Yuhuuuuuu nggak terasa ya udah 12 minggu alias 3 bulan jadi mrs.Supomo, time flies. 
Sebenernya sih maksud hati pengen nulis at least sebulan sekali, apa daya kalah sama mager mual muntah. Fyi di minggu ke 15 ini aku masih aja muntah kalo malem, teori mual muntah hanya pada trimester awal rupanya gugur hancur berantakan *lebay*

Eh.. Bentar-bentar, nikahnya baru 12mg kok hamilnya udah 15 mg? Jangan-jangan... *getok orang yang sotoy*

Bagi sebagian besar orang yang kurang paham, hal diatas tentu bisa menimbulkan tanda tanya besar. Kalo yang mempertanyakan tetangga sih masih agak mending, kalo yang mempertanyakan suami sendiri terus jadi insyekur trus jadi ditalak tiga gimana hayo? *amit-amit* *ketok meja*. Tapi bagi orang yang paham dan ngerti seperti dokter kandungan, bidan, perawat(yang pas pelajaran maternitas dulu merhatiin), mahasiswi kebidanan(yang pas diterangin fisiologi dan proses pembuahan nggak bolos), koas (yang rajin merhatiin dosen), dokter umum (yang pas stase maternitas dulu merhatiin) serta orang awam yng rajin baca buku pasti hal tersebut wajar adanya. Kenapa? KARENA UMUR KEHAMILAN DIHITUNG BERDASAR MENS TERAKHIR, BUKAN BERDASAR KAPAN "BIKIN" BAYINYA. 

Baiklah, meski sudah agak ku singgung di sini, sebaiknya aku jelasin lagi lebih detail soal siklus mens, masa subur dan soal pembuahan. Hitung-hitung mengingat kembali pelajaran ketika aku masih belia, hehehe

Menstruasi atau haid adalah hal normal yang terjadi pada wanita, hal ini terjadi secara berkala dan dipengaruhi hormon FSH-Estrogen atau LH-progesteron. Pada wanita siklus menstruasi biasanya terjadi setiap 28 hari, tetapi ada juga yang mempunyai siklus pendek ( dibawah 28 hari sekali atau 21 hari sekali) dan ada juga yang mempunyai siklus panjang (diatas 35 hari sekali). Normalnya menstruasi terjadi selama 2-8 hari, nah jika mestruasi terjadi selama lebih dari 15 hari itu tidak normal. Mengetahui siklus menstruasi kita itu sangat penting, khusunya bila sedang progam mengingikan anak (promil) atau malah sedang KB alami. Sebab dengan mengetahui siklus menstruasi kita, kita bisa menghitung masa subur. Oleh sebab itu biasakan mencatat saat menstruasi setiap bulan. 

Masa subur adalah saat dimana sel telur matang dan siap dibuahi sehingga pada saat masa subur kemungkinan seorang wanita untuk hamil lebih tinggi daripada saat tidak subur. Simplenya masa subur adalah masa 14 hari sebelum mens berikutnya. Cara menghitung masa subur ada beberapa cara, yaitu dengan perhitungan kalender, dengan memperhatikan suhu tubuh (biasanya meningkat saat masa subur) dan dengan memperhatikan lendir vagina (biasanya lebih encer saat masa subur). Tapi kali ini, aku jelasin metode dengan perhitungan kalender saja yak. Hehehe

1. Untuk orang dengan siklus menstruasi teratur (28 hari sekali)

          Caranya cukup mudah, karena mensnya teratur dan terjadi setiap 28 hari sekali maka masa suburnya adalah 14 hari sebelum mens berikutnya, atau dengan kata lain, 28-14 = hari ke 14. Misalnya melati mens pada tanggal 1 januari 2015 ( hari pertama mens disebut hari 1) maka, masa subur melati adalah tanggal 1+14= 15 januari, kemudian karena sprema bisa hidup selama 3 hari maka, masa subur melati dianggap tanggal 13,14,15,16,17 januari 2015. Is easy, isnt it?

2. Untuk orang dengan siklus tidak teratur

Nah ini sedikit tricky, kita harus melihat dan mempelajari siklus menstruasi kita terlebuh dulu (itulah gunanya mencatat). Lalu masa suburnya dihitung dengan cara, pilih siklus paling panjang dan paling pendek dari siklus mens kita, nah kemudia dari siklus terpanjang dikurangi 11 dan siklus terpendek dikurangi 18. Misalnya, sebut saja namanya mawar. Mawar mens pada tanggal 1 januari 2015, dari hasil pengamatan setahun didapati bahwa siklus menstruasi mawar yang paling panjang adalah 55 hari, sedang yang paling pendek adalah 25 hari. Jadi masa subur mawar adalah  55-11 = 44, dan 25-18 = 7 , jadi masa subur mawar adalah antara hari ke 7 sampai hari ke 44 atau antara tanggal 8 januari- 14 februari. Buset panjang amat? Iya, karena siklus yang tidak teratur jadi sulit menentukan kapan pasnya.

Nah, dari penjelasan diatas bisa dibayangkan kan kalau ada orang yang habis nikah langsung hamil, lha kalo nikahnya pas masa subur? Dan dengan penjelasan masa subur diatas seharusnya (seharusnya lho ya) bisa dimengerti kalau ada selisih antara usia kehamilan dengan usia pernikahan. Selama selisihnya masih antara 2-4 minggu kita masih bisa mengasumsikan kalau dia menikah saat masa subur. Nah kalau nikahnya baru 3 bulan tapi hamilnya udah 7 bulan ya itu lain lagi ceritanya ya... :)

Lalu kalau mensnya nggak teratur, misal 2 bulan yang lalu trus pas nikah langsung hamil juga gimana dong? Masak hamilnya juga dihitung sejak mens terakhir?

No, sekarang jaman sudah canggih. Ada sebuah alat yang bernama USG atau Ultrosonografi, alat ini bisa kok buat menghitung usia kehamilan. Bahkan sekarang ada yang namanya USG transvaginal yang bisa mendeteksi kehamilan lebih dini lagi. USG untuk menentukan usia kehamilan memang paling akurat dilakukan saat usia kehamilan masih muda, pada trimester 1 kehamilan usia kehamilan akan diukur berdasar diameter kantong kehamilan (biasanya sudah bisa dilihat saat usia kehamilan 5mg ) atau berdasar jarak antara kepala-bokong (crown-rumph length). Sedang pada kehamilan yang sudah lebih besar lagi,usia kehamilan bisa diukur dari diameter kepala, perut dan tulang paha. Jadi kalau ragu soal usia kehamilannya ya mending usg aja. 

Semoga penjelasan diatas cukup bisa dipahami dan bisa mengurangi (kalau tidak bisa menghilangkan) prasangka buruk ya, kalau ada yang kurang dipahami atau ingin ditanyakan bisa kontak email atau koment saja, akan diusahakan dijawab. Mumpung kerjaan cuma gegoleran sambil browsing baju hamil yang makin kesini makin minta dibeli *menatap suami dengan senyum manis*.


Yes, i am pregnant.
HAPAAAAAAH??

I am pregnant.
ih kok cepet banget sih? Beneran? Nggak kredit kan? Nggak mau nikmatin bulan madu dulu?

The fact is I am pregnant, and i know its because God loves me. Is it enough? Mau aku rencana nunda juga kalo Tuhan maunya aku hamil sekarang,aku bisa apa selain bersyukur?

Sebenernya jauh sebelum menikah aku udah was-was, pasalnya setelah memakai ilmu kebidanan buat ngitung masa subur, masa suburku itu antara 8-14 agustus. Pas banget kan pasca pernikahan 9 agustus. FYI cara menghitung masa subur adalah siklus menstruasi dikurangi 14, ples minus 3. Hari pertama mens dihitung hari satu. Misalnya nih, si x mens tanggal 1 januari dengan siklus menstruasi 28 hari sekali, maka masa suburnya adalah 28-14 = hari ke 14. 1 januari ditambah 14 = 15 januari, ples mines 3 berarti masa subur antara 11-18 januari. Kenapa ples mines 3? Karena konon sperma bisa bertahan hidup selama 3 hari. Nah kenapa masa suburku panjang banget? Oh itu karena mensku nggak teratur, antara 35 sampai 45 hari sekali, makanya perkiraan masa suburnya lebih panjang.

Balik lagi ke topik awal, karena udah tau pas nikah pas subur jadilah mulai milih alat kontrasepsi. Sayangnya aku alergi pil *ngetik ini aja mual* gara-gara pas TK pernah nelen itu pil gara-gara kayak permen cicak. Terus pengen pasang IUD abis nikah, tapi banyak yang ngelarang. Ora ilok katanya, ntar malah jadi lama nggak dapet anak. Akhirnya beli kondom, tapi apesnya kok ya ketinggalan di jogja kondomnya. Endingnya mau pake cara alami, CI. Tapiiii ternyata hasrat manten baru mengalahkan segalanya~ *tutup muka*

Awalnya aku flu berat. Mau minum obat kok takut hamil, jadilah aku rajin test pack. Test pertama, negatif. Test kedua, samar. Test ketiga, samar. Test ke empat baru positif. Aku paniiik! Lah rencana nunda kok malah hamil? Mana suami jauh, oh em ji..
4 minggu pertama aku sih tenang aja, tanpa keluhan. Masuk ke minggu ke enam, mulailah aku mual muntah. Kalo mual aja sih masih rada mending ya, masalahnya aku pake muntah. Muntahnya sehari bisa sampai 14 kali ditambah aku punya mag. Dilemanya jadi : nggak makan magnya kumat, makan jadi muntah. *kibar bendera putih* diiiih ini siapa sih yang namain itu morning sickness? Buatku sih lebih tepat di sebut all day sickness.

Sebenernya mual muntah pada kehamilan adalah hal yang wajar, lumrah. Peningkatan hormon-hormom pada kehamilan berkontribusi terhadap terjadinya mual muntah, salah satunya karena tubuh mulai memproduksi hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG). Namun ada juga beberapa faktor yang terkait dengan mual dan muntah, misalnya :

  • Riwayat mual muntah/ hiperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya atau keluarga. ~> cocok. Konon dari cerita, waktu bunda hamil aku, beliau sampe nggak doyan nasi selama 3 bulan, nggak mau ke dapur juga selama itu, muntah-muntah terus. Ya udahlaaaah ya, aku pasrah. 
  • Status nutrisi, wanita obesitas lebih jarang dirawat inap karena hiperemesis. ~> cocok. Aku kan enggak obesitaaas. 
  • Faktor psikologis. Emosi, stress. ~> cocok. Mau gimanapun ya, yang namanya mau nunda tapi kejadian itu pasti ada stressnya. Ada rasa nggak siapnya, untung syuami sabar diomel-omel, diminta beli ini itu dan dicurhati. Kalimat favorit dari suami : "Kamu harusnya bersyukur, hamil punya suami. Daripada yang enggak? Bersyukur bisa cepet punya anak, banyak lho yang mau punya anak aja susah. Bersyukur kerja di rumah sakit besar, ada kenalan bidan dan dokter sp.OG kalo ada apa-apa cepet kan penangananya." *pelukin suami*


Teruuuuus, gimana dong kalo mual muntah terus??? Ini beberapa hal yang aku lakukan.

  1. Makan sedikit tapi sering, ngemil banyak. Karena punya mag, maka perutku nggak boleh kosong. Telat makan dikit aja, mual dan nyerinya ya Tuhan.. Jadilah aku nyetok makanan dan susu sebanyak mungkin, sometimes melek jam 3 pagi aja aku nelen biskuit.
  2. Hapalin jadwal mual dan muntah. Aku biasa mual dan muntah dari siang sampe malam, which is bisa sampai 14 kali. Akhirnya pagi hari adalah saat dimana aku makan banyak, buat 'tabungan' kalo makan siang dan malamnya nanti 'kebuang'.
  3. Tiduur atau tiduran. Tidur adalah salah satu obat mujarab, makanya kadang aku bisa seharian tiduran dan tidur. Makanya kuota internet meningkat tajam di trimester awal ini, gara-gara tiduran sambil you tube'an. Hahahahha
  4. Doing exercise. Siapa bilang trimester awal nggak boleh olahraga? Boleh kok. Kalo sebelum hamil udah biasa olahraga hardcore, waktu hamil trimester awal masih boleh pilates atau senam hamil. Tapi kalau nggak biasa, renang atau jalan pagi bisa jadi pilihan. Aku sebenernya suka jalan pagi, udah seger, bisa lihat sunrise, tapi kalau malamnya udah mabok sampe parah biasa paginya aku masih kebawa lemes jadi ya nggak jalan pagi. *alesan*. Olahraga selain bisa sebagai 'pengalih perhatian, juga menghasilkan hormon serotonin yang bisa bikin bahagia.
  5. Hangout, kumpul bareng temen, gosip, baca buku, mewarnai, merajut. Whatever yang penting lupa kalo lagi mual. Ini salah satu pengalih perhatian aja, bisa diganti kegiatan favorit yang lain.
  6. Hindari segala sesuatu yang nggak di sukai. Kalo nggak suka makan nasi ya udah, masih ada kentang, roti, ketela. Jangan memaksakan diri makan makanan yang nggak disuka. Aku aja sampai ganti vitamin kehamilan karna ga tahan sama vitamin yang dulu. Kalo nggak suka bau parfum bvlgari ya udah ganti pake parfum yang lain, nggak suka bau suami ya udah ganti suami minta suami ganti parfum. Kalo nggak suka sama seseorang, ya udah jangan temenan dulu. Hahahah *ngaco*
  7. You're strong and beautiful on your way. Nggak semua ibu hamil itu mual, muntah. Jadi, STOP MEMBANDINGKAN DIRI. Semua kehamilan itu berbeda (bahkan anak pertama dan kedua aja bisa beda), jadi kalo ada yang hamil masih bisa salto ke sana kemari ya jangan putus asa kalo kamu hamil cuma bisa berbaring. Begitu sebaliknya, kalo kamu hamil bisa salto tapi orang lain cuma berbaring ya please jangan ngejudge. *menghibur diri sendiri yang iri sama alodita* 
  8. Bersyukurlah


Okaaaaayyyy, demikianlah cerita pertama soal kehamilan pertama di trimester pertama ini. Semoga lil kei bisa tumbuh menjadi anak yang sehat, cantik dan berbakti sama Tuhan. Semoga ibunya bisa sehat, nggak punya stretch mark, nggak mual muntah lagi, tetep sexy dan semoga ayahnya kei makin sayang sama kei dan ibunya, makin rajin beliin sepatu dan skincare, makin sukses berkarir, makin lancar rejekinya, makin cepet mutasinya ke jogja. :)

Amiiiiiin!











Nyambung dari cerita kemaren yaaaak, soal pervendoran pernikahan.. Lets go!

4. Kebaya

 
the white gold kebaya, maap cuma pake kamera BB.
Tampak belakang

Awalnya aku mau bikin sendiri kebayanya, viar punya kenang-kenangan gitu ceritanya. Tapi seiring berjalannya waktu ternyata jadwal nyari kain jadi munduuuuuur jauuuuuh banget dari planning, akibatnya waktunya nggak nyampek kalo mau buat kebaya maha ribet seperti yang aku mau. Akhirnya diputuskan nyewa aja.

Awalnya bingung mau nyewa dimana, yang bagus sih di dalmora ya.. Harganya juga lumayan, lumayan mahal. Pun nggak yakin bisa di sewa atau enggak. Terus pas nanya-nanya sama salah satu mua terkece yang aku kenal -sebut saja mbak charisma- (oh ya, aku kenal sama mbak charisma ini ketika syuting video iklan salah satu brand susu terkenal -yang belom tayang sampe sekarang)  mbak charisma nyaranin buat ke briliant wedding & bridal yang ada di condong catur.

Setelah susah payah menepis rasa mager karena concat itu jauh, akhirnya aku pun ke sana. Dan taraaaaaaah pas aja mas putra (ownernya) baru mau jaitin kebaya baru warna tosca pink! Ya udah nggak pake mikir sejuta kali aku deal aja, pun pas itu ada discount. Aku sewa 2 kebaya, satu putih gold buat pemberkatan, satu tosca pink buat resepsi. Pada dasarnya harganya wajar, nggak mehi, sesuai kualitas, mas putra juga baik banget, service dan responnya cepet kalo di bbm, ontime juga. Puas deh ya sama vendor yang satu ini :)

Tosca pink!


5. Fotografi
Berhubung masih punya saudara yang punya usaha fotografi jadinya make hanif foto, ownernya namanya mas minto. Masih sodaraan sih konon, walau aku juga nggak begitu mudeng. Mas minto ini baik dan sabar, mau nurutin maunya manten yang aneh-aneh (fyi, aku bikin list mau foto apa aja) terus ya mau gaya apa aja juga bebas kalo sama mas minto, malah di suruh sesuka hati. Minusnya cuma atu.. prosesnya agak lama, maklum sih soalnya jobnya banyaaaakk jadi ngolahnya lama. Makanya maap kalo belom bisa setor banyak foto, janji deh ntar pasti dipamerin. Huahahahah

6. Catering/food
Nggak catering sih sebenernya, soalnya masak sendiri ngandelin gotong royong tetangga. So far puas sih, menunnya enak dan puji Tuhan nggak kurang. Kalo kata pop, yang makan lima ribu orang sisa dua belas keranjang! Oke deh.. :)

7.Souvenir
Souvenir idenya nyonya besar : gantungan kunci kerang. Tadinya sih banyak lost souvenir, tapi makin hari kok makin nggak ngerti a.k.a. bingung. Souvenir apa yang bakal dipake, berguna, nggak cuma dipajang, lucu, unik dan seterusnya. Mengingat banyak souvenir mahal yang akhirnya cuma jadi pajangan, dan souvenir murah yang akhirnya dibuang akhirnya harga jadi nomer sekian. Intinya souvenir itu kenang-kenangan bukan ? Akhirnya diputuskan sesuatu yang khas daerah aja, biar berasa kenangannya dateng ke daerah pelosok gunungkidul. Ya udah sih, manten cantik mah manut aja sama ibu suri :p


Hmmm.. Kayaknya kok udah semua ya, mau review entertaint karena bukan cakka jadi kemaren nggak nyimak entertaintnya *dikeplak*, tapi dari respon para pemuda kayaknya pada suka kok sama penyanyinya itu.
Next time setor deh foto yang kece :))
 

Yang sekarang jadi mrs. Supomo mana senyumnya???? *liat cermin*

Rasanya jadi istri itu.. Mmm bahagia! Meskipun baru seminggu 'pacaran' udah ditinggal ke NTT lagi buat mengabdi pada nusa dan bangsa (ples demi kelangsungan skincare, make up, sepatu, tas dan beberapa ratus suap nasi). Yah mau gimana lagi, semoga someday Tuhan mengijinkan kami berdua tinggal satu atap. Amin sodara? Amiiiiiin.

Berhubung kemaren masih di kampung antah berantah, harap maklum kalo jadi anteng nggak ngeblog. Ya nasib sinyal antara ada dan tiada, jangankan mau buat ngeblog, buat bbm bisa aja mesti di beberapa spot tertentu. *brb beli tower sinyal*

Btw Puji Tuhan, acara pernikahanku kemaren lantjar jaya. Terima kasih buat dukungan doanya ya!*peluk satu-satu* Acaranya sendiri dilaksanakan tanggal 9 Agustus 2015, jam 08.00 WIB pemberkatan di gereja pake bahasa jawa. Iya, kita pake bahasa jawa halus. Cant you imagine that? Ngapalinnya ampe les ama pop buat pengucapannya, abis banyakan salahnya daripada benernya. Tapi puas sih, orang jawa sometimes kudu kembali ke asal usulnya kan ya walau pas kebaktian loadingnya agak lama. Hahahaha.
Oya kita dari rumah ke gereja jalan kaki loh! Jaraknya maybe 100-300m lah ya, jalannya naik turun, mana pas hari minggu banyak wisatawan lewat pula. Berasa apa gitu diliatin banyak orang, abis dari gereja lanjut resepsi jam 11.00- 21.00 WIB di rumah. The worst part cuma dibagian kudu pake heels sepanjang acara (pas jalan ke gereja juga pake heels!), alhasil kaki jadi kram sampe seminggu setelah acara. *sungkem sama syahrini yang hobi pake heels*.

Nah kali ini aku mau cerita dan review soal vendor pernikahan kami. Yuk yaaa di simak :)

1. Undangan
Undangan pernikahan kami ada beberapa versi, mengingat undangan itu adalah part yang gampang-gampang susah dan bikin galau. Kalau bikin yang mahal,endingnya undangan itu cuma dibuang. Kalo bikin yang murah banget, kok katanya undangan mencerminkan acara. Nah lho?
Kebetulan tamu undanganku (total ya, ples tamu pop dan mertua) ada 2.500 undangan, mabok kan kalo buat yang @8000. Akhirnya sambil mikir kalo my wedding is not a royal wedding ya wis kita balik ke pertanyaan undangan itu fungsi utamanya apa sih? Ya jelas buat mengundang,  memberitahukan acara kita pada orang yang kita undang. Endingnya biasanya undangan akan berakhir di tempat sampah, jadi sebagai manten yang hemat aku kok rada sayang kalo pesan undangan dengan harga 8000 ke atas.

Versi undangan yang pertama adalah versi online (bisa di lihat di sini ) . Undangan versi online ini khusus untuk kerabat dan teman yang jauh, nomaden dan nggak bisa dijangkau pakai undangan fisik. Lagipula, hampir semua orang sekarang melek internet jadi mungkin nggak ada salahnya kalau undangan online mulai di manfaatkan. Eits jangan salah, maksud undangan online ini bukan kayak posting di fb ya.. Kalo itu aku kok agak kurang sreg. Hehehehe

Versi undangan yang kedua adalah undangan yang 'anak muda banget'. Undangan ini berbahan soft cover, doft, warnanya sama dengan tema pernikahan yang tosca-pink lalu ada cap jempol berbentuk love di cover depannya hasil nyontek di pinterest, suka banget deh sama desain undangan ini! Undangan ini untuk mengundang temen-temenku, temen suami, saudara dan beberapa tamu pop yang ada di luar kota karena undangan yang ini jamnya jam pagi, yaitu jam 11.00-14.00 WIB. Aku pesan undangan ini di goresan ungu yogyakarta, harga per pcs nya 5000 rupiah sudah bonus plastik dan kartu ucapan terima kasih. Mayan murah sih menurutku dan kalau ingat betapa rewelnya aku waktu revisi undangan menurutku kru goresan ungu cukup sabar-sabar.

Undangan versi ketiga adalah undangannya pop yang warnanya item dan lebih berkesan formal daripada undangan versiku. Bahannya sama, soft cover tapi bukan doft dan sayaaaaaang sekali blas ngagk ada warna tosca-pink di undangan versi ini. Undangan ini pesennya di percetakan deket rumah punya temennya pop namanya percetakan sutrisno kayaknya. Jam yang tertera di undangan adalah jam 15.00 WIB sampai selesai, jadi memang undangan ini di buat untuk tamu di daerah.

Undangan versi ke empat adalah undangan dodhok. Undangan ini adalah undangan lisan, yang diundang pakai undangan ini adalah orang yang sudah tua, sesepuh atau orang yang dianggap terhormat. Yang ngundangin pakai cara ini sih tentu saja pop sama nyonya besar, aku paling ngikut sambil senyum-senyum aja. Soalnya... Undangan yang satu ini pakai jawa halus book ngomongnya, mana eyke bisa!

Yang terakhir adalah versi post card, tapi karena males nyetak akhirnya yang versi ini buat sosmed aja, alias buat di upload di instagram (akuu demen tuh post foto H- sekian), buat ava bbm, whatsapp, fb, twitter. Yang versi ini lebih buat anouncement sih sebelum undangan resminya kesebar. Ide buat kayak ginian dapet dari pinterest. Emang ye, di pinterest segala rupa ada!

Postcard


2. Dekorasi
Dekorasi pake dekorasi dari sana yang maaf aku lupa namanya. Yang jelas meskipun bukan vendor dari k2ota tapi so far aku puas sama hasil dekorasinya. Nuasa tosca-ijo tua-putih gitu ceritanya, untung ya pop sama aku tuh seleranya 11-12 jadi pas gitu pilihan beliau. Vendor dekorasi ini ples nyediain sewa piring, meja , gelas dan alat catering yang lain jadi pas buat kami yang masak sendiri. Terus ya, si vendor ini baik banget jadi pas itu piring ama baskom bunda ke bawa sama vendor ini, eh dibalikin aja dong karna merasa bukan hak milik. Intinya aku puas ama vendor inii~

3. Rias pengantin
Oh my.. ! Ini vendor yang pualing mengecewakan sejagad raya, padahal vendor ini sebenarnya masih saudara. Tadinya aku mau pakai bu annie suryo, tapi kebetulan pas tanggal 9 agustus bu annie udah ada yang make. Trus pop sama bunda nyaranin pakai rias saudara aja, ya udah toh saudara ini dan satu desa juga masak nggak dilarisin. Tapi apa yang terjadi? Kecewaaa~

Kekecewaan pertama, kan ceritanya aku mau buket bunga mawar hidup gitu. Terus aku bilang lah ke mbaknya ples nunjukin foto buket bunga dengan model round.
Buket impian

Si mbak bilang harganya 300 ribu, ya udahlah aku oke aja meski dalam hati heran kenapa mahal banget sekarang. Tahun 2014 aja sahabatku beli buket round buat nikahannya dia, cuma habis 100 ribu doang, ya wis aku anggep buketku besok luar biasa bagus. Tapi apa yang terjadi??? Buket bunganya ala ala wisuda! Tau kan, yang pake bungkus plastik bentuknya datar, sama sekali nggak lingkaran atau round. Kesel banget, tapi ya mau gimana lagi, aku udah bayar trus masak nggak pake bunga. Tau gitu beli aja sendiri di jogja, gituan nggak nyampe 100 ribu di jogja. Ah sama kantil melati paes ageng juga kena mahal banget, kan aku cerita cerita tuh soal buket bunga sama mas putra owner bridal yang bajunya aku pake. Lantas dia nanya, "bunga paesnya kena berapa kak?" Aku jawab aja sesuai info dari rias pengantenku, "500 ribu mas."  Terus masnya shock karna biasanya cuma 300 ribu, itu udah lengkap komplit sama bunga buat yang cowok. Mungkin si penjual bunga kulakannya di amerika sana jadi harganya segitu. Cih. Semoga yaaa, rejeki ku sama suami dilancarkan dan rejeki orang yang ambil untung terlalu banyak itu... diatur oleh Tuhan.

Kekecewaaan selanjutnya yang bikin banget banget jengkelnya adalah, nggak ada dukun manten! Dimana mana ya, si tukang make up itu ikut dandan. Ikut gandeng mantennya, benerin jaritnya, ngarahin kapan harus duduk dan seterunya, tapi aku nggak ada dong! Yang empunya rias malah ke dusun tetangga dan ngrias disana, padahal sama-sama bayar ini (tau gitu aku pake bridesmaid). Jadinya aku nggak ada yang ngarahin kudu gimana, jadinya abis pemberkatan di gereja aku nggak langsung ganti pake paes ageng, jadinya pas foto sama temen kerja aku nggak pake paes dan orang tua nggak kembaran pake seragam tosca-pink. KAN SEBEL, KAN KESEL, KAN ESMOSIK. Untung mantennya cantik, jadi mau gimana aja tetep cantik.
Pelajaran : lain kali nggak usah lagi pekewuh-pekewuhan.

To be continued ya..