkat sel kulit mati dan melembabkan kulit. Ph Lactacyd Baby juga merupakan Ph seimbang yaitu 3-4 sehingga aman buat kulit bayi yang masih sensitif. Komposisi Lactacyd Baby antara lain Aqua, TEA-laury sulfate and ammonium lauryl sulfate, Etjylebeglycil stearate, Diethyleneglycol stearate, Hydrogenated peanut oil, Lactic Acid, Lactoserum, Ethylhydroxyethlcellulose, Natural orange falvor, Soduum methyl paraben, Sodium hydroxide Cholesterol, Phosporic acid.

Tekstur Lactacyd Baby sendiri cair dengan warna putih seperti foremilk (ASI encer) dan baunya enak kayak susu dengan hint jeruk. Lactacyd baby ini imho kandungan SLS (detergen)nya nggak banyak soalnya dia nggak terlalu berbuih, pas  banget kaaan buat kulit sensitif. 


Tekstur lactacyd baby yang cair

Busa yang nggak begitu banyak menandakan SLSnya cuma sedikit.

Nah dengan segudang manfaat yang ada, jangan pikir Lactacyd ini mehil yaaa.. Harganya cukup murce kok. . Kalo yang kemasan 60 ml sekitar 20ribuan kalo yang guede sekitar 80-90 ribuan. Muraah kan daripada beli obat atau ke dokter kulit, lagian kalo dipake tiap hari Lactacyd Baby bisa mencegah masalah kulit pada bayi Belinya bisa di toko perlengkapan bayi atau di apotek. Sayangnya di Gunungkidul masih agak susah cari si Lactacyd Baby ini, jadi kalau beli kudu ke Jogjakarta atau via online. Tapi nggak papa sih, toh masih bisa nyetok kalo pas belanja ke kota. Hahaha


Tertarik sama Lactacyd baby? Boleh kok beli langsung buat nyobain, atau kepoin dulu akun sosmed dan web resminya lactacyd. 

Website : www.lactacyd.co.id
Facebook page : Lactacyd Baby
Twitter : @BabyLactacyd
Kesimpulan :

Plus

Serbaguna, bisa dipakai buat mandi, cuci muka, shampoan.
- Terbukti ampuh buat mengatasi aneka gangguan kulit, ruam popok, ruam susu, biang keringat, dll.
- Aman buat kulit bayi.
- Kandungan SLSnya rendah.
- Kandungan Ph seimbang.
- Harga terjangkau.

Minus

Di daerahku pendistribusiannya belum begitu merata, tapi sebenernya terbantu banget sih dengan adanya toko online. 

Rate : 5/5

Repurchase? Jelas IYA!! Skincare kesayangan Keira sama Ibunya nih...! 



Disclaimer : All opinions and thought on everything feaured on this blog are entirely my own. People can be allergic to anything. I recommend that you patch test yor skin first time you use any of products.