ASIP beku Keira

"Mbak, kalau Kamu kerja Keira minum apa dong?"

"Mbak, berarti Keira udah disambung susu formula ya?" 

"Itu caranya biar ASInya banyak kayak Kamu gimana sih?"

Pertanyaan-pertanyaan diatas adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan ke aku, nah di postingan kali ini aku akan bercerita soal ASIPnya Keira. 

Sebenarnya Keira itu bukan bayi ASI Eksklusif, karena kalau dari definisinya ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan atau pengganti yang lain selama 6 bulan full. Sementara Keira di minggu awal kehidupannya harus opname karena mengalami hiperbilirubin atau bahasa umumnya kuning. Waktu itu kadar bilirubin total Keira sempat mencapai angka 34.79 yang artinya sangaaaaaat tinggiiii sekali dan dia harus di rawat di NICU. Hari itu aku belum ada persiapan sama sekali, pompa belum ada, botol untuk nyimpen asi belum ada, dan akhirnya atas pertimbangan medis aku acc untuk pemberian susu formula. Meski setelahnya aku dapat donor asi dari mama alya dan setelah berhasil pumping aku nganter asi buat Keira, namun di hari pertama dia opname dia sudah mengenal susu formula.

Jangan ditanya lagi ya stressnya kayak apa, waktu yang mestinya bisa ngelonin Keira di rumah jadi mesti ngintip keira dari jendela RS karena dia dirawat di inkubator. Belom lagi judgement dari orang-orang, "ASI kamu mesti kurang makanya anakmu kuning." Atau "Keira nggak pinter ya nenennya?" Hiih rasanya pengen kutendang ke bulan deh mereka. Masalahnya ASIku saat itu cenderung kimplah-kimplah bahkan sampai tumpah di sprei segala saking penuhnya, dan Keira itu pinter banget neteknya, putingku nggak pernah lecet bahkan dokter aja bingung karena Keira itu nenen pinter, ASI banyak kok bisa angka bilirubinnya melejit sedemikian cepat. Nah ternyata penyebab hiperbilirubin itu nggak cuma kurang minum, tapi bisa karena perbedaan golongan darah ibu dan bayi. (Golongan darahku A , Keira O makanya angka bilirubinnya cepat sekali naik.) Tapi hal-hal diatas pada akhirnya malah bikin aku semangat buat ngasih ASI aja buat Keira selama 6 bulan full, syukur-syukur bisa sampai 2 tahun. (Amiiiiiiinn)

Kali ini aku mau cerita soal perjalanan ASI Keira, namun karena ceritanya panjang buanget kayak rel kereta jadi ceritanya bakal aku bagi menjadi beberapa part ya. Part pertama ini bakal cerita tentang kenapa milih ASI, bagaimana pumping, dan soal nabung ASI.

Kenapa pilih ASI Perah dan bukan formula?
Kandungan ASI vs Formula
Simplenya karena Tuhan sudah menyediakan ASI tentu bukan tanpa alasan, jadi mestinya ASI adalah yang paling ideal dan paling baik buat bayi. Secanggih apapun Susu formula, kandungannya tidak akan selengkap ASI. ASI juga pastinya lebih mudah dicerna oleh bayi, hampir tidak ada bayi yang diare/sembelit gara-gara ASI. Dari literatur yang aku baca, paling baik memang direct breastfeeding atau menyusui langsung, jadi urutannya direct breastfeeding - ASI perah segar - ASI perah yang disimpan di chiller/pendingin- ASI perah beku. Jadi kalau nggak kepepet banget jangan pakai ASI beku ya. Berhubung rumahku itu ndeso dan aku kerja di kota yang jaraknya 2 jam perjalanan plus kebetulan rumahku itu jalur wisata yang kalo pas macet bisa nyamain macetnya jakarta, akhirnya diputuskan aku pulang maksimal 2 hari sekali, its mean ada kalanya aku nggak menyusui Keira secara langsung. Triknya biasanya gini : ketika pulang aku nyusuin langsung, tetep merah buat stok ASI di kulkas, sebelum berangkat kerja merah lagi buat stok ASI segar, baru kalo itu habis ASI bekunya dipakai.

Dari segi harga, jelas ASI lebih hemat karena jelas ASI itu gratis. Bayangkan saja kalau mesti beli susu formula dengan kebutuhan bayi menyusu minimal 8x sehari,bisa habis berapa ratus ribu perbulan buat susu aja? Tapi aslinya ASI perah itu nggak hemat banget juga sih, sebab perintilannya ternyata banyak ; breastpump, sterilizer, botol kaca buat nyimpen ASIP, plastik ASIP, cooler bag, ice pack, ice gel, warmer, freezer, dll

Kapan mulai nabung ASI? 

Mulai rajin nabung ASI ketika Keira pulang dari rumah sakit, jadi ceritanya waktu itu sekalian pumping buat meningkatkan produksi ASI nah daripada hasil pumpingannya dibuang akhirnya di simpen aja karena waktu itu aku masih menyusui langsung. Terlebih lagi aku baca baca dan denger cerita kalau ketika sudah kerja produksi ASI biasanya menurun, dan karena aku nggak mau ASInya kejar tayang kayak sinetron Indonesia jadi kuusahakan buat nabung ASI. Jadi menurut pengalamanku, sebaiknya ibu bekerja mulai nabung ASI ketika bayi berusia sebulan, atau saat dirasa ASI yang dihasilkan adalah ASI mature. Jangan nunggu mepet habis cutinya baru nabung.

Kalo full time mom a.k.a ibu rumah tangga perlu nabung ASI nggak? Kalo menurutku iya, perlu. Meski tabungan ASInya mungkin nggak perlu sebanyak ibu yang bekerja. Gunanya buat jaga-jaga kalau misal kita tetiba ada acara pergi yang nggak bisa ngajak si kecil atau kalau amit amit kita sakit dan perlu dirawat di RS, karena masa depan itu nggak ada yang tau kan? Lebih baik sedia payung sebelum hujan.

Berapa sering pumping atau merah ASI?

Dulu waktu masih di rumah dan menyusui langsung aku merah asi 3-4 kali sehari, yaitu pagi ketika bangun tidur, siang ketika keira tidur, sore sambil nonton drama korea dan malam sebelum keira tidur. Kalau lagi rajin sih dini hari juga pumping, tapi kebanyakan enggaknya soalnya dini hari itu enaknya selimutan sambil ngelonin Keira.

Nah ketika kerja dan nggak serumah lagi sama Keira aku jadi jarang pumping, dan ITU ADALAH KESALAHAN TERBESARKU. Akibatnya produksi ASIku sampai menurun 50% , ya gimana enggak, disusui enggak, diperes juga enggak. Jadi buat yang belum terlambat, jangan kayak aku ya karena sumpah naikin produksi ASInya susah buangettttt bahkan sampai saat ini aku belum sukses balikin supply ASIku kayak dulu.

Idealnya pumping atau merah ASI itu setiap 2-4 jam sekali  atau 8-12 kali sehari mengikuti pola menyusui bayi ya  ( terutama bagi yang ekslusif pumping ) bahkan dini hari sekalipun karena justru dini hari antara jam 1-5 adalah saat dimana hormon prolactin banyak di produksi. Contoh jadwal pumping bisa dilihat di bawah ini, terutama bagi yang ekslusif pumping. Sekali merah sebaiknya 10-15 menit saja, karena itu adalah durasi rata-rata bayi menyusu. Memerah yang terlalu lama justru akan menyakiti payudara dan bikin jenuh. Lebih baik mompa sebentar tapi sering daripada lama tapi jarang.
Jadwal pumping
Tapi kalau mompanya nunggu payudara penuh kan hasilnya lebih banyak?
Yakin? Yakin lebih banyak?? Logikanya gini ya, ketika nunggu payudara penuh sekitar 6 jam misalnya, hasil perahan bisa mencapai 120 cc. Sedangkankan kalau tiap 2 jam hanya dapat 50cc, tapi kalau ditotal 6 jam dapatnya 150cc kan? Ingat semakin sering di perah semakin CEPAT ASI di produksi, payudara yang kempet adalah tanda dia sering memproduksi. 

Ibu rumah tangga perlu merah ASI nggak? Menurutku perlu. Satu buat nabung, dua buat maintenance dan ningkatin produksi ASI. Selain itu kalau bayinya sudah minum ASI tapi di rasa kok nggak segembil bayi tetangga (meski ukuran sehat itu bukan gendut ya) dan ibu pengen booster kenaikan berat badan, ibu bisa mersh dulu ASInya sampai habis bagian foremilk atau ASI yang encer supaya bayi dapat asi kental / hindmilk yang banyak mengandung lemak.

Sekilas tentang foremilk  dan hindmilk ya, jadi ASI kita itu ternyata terdiri dari dua bagian yaitu foremilk atau bagian asi yang encer dan hindmilk atau ASI yang kental. Foremilk banyak mengandung air sehingga nampak lebih encer, dia banyak mengandung nutrisi untuk otak gula dan protein, biasa payudara mengeluarkan foremilk terlebih dahulu. Hindmilk adalah ASI yang lebih pekat dan banyak mengandung lemak sehingga baik untuk pertumbuhan bayi, hindmilk biasanya dikeluarkan belakangan itulah sebabnya menyusui sebaiknya benar benar sampai payudara kosong supaya bayi dapat hindmilk dan tidak terjadi pembengkakan di payudara ibu. Mana yang lebih baik, hindmilk atau foremilk? Dua-duanya baik ya, jadi usahakan bayi dapat dua-duanya .


Sekian dulu ya cerita tentang ASInya, bersambung di part berikutnya.


Haloooo~
Rindukah pada tulisanku? Nggak ya? Nggak ngaku pasti.. Bhihik
Jadi sebenernya buanyak banget nih yang pengen aku ceritain, tapi ternyata lebih asik mainan sama keira dan ngusel-nguselin pipinya yang gembul itu daripada nulis *alesan*. Iya lhoo Keira sekarang udah gembul, udah lima kilo kemaren ditimbang sama titinya pake timbangan roti *seriusan* padahal usianya belum genap 2 bulan.
Ada yang mau gigit?

Aku? Aku udah langsing dong, meski ada aset yang belum kempes tapi setidaknya angka timbangan mulai di angka 5 setelah sebelumnya sempet di angka 7! Cepet kan turunnya, ya gimana nggak cepet.. Ngurus Keira itu sesuatu banget. Keira ini anaknya gak betahan, popok basah dikit nangis, laper dikit nangis kejer, ngantuk nangis kenceng.. Ya gitu deh. Maka demi perdamaian dunia, kalo malem Keira aku pakein diapers. Aslinya sih pengen kalo siang juga pake diapers, tapi gak boleh sama titinya Keira. Nah pada suatu malam karena capeknya sejuta aku ketiduran dan nggak ganti diapernya Keira, lalu munculah bintik-bintik merah di pantat, perut dan selangkangan Keira. Fix dia kena ruam popok, hua...guilitynya poool! Kulit mulusnya anakkuuuu~ huhuhu

Ruam popok merupakan peradangan yang terjadi di area yang tertutup popok, seperti sekitar alat kelamin, pantat, dan pangkal paha bagian dalam, biasanya berwarna kemerahan disertai lecet-lecet ringan dan gatal. Kebayang kan kalo lecet-lecetnya itu kena pipis, mesti periiiih banget kayak hati waktu liat mantan sama pacar barunya. Kasian si anak bayi jadinya kalo kena ruam popok. Hiks! Sebenernya ruam popok bisa dicegah lho dengan beberapa cara misalnya segera mengganti popok kalau basah/kotor/penuh, membiarkan kulit terkena udara/ bernafas, keringkan kulit sebelum memakai popok, intinya sih ya daerah situ itu mesti keriing. Tapi.. tapi.. Kadang sebagai manusia kita khilaf dan lupa deh ngejaga bagian situ tetep kering.


Source : FB Lactacyd Baby

Nah kalo udah terlanjur kena ruam popok gimana dong?
Untungnya ya, pas jaman Keira masih di dalam perut dan aku lagi nyiapin list barang kebutuhan newborn temen-temen di grup whatsapp lagi pada bahas Lactacyd yang katanya ampuh nyembuhin ruam popok, ruam susu, biang keringat dan iritasi. Awalnya sih ku kira Lactacyd yang dimaksud adalah Lactacyd favoritku yang khusus wanita ntuuuh.. Ternyata yang dimaksud Lactacyd Baby! Haha dudul dan kudet sekali yaaa saya *tutup muka*. Nah akhirnya pas belanja kuputuskan buat nyetok si Lactacyd Baby ini, yang ternyata terbukti sangat berguna. Waktu itu aku ngikutin cara pakai yang ada di kemasan, yaitu 3-4 sendok teh lactacyd dicampurin ke air yang buat mandi lalu Keira dimandiin seperti biasa. Nah karena di kulit kepala Keira ada bintik bintik kecilnya maka Lactacyd Baby juga kupakai buat pengganti shampoo. Puji Tuhan setelah 3 hari ruam popok sembuh dan setelah seminggu bintik di kulit kepala Keira hilang. Sekarang Lactacyd Baby kupakai tiap hari buat mandiin Keira, malah kadang  aku juga pakai buat cuci muka. Ya kaliii kulitku bisa jadi semulus kulit anak bayi.. :)

Source : Fb Lactacyd Baby


Aku sih merasa aman ya pakai Lactacyd Baby buat daily use soalnya komposisinya juga aman buat bayi. Di dalam Lactacyd Baby ada kandungan Lactic acid dan Lactoserum merupakan kandungan alami susu yang berguna buat membunuh kuman, bakteri, jamur, mengangkat sel kulit mati dan melembabkan kulit. Ph Lactacyd Baby juga merupakan Ph seimbang yaitu 3-4 sehingga aman buat kulit bayi yang masih sensitif. Komposisi Lactacyd Baby antara lain Aqua, TEA-laury sulfate and ammonium lauryl sulfate, Etjylebeglycil stearate, Diethyleneglycol stearate, Hydrogenated peanut oil, Lactic Acid, Lactoserum, Ethylhydroxyethlcellulose, Natural orange falvor, Soduum methyl paraben, Sodium hydroxide Cholesterol, Phosporic acid.

Tekstur Lactacyd Baby sendiri cair dengan warna putih seperti foremilk (ASI encer) dan baunya enak kayak susu dengan hint jeruk. Lactacyd baby ini imho kandungan SLS (detergen)nya nggak banyak soalnya dia nggak terlalu berbuih, pas  banget kaaan buat kulit sensitif. 


Tekstur lactacyd baby yang cair

Busa yang nggak begitu banyak menandakan SLSnya cuma sedikit.

Nah dengan segudang manfaat yang ada, jangan pikir Lactacyd ini mehil yaaa.. Harganya cukup murce kok. . Kalo yang kemasan 60 ml sekitar 20ribuan kalo yang guede sekitar 80-90 ribuan. Muraah kan daripada beli obat atau ke dokter kulit, lagian kalo dipake tiap hari Lactacyd Baby bisa mencegah masalah kulit pada bayi Belinya bisa di toko perlengkapan bayi atau di apotek. Sayangnya di Gunungkidul masih agak susah cari si Lactacyd Baby ini, jadi kalau beli kudu ke Jogjakarta atau via online. Tapi nggak papa sih, toh masih bisa nyetok kalo pas belanja ke kota. Hahaha


Tertarik sama Lactacyd baby? Boleh kok beli langsung buat nyobain, atau kepoin dulu akun sosmed dan web resminya lactacyd. 

Website : www.lactacyd.co.id
Facebook page : Lactacyd Baby
Twitter : @BabyLactacyd
Kesimpulan :

Plus

Serbaguna, bisa dipakai buat mandi, cuci muka, shampoan.
- Terbukti ampuh buat mengatasi aneka gangguan kulit, ruam popok, ruam susu, biang keringat, dll.
- Aman buat kulit bayi.
- Kandungan SLSnya rendah.
- Kandungan Ph seimbang.
- Harga terjangkau.

Minus

Di daerahku pendistribusiannya belum begitu merata, tapi sebenernya terbantu banget sih dengan adanya toko online. 

Rate : 5/5

Repurchase? Jelas IYA!! Skincare kesayangan Keira sama Ibunya nih...! 



Disclaimer : All opinions and thought on everything feaured on this blog are entirely my own. People can be allergic to anything. I recommend that you patch test yor skin first time you use any of products.






Heiheiho hehoo~
Oh syukurlah blog itu nggak bisa debuan, kalo bisa yakali blogku udah penuh debu dan sarang laba-laba karena lama nggak di jamah. Ya gimana ya, aslinya di trimester akhir kehamilan buanyak banget ide tulisan yang jerit-jerit minta di posting, tapi apalah daya beli keperluan bayi yang lucu lucu ternyata lebih menarik pun ditambah racun drama korea Descendant of the Sun yang bikin klepek-klepek dan males ngeblog. 

Nah today mumpung lagi agak selo dan sudah agak mampu beradaptasi dengan jam tidur bayi -yang-bikin-aku-jadi-ada-alesan-beli-skincare-demi-kulit-mulus-tanpa-mata-panda- dan para tamu yang sudah mulai berkurang, aku akan berbagi sedikit tentang cerita kelahiran Keira, my little princess. 

Dihitung dari hari perkiraan haid terakhir (hpht) maka hari perkiraan lahir (hpl) Keira jatuh pada tanggal 25 April 2016. Namanya juga hari perkiraan dan bukan hari pasti lahir ya, jadi sejatinya aku sendiri sudah paham kalau Keira bisa saja lahir lebih awal atau malah mundur (feelingku sih mundur) oleh karena itu untuk mencegah rasa kemrungsung yang tidak perlu aku minta suamiku pulang ketika aku sudah merasakan tanda persalinan atau kalau sudah lewat HPL. Di kehamilan 37 minggu aku sudah mulai melakukan induksi alami, seperti makan nanas, makan kurma, jalan pagi, yoga, goyang di gymball (sambil nonton DOTS!), pesen wewangian jasmine, dan makan pedes. Sayang suami nggak ada, jadi induksi alami ternyaman nggak bisa dilakukan. Hihihi

Tanggal 24 April mulai ada kenceng-kenceng meski belum intens. Lagian ya aku ini belom paham antara mules kontraksi, mau BAB atau laper jadi aku masih cuek, hanya perut emang kadang keras. Atas saran ibu yang mulai panik dan dorongan suami aku pun periksa ke bidan deket rumah dan belom ada pembukaan pemirsaaaah! Tapi bu bidan pesen kalau tgl 28 belum lahir aku disarankan cek ke rumah sakit. Akhirnya tanggal 27 pagi aku periksa ke dokter, dicek sudah pembukaan satu, dan masih seperti sebelumnya aku sama sekali nggak mules. Pulang dari periksa, untuk memacu hormon oksitosin (yang diproduksi banyak ketika kita bahagia,rileks dan bercinta) aku pun SPA hamil dan creambath dulu di WHC, mumpung diijinin suami, mumpung bisa sebelum repot ngurus bayi dan mumpung belum kontraksi! Lagipula malamnya suami bakal datang, biar wangian dikitlah kalo nanti induksi alami. Hehehehe Sempet deg-degan karena pas SPA aku sudah mulai ngeflek, takut ketahuan mbak terapisnya trus nggak jadi SPA, untung mbak terapisnya nggak tau :p

Tanggal 29 April karena belum ada apa-apa (meski sudah rajin induksi alami sama suami) aku cek lagi ke dokter, di cek masih pembukaan satu terus akhirnya diminta opname buat di induksi. Aslinya ya pengen kabur aja trus induksi alami, tapi kondisi tidak memungkinkan untuk kabur. Karena riwayat NST yang pernah kurang bagus dokter pesan untuk NST ulang kalau kontraksi sudah intens. Tapi sumpah ya, saat di induksi itu aku sama sekali nggak merasa mules atau sakit. Rasanya cuma kayak laper... bahkan saat perutku sekeras batu (yang menandakan ada kontraksi). Oh ya, kemarin saat di kamar bersalin aku bawa minyak EO Jasmine, konon Jasmine bisa memacu kontraksi dan baunya juga enak. Ibuku yang mungkin panik, penasaran kenapa aku di induksi malah hahaha hihihi whatsapaan sama ibu ibu laskar Gentle Birth dan main game, ya mau gimana lagi wong nggak sakit. 
Akhirnya menjelang malam aku di NST ulang, awalnya sih bagus tapi lama-lama di menit ke 16 kok nada dan rima denyut jantung Keira mulai nggak bagus, aku pun minta ibu untuk panggilin bidan jaga. Setelah itu NST diulang, dan hasilnya sama. Akhirnya bidan jaga lapor dokter, sementara aku makan. Lagi asyik makan tetiba dokter datang dan bilang, "SC ya Mbak, denyut jantung bayinya mulai distress" dan dengan dudulnya aku bertanya, "Sekarang Dok?" (Masih sambil makan) . "Lha iya Mbak, sekarang.Stop makan minum ya." Oke, aku belum puasa dan udah disuruh operasi emergency. Padahal biasanya minimal puasa 6 jam. Masih berusaha tenang aku telepon suami yang baru keluar, lalu minum air putih (ampun jangan ditiru!). 

Setelah itu aku ganti pakai baju persiapan operasi, diguyur cairan infus, dicukur rambut kemaluannya dan dipasang catheter (selang untuk saluran kencing) yang naujubilah sensasinya. Aku sampai ngrayu-ngrayu suami buat nglepas tu selang catheter. Suami saat itu nampak panik sih, dan bertanya apa luka operasinya bisa hilang dan menawari perawatan pasca operasi ke salon. (Eh ini ditagih boleh ya?) jam 20.00 WIB aku dibawa ke ruang operasi, dan syukurlah yang jaga saat itu kenal semua dan termasuk orang-orang yang rame jadi bercandaan aja di dalam kamar operasi. Yang paling stres itu saat sudah disuntik anestesi, karena Lumbal Anestesi atau bius lokal jadi yang hilang rasanya perut kebawah, stres deh mau gerakin kaki tapi kakinya 'hilang'. Di sinilah ilmu nafas yang mestinya dipakai saat kontraksi aku pakai, rileks.. Rileks.. Rileks.. Sambil ngobrol dengan orang-orang. Jam 20.45 WIB Keira lahir, langsung nangis dan rasanya legaaaaaa~ setelah di lap dan di bersihkan Keira ditaruh di dada buat IMD rasanya bersyukur banget makhluk mungil ini lahir sehat dan gendut. 

Tidak lama setelah IMD Keira diambil untuk diukur antropometrinya, sedang aku masih harus di jahit-jahit. Saat itu aku merasa pusing dan mual, akhirnya aku disuntik tidur dan bangun-bangun sudah di ruang perawatan, waktu itu jam 22.00 WIB. Jam 24.00 WIB Keira diantar ke ruangan untuk rawat gabung, aduh bahagianyaaaa.. Ada makhluk mungil yang nempel-nempel dan bergantung sama aku. Meski masih belum boleh duduk tapi aku tetep menyusui Keira dengan posisi tiduran dibantu suami. Pemulihan pasca operasi terbilang cepat, hari pertama sudah miring kanan dan kiri, hari kedua sudah duduk dan jalan. Intinya cuma kemauan untuk bergerak dan nafas dalam dan panjang tiap terasa sakit. Sekarang tinggal PR ngurangin berat badan biar seragam kerja muat lagi!!

Meski tidak melahirkan secara normal tapi menurutku proses kelahiran Keira termasuk sangat gentle dan minim drama dan trauma. Selama ini gentle birth sering diasosiasikan dengan proses melahirkan di rumah tanpa intervensi medis tanpa rasa sakit, yang mana salah kaprah menurutku. Gentle birth bagiku lebih kepada suatu proses kelahiran yang nyaman dan penuh kesadaran bahwa kehamilan dan persalinan itu adalah anugerah, sesuatu yang luar biasa dan indah yang dialami wanita. Dengan menyadari penuh bahwa dirinya hamil dan akan melahirkan, sudah semestinya wanita memberdayakan dirinya dengan belajar. Mempelajari tubuhnya, bayinya, prosesnya dan segala sesuatunya. Hingga ketika tiba saatnya, dengan penuh kesadaran ia akan menerima rasa sakit yang mungkin timbul, mensyukurinya hingga akhirnya melahirkan pun bisa nyaman dan bahagia. Sudah bukan jamannya melahirkan dengan drama, dengan manja, dengan rasa tersiksa, proses persalinan mestinya adalah sesuatu yang membahagiakan. Mau ketemu bayinya lho ya, masak drama? 

Now, our life as a parent is begin. Terima kasih untuk semua dukungan dan doa teman-teman dan keluarga, juga untuk ibu ibu LGB yang heboh dan selalu bisa bikin ketawa, RS Bethesda untuk pelayanannya yang joss dan untuk suami atas kasih sayang dan kesabarannya. 

Selama hamil ini aku jadi heboh banget nyari tempat senam hamil atau yoga di Jogja. Sebenernya sih kalau senam hamil biasa di RS tempat aku bekerja juga ada, tapi aku maunya prenatal pilates *banyak mau* jadilah hunting ke sana ke mari yang berakhir.... Zero.
Kalo dipikir-pikir, kurang kerjaan amat ya nyari tempat olahraga buat ibu hamil, mendingan goler-goler.

Jaman masih agak muda dulu, aku nggak hobi banget sama yang namanya olahraga. Kayaknya jaman SD-SMP-SMA nilai olahragaku yang cuma 7 itu adalah belas kasihan guru aja, ya abis gimana... Aku kalo lari pasti terakhir atau minimal nomer dua dari belakang. *nunduk* Semua berubah semenjak negara api menyerang, eh enggak ding.. Semenjak di bilik rumpi para sahabat menggalakan hidup sehat aku mulai sadar kalo olahraga itu penting. Awalnya cuma jalan pagi, lalu jadi lari pagi, lalu karena *ehem* agak mager bangun subuh beralih ke pilates dan aerobik. Pertama olahraga tentu aja badan remuk redam, tapi rasanya tubuh juga lebih fit dan lebih energik. Akhirnya ketagihan lah sama workout.

Ketika hamil muda mulai bingung, duh nggak bisa lah hamil begini pilates bisa kenceng semua perutnya. Akhirnya nyoba alternatif olahraga yang lain, sebab selama hamil kita tetep perlu lho berolahraga ringan. Supaya badan sehat, otot kuat (terutama otot pinggul) dan dapet endorphin yang bisa mengurangi keluhan saat hamil. Tapi olahraga saat hamil ada syaratnya, 

  • Tidak ada riwayat flek atau perdarahan.
  • Tidak ada riwayat asma atau hipertensi
  • Jika tidak terbiasa berolahraga, lakukan setelah umur kehamilan 24 minggu
  • Konsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda.
Kalau udah memenuhi syarat di atas bolehlah olahraga. Nah olahraga yang selama ini sudah aku lakukan antara lain: 

1. Fitness
Sebenernya sih fitnessnya cuma jalan di tritmil sama latihan beban untuk lengan dan dada. Alesannya apalagi kalo bukan godaan selimut di pagi hari yang lebih menggoda daripada hasrat bangun dan jalan pagi. Akhirnya aku ganti jalan pagi pake jalan di tritmil aja deh. Jalan kaki adalah salah satu olahraga murah yang bagus dilakukan saat hamil, apalagi kalo jalannya sama suami wih romantis kan.. Terus pulang jalan-jalan pagi makan bubur ayam. Endes bambang gulindang! 
Aku fitness di WHC yang ada di lantai 3 RS Bethesda Yogyakarta, enaknya fitness disini adalah ada hari khusus wanita (sesuai namanya woman health clinic) jadi nggak malu fitness dengan perut geday. Hihihi

WHC Fitness Centre
RS Bethesda lantai 3
Jl Jendral Sudirman 70 Yogyakarta
Open daily 06.00 WIB - 18.00 WIB
Price : Member 155ribu/bulan, bebas datang sepuasnya. 

2. Senam Hamil
Berhubung aku adalah instruktur senam hamil jadi kayaknya ini adalah olahraga paling konsisten yang aku lakukan, minimal satu minggu sekali sejak sebelum hamil. Awalnya dulu senam hamil yang aku lakukan senam standar dari dinas kesehatan, tapi karena aku ini anaknya bosenan jadi lama-lama aku selipin sedikit gerakan yoga, sedikit gerakan pilates dan meditasi. Akhirnya jadi senam campur aduk deh, hihihihi yang penting its fun!

Kelas ibu dan Senam hamil
Women Health Clinic (WHC) RS Bethesda lantai 3
Jl Jendral Sudirman 70 Yogyakarta
Setiap Sabtu jam10.00 WIB - selesai
Price : 30rb /free kelas ibu dan drink
Cp bidan asri : 0878 3975 4457

3. Prenatal Yoga
Sementara ini aku baru nemu satu tempat yang ada prenatal yoganya di Jogja, dan satu di klaten. Tapi klaten jauhnya naujubilah, jadi endingnya mesti puas yoga sekali seminggu di Jogja. Yoga itu menyenangkan sih, soalnya sekalian diajarin nafas dan biasanya gerakannya lebih ke hip opening untuk memudahkan proses persalinan nanti. Aku yoga di Puri Artha dengan instruktur yang kebetulan bidan juga, jadi rasanya lebih tenang dan meyakinkan. Sebenernya sama bu yessi di suruh yoga sendiri juga sih di rumah, cuma kadang suka lupa sama urutan gerakannya untungnya ada youtube. Di youtube ada banyak banget contoh video yoga yang bisa diikuti kalau misalnya di dekatmu nggak ada tempat yoga, yang penting memang niatnya. Tapi kalau dikasih rejeki lebih, mau dong ikut pelatihan prenatal yoga :)

Balance Mind Body Soul
Prenatal Yoga setiap selasa jam 08.30 WIB
Price 75ribu
Info 0819 0404 0727

Bagiku, hamil bukanlah alasan buat bermalas-malasan dan bermanja-manja karena persalinan adalah proses yang benar-benar membutuhkan kekuatan fisik yang bagus. Kalo jalan biasa aja nafas ngap-ngapan apalagi kalo bersalin nanti? Bukannya menghakimi sih, tapi kebanyakan ibu hamil memang sedikit lebih manja. Maunya goler-goler di kasur, maunya apa-apa diladenin, pokoknya hamil adalah ajang bermanja-manja sama suami! *ngaca*

Pregnancy isnt excuse to not doing workout, asal masih dalam batas wajar.
Nggak percaya? Perhatiin deh nenek kita jaman dulu yang kemana-mana jalan kaki, persalinannya kebanyakan lancar jaya kan. Nah kita yang hidup dijaman serba mudah ini yang kalo pengen makan apa tinggal telpon g*jek dan triiing makanan udah ada di meja makan, mesti memberdayakan diri juga supaya sehat dan lancar persalinannya, so yuk olahraga!