Mengenal Lebih Dalam Tentang Physical & Chemical Exfoliation

Song Hye Kyo - artis korea. 

Siapa sih yang nggak mau punya suami kulit kayak Song Hye Kyo? Kayaknya nih sejak aku liat dia jaman SD dulu sampai kemarin liat di DOTS pas hamil Keira, kulitnya gitu-gitu aja. Nggak tambah tua, pun malah keliatan makin kinclong! Kamu juga pengen kan kulit macam begitu? apakah udah pakai aneka serum tapi kayaknya wajah tetep bluwek? Nah mungkin kamu perlu mengangkat sel kulit matimu dengan exfoliasi.

Kulit kita itu beregenerasi terus menenerus, makanya kadang ada sel-sel kulit mati yang kalau nggak dibuang dari kulit bakal bikin kulit keliatan kusam. Selain itu sel kulit mati dan kotoran yang bertumpuk di kulit akan membuat penyerapan produk kecantikan yang kita pakai nggak maksimal. Istilah gampangnya, kamu mau beli serum harga puluhan juta juga nggak bakal ngefek dengan maksimal kalau kulit wajahmu nggak bersih. Sayangnya nih sel kulit mati ini kadang nggak bisa hilang sendiri dari kulit, butuh usaha dikit buat mengenyahkannya. Salah satu cara menghilangkan sel kulit mati adalah dengan exfoliation. Exfoliation sendiri ada dua cara yaitu Physical Exfoliation dan Chemical Exfoliation. 

1. Physical Exfoliation.
Eksfoliasi kulit dengan metode ini butuh niatan khusus karena biasanya sih emang agak lebih ribet. Yang masuk eksfoliasi dengan metode ini misalnya scrubing/ peeling, juga eksfoliasi dengan brush, scapel, sikat lembut, waslap, lulur, mikrodermabrasi, dermaplaning, pokoknya apa aja yang kalo digosok ke kulit bisa mengangkat sel kulit mati. Nah, physical exfoliation ini harus dan wajib banget dilakukan secara perlahan karena kalau lebay bisa bikin kulit kita terluka. Bahkan, butiran scrub yang dipakai pun nggak boleh terlalu besar karena bisa bikin kulit kita sobek atau istilahnya micro tears. Sobeknya keciiiil banget dan cuma keliatan kalau dilihat pakai mikroskop tapi ya tetep aja kan namanya kulit luka berati kuman mudah masuk yang ujung-ujungnya bikin jerawatan. Eksfoliasi jenis ini sebaiknya dilakukan seminggu sekali saja.

Physical Exfoliation cocok untuk kulit yang memiliki bekas luka, selulit, kerutan, dan stretch mark.

Contoh produk ; Peeling mundisari mustika ratu, Skinfood Black Sugar mask, Masker/lulur kopi, dll.

2. Chemical Exfoliation.
Nah kalau ini pengangkatan sel kulit mati dilakukan dengan mengoleskan bahan kimia pada kulit. Makainya juga nggak boleh langsung dosis tinggi karena kulit bisa jadi malah over exfo dan jadi gosong plus mengelupas. Meski bikin kulit jadi fotosensitif tapi chemical exfoliation ini  biasanya lebih mencerahkan dan menghaluskan kulit jika dibandingkan dengan Physical Exfoliation. Ada beberapa bahan utama yang biasa digunakan untuk Chemical Exfoliation yaitu AHA, PHA dan BHA. Chemical Exfoliation sebaiknya digunakan secara bertahap dari dosis rendah lalu ke dosis tinggi dan penggunaannya sebaiknya tidak setiap hari, terutama jika belum pernah menggunakan chemical  exfoliation sebelumnya. Untuk toner dengan kada exfo rendah bisa dimulai dengan penggunaan setiap dua hari sekali baru setelah cocok berlanjut setip hari. untuk dosis tinggi sebaiknya setiap satu bulan sekali.

a). AHA (Alpha Hydroxy Acids), biasanya berasal dari buah, kacang-kacangan, susu atau gula. AHA bersifat larut air (hidrofilik dan water soluble). AHA bekerja dilapisan kuit atas (epidermis) dan mengangkat sel-sel kulit mati sehingga dapat mencerahkan kulit. AHA efektif bekerja pada PH 3-5. AHA biasanya digunakan sebagai pencerah dalam skincare karena meningkatkan eksfoliasi sel kulit mati. Saat penggunaan AHA biasanya ada sensasitingling yang dirasakan. Ada bermacam-macam AHA, yaitu :

  • Glycolic acid, berasal dari gula efektif untuk mengontrol produksi sebum pada kulit.
  • Tartaric acid, berasl dari anggur dan berfungsi untuk antioksidan.
  • Mandalic Acid, berasal dari buah almond ddan berfungsi untuk mengontrol produksi pigmen kulit.
  • Lactic acid, berasal dari susu dan gula. bersifat anti mikroba, melembabkan, menormalkan ph kulit dan mencerahkan kulit.
  • Malic acid, berasal dari buah apel. berfungsi untung melembabkan, menyejukkan kulit dan meningkatkan suplai oksigen ke kulit..
  • Citric acid, berasal dari asam sitrat dan jagung. Citric acid bermanfaat sebagai anti aging, pencerah kulit dan meningkatkan kelembaban kulit.
AHA cocok digunakan pada kulit normal - kering. Contoh beberapa produk yang mengandung diantaranya : Wardah white secret series, Ponds white beauty series, The ordinary AHA 30% + BHA 2% Peeling solution, The Ordinary Lactic acid 5% + HA 2%, COSRX AHA 7 Whitehead powerliquid dll. Sebenarnya hampir semua skincare pencerah di Indonesia menggunakan AHA.

b). BHA ( Beta Hydroxy Acids) atau biasa dikenal dengan nama Salicylic Acid. BHA bersifat anti inflamasi dan larut minyak (lipophilic dan Keratolytic) sehingga BHA dapat menembus minyak di kulit dan membersihkan  pori-pori kulit dari kotoran dan sel-sel kulit mati. Oleh karena itu BHA sangat cocok bagi mereka yang memiliki masalah kulit seperti blackheads,whiteheads, dan jerawat. BHA efektif pada PH 3-5 dengan konsentrasi 1- 2 % saja.

Karena sifatnya yang larut lemak dan mengandung anti inflamsi, BHA biasanya digunakan dalam skincare untuk kulit berjerawat. Dalam pemakaiannya BHA kadang membuat kulit menjadi kering dan dehidrasi sehingga BHA cocok untuk kulit normal- berminyak. Beberapa produk kecantikan yang mengandung BHA antara lain : The ordinary AHA 30% + BHA 2% Peeling solution, COSRX BHA Blackhead Power liquid, The Ordinary Salicylic Acid 2% Solution, Mineral Botanica Acne spot treatment, Black sugar Perfect First Serum, semua varian ACNES Skincare, Hadalabo Tamagohada Mild Peeling Facial Wash,dll.

BHA/Salicylic Acids sebaiknya tidak digunakan saat sedang hamil.


c). PHA (Poly Hydroxy Acids) adalah acid yang memiliki fungsi sama dengan AHA namun memiliki molekul yang lebih besar sehingga tidak begitu menyebabkan iritasi. PHA biasanya di gunakan oleh orang dengan kulit yang sangat sensitif dan mudah iritasi. PHA berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan sebagai anti peradangan, selain itu juga dapat mengembalikan ketebalan kulit. Beberapa jenis PHA diantaranya,
  • Lactobionic acid,  berasal dari laktosa pada susu sapi berfungsi untuk menyejukan kulit dan sebagai anti oksidan. 
  • Gluconic acid atau gluconalactone berasal dari glukosa, berfungsi untuk peremajaan kulit dan mengangkat sel kulit mati.
Contoh produk dengan PHA : Hadalabo Tamagohada Mild Peeling lotion.

Nah, sekarang udah ada bayangan kan mau exfoliasi yang kayak apa? Apapun pilihanmu jangan lupa pakai SUNBLOCK ya, karena itu WAJIB hukumnya. 

0 komentar:

Post a Comment

Feel free to ask anything, leave your comment. No SARA please :)