Antipodes Divine Face Oil

Sebelumnya aku pernah membahas soal oil di sini dan di sini. Nah kali ini aku akan mengulas tentang face oil yang saat ini aku pakai yaitu Antipodes Divine Face Oil yang meskipun dikemasannya tertulis Avocado Oil & Rosehip tapi isinya adalah blend Avocado Oil, Macadamia nut Oil, Jojoba oil dan Rosehip Oil. Sebenernya aku sudah cukup lama pakai rosehip oil, biasanya ngeblend sendiri atau beli produk lokal. Nah suatu ketika ada teman yang pakai Antipodes dan aku pun jadi penasaran untuk mencobanya soalnya yah... aku ini kan anaknya suka coba-coba. Asal jangan nyoba berpaling ke lain hati aja sih. 

Antipodes adalah brand skincare yang berasal dari new zealand yang mengklaim produknya sudah certified organic. Di kemasannya sendiri tertulis 100% of ingredients from natural origin, 95% of ingredients from organic cultivation. Divine face oil mengandung avocado oil yang mempunyai manfaat untuk melembabkan dan menenangkan kulit (karena kulit bisa cemas juga kayaknya), meningkatkan produksi kolagen (sebagai anti aging), serta mengatasi sunburn, eczema dan psoriasis. Juga mengandung rosehip oil yang berfungsi untuk mencegah penuaan, menghilangkan bekas luka/bekas jerawat, mencerahkan kulit dan mengurangi flek hitam pada wajah. Gimana? cukup menarik kan Antipodes ini.

Packaging
Suka banget sama packagingnya!

Antipodes hadir dengan kemasan botol kaca gelap berpipet dengan stiker hijau untuk merknya. Aku suka dengan pipetnya karena ada sentuhan goldnya jadi terkesan mewah dan yang terpenting adalah pipetnya empuk jadi enak banget buat ngembil oilnya. Selain itu drippernya dibuat agak melengkung jadi kemungkinab si oil ini tumpah semakin kecil. Botol kacanya yang gelap juga bikin oil yang ada di dalam nggak mudah rusak meskipun di kemasannya tertulis Antipodes Divine Oil hanya boleh di pakai maksimal sampai 6 bulan setelah botol dibuka.

Tekstur
Tekstur Divine Face Oil

Tekstur Antipodes Divine Oil ini cair, light, dengan warna kuning jernih. Biasanya sih Rosehip Oil berwarna orange tapi mungkin karena ini blend dengan komposisi lebih banyak avocado oilnya jadi warnanya ya kuning jernih. Divine Face Oil ini buatku nggak terlalu klenyit-klenyit dan cepet meresap, ringan dimuka tapi nggak sekering Rohesip oil tanpa campuran apapun. Plus yang paling bikin bahagia adalah wanginya enak! beneran deh ya dari oil-oilan yang pernah aku coba so far ini yang paling enak baunya.

Komposisi
Persea gratissima (Avocado) oil, Macadammia Ternifolia (Macadamia nut) oil,  Buxus Chinesis (Jojoba) oil, Rosa Canina (Rosehip) oil, tocopherol (Vitamin E), essential oil fragances of ylang-ylang, sandalwood and jasmine : benzyl benzoate *, benzyl sallcylate*, citronellol*, D-limonene*, farnesol*, gerarlol*isoeugenol*, linalool*. (* = Component of essential oil).

Karena ada kandungan Macadamia Nut Oil jadi bagi yang alergi kacang-kacangan harap hati-hati ya.

Cara Pemakaian
Pemakaian Divine Face Oil ini cukup 3 tetes aja udah rata muka sama leher kok, biasa aku pakai malam hari karena konon Rosehip Oil itu fotosensitif alias nggak boleh dipakai saat kita berpanas-panas ria.

Performa
Klaim dari Antipodes Divine Face oil ini adalah untuk melembabkan kulit, sebagai antioksidan, meningkatkan oksidasi ke kulit, menutrisi kulit,  mengurangi garis halus pada wajah, menyamarkan bekas luka dan tanda-tanda penuaan. Setelah aku pakai Divine face oil ini flek hitam dan garis halus masih ada sih di wajah tapi kulit memang benar-benar lembab dan terjaga warnanya. Kebetulan saat tulisan ini dibuat aku sedang berada di Nusa Tenggara Timur yang panasnya udah kayak wajan buat goreng telor, panaaaaaasss banget! Saking panasnya nih bibir dan kaki aku sampai pecah-pecah berdarah gitu, bahkan ada beberapa orang yang mengklaim kalau ke Sumba pasti jadi item. Tapi syukurlah ya walau udah 3 minggu di sini kulit wajah aku warnanya tidak berubah dan tetap lembab berkat pakai Antipodes Divine Face Oil. Menurutku Divine Face Oil ini cocok buat kamu yang kulitnya kering.

Antipodes Divine Face Oil dijual seharga 390-450ribu untuk kemasan 30ml, tapi karena sekali pakai cuma 3 tetes jadi sebenernya awet banget sih.

Kesimpulan
Plus :
+ Melembabkan
+ Mempertahankan warna kulit
+ Ringan dan cepat menyerap

Minus:
- Kurang menghilangkan bekas luka, garis halus dan flek hitam
- Harganya mahal untuk ukuran oil sejenis.

REPURCHASE? NO, meski cukup bagus untuk melembabkan tapi aku bisa mendapat fungsi yang sama dari produk lain dengan harga yang lebih terjangkau. Meski begitu aku masih ingin mencoba produk Antipodes yang lain.

Disclaimer : All opinions and thought on everything featured on this blog are entirely my own. People can be allergic to anything. I recommend that you patch test yor skin first time you use any of products.
Song Hye Kyo - artis korea. 

Siapa sih yang nggak mau punya suami kulit kayak Song Hye Kyo? Kayaknya nih sejak aku liat dia jaman SD dulu sampai kemarin liat di DOTS pas hamil Keira, kulitnya gitu-gitu aja. Nggak tambah tua, pun malah keliatan makin kinclong! Kamu juga pengen kan kulit macam begitu? apakah udah pakai aneka serum tapi kayaknya wajah tetep bluwek? Nah mungkin kamu perlu mengangkat sel kulit matimu dengan exfoliasi.

Kulit kita itu beregenerasi terus menenerus, makanya kadang ada sel-sel kulit mati yang kalau nggak dibuang dari kulit bakal bikin kulit keliatan kusam. Selain itu sel kulit mati dan kotoran yang bertumpuk di kulit akan membuat penyerapan produk kecantikan yang kita pakai nggak maksimal. Istilah gampangnya, kamu mau beli serum harga puluhan juta juga nggak bakal ngefek dengan maksimal kalau kulit wajahmu nggak bersih. Sayangnya nih sel kulit mati ini kadang nggak bisa hilang sendiri dari kulit, butuh usaha dikit buat mengenyahkannya. Salah satu cara menghilangkan sel kulit mati adalah dengan exfoliation. Exfoliation sendiri ada dua cara yaitu Physical Exfoliation dan Chemical Exfoliation. 

1. Physical Exfoliation.
Eksfoliasi kulit dengan metode ini butuh niatan khusus karena biasanya sih emang agak lebih ribet. Yang masuk eksfoliasi dengan metode ini misalnya scrubing/ peeling, juga eksfoliasi dengan brush, scapel, sikat lembut, waslap, lulur, mikrodermabrasi, dermaplaning, pokoknya apa aja yang kalo digosok ke kulit bisa mengangkat sel kulit mati. Nah, physical exfoliation ini harus dan wajib banget dilakukan secara perlahan karena kalau lebay bisa bikin kulit kita terluka. Bahkan, butiran scrub yang dipakai pun nggak boleh terlalu besar karena bisa bikin kulit kita sobek atau istilahnya micro tears. Sobeknya keciiiil banget dan cuma keliatan kalau dilihat pakai mikroskop tapi ya tetep aja kan namanya kulit luka berati kuman mudah masuk yang ujung-ujungnya bikin jerawatan. Eksfoliasi jenis ini sebaiknya dilakukan seminggu sekali saja.

Physical Exfoliation cocok untuk kulit yang memiliki bekas luka, selulit, kerutan, dan stretch mark.

Contoh produk ; Peeling mundisari mustika ratu, Skinfood Black Sugar mask, Masker/lulur kopi, dll.

2. Chemical Exfoliation.
Nah kalau ini pengangkatan sel kulit mati dilakukan dengan mengoleskan bahan kimia pada kulit. Makainya juga nggak boleh langsung dosis tinggi karena kulit bisa jadi malah over exfo dan jadi gosong plus mengelupas. Meski bikin kulit jadi fotosensitif tapi chemical exfoliation ini  biasanya lebih mencerahkan dan menghaluskan kulit jika dibandingkan dengan Physical Exfoliation. Ada beberapa bahan utama yang biasa digunakan untuk Chemical Exfoliation yaitu AHA, PHA dan BHA. Chemical Exfoliation sebaiknya digunakan secara bertahap dari dosis rendah lalu ke dosis tinggi dan penggunaannya sebaiknya tidak setiap hari, terutama jika belum pernah menggunakan chemical  exfoliation sebelumnya. Untuk toner dengan kada exfo rendah bisa dimulai dengan penggunaan setiap dua hari sekali baru setelah cocok berlanjut setip hari. untuk dosis tinggi sebaiknya setiap satu bulan sekali.

a). AHA (Alpha Hydroxy Acids), biasanya berasal dari buah, kacang-kacangan, susu atau gula. AHA bersifat larut air (hidrofilik dan water soluble). AHA bekerja dilapisan kuit atas (epidermis) dan mengangkat sel-sel kulit mati sehingga dapat mencerahkan kulit. AHA efektif bekerja pada PH 3-5. AHA biasanya digunakan sebagai pencerah dalam skincare karena meningkatkan eksfoliasi sel kulit mati. Saat penggunaan AHA biasanya ada sensasitingling yang dirasakan. Ada bermacam-macam AHA, yaitu :

  • Glycolic acid, berasal dari gula efektif untuk mengontrol produksi sebum pada kulit.
  • Tartaric acid, berasl dari anggur dan berfungsi untuk antioksidan.
  • Mandalic Acid, berasal dari buah almond ddan berfungsi untuk mengontrol produksi pigmen kulit.
  • Lactic acid, berasal dari susu dan gula. bersifat anti mikroba, melembabkan, menormalkan ph kulit dan mencerahkan kulit.
  • Malic acid, berasal dari buah apel. berfungsi untung melembabkan, menyejukkan kulit dan meningkatkan suplai oksigen ke kulit..
  • Citric acid, berasal dari asam sitrat dan jagung. Citric acid bermanfaat sebagai anti aging, pencerah kulit dan meningkatkan kelembaban kulit.
AHA cocok digunakan pada kulit normal - kering. Contoh beberapa produk yang mengandung diantaranya : Wardah white secret series, Ponds white beauty series, The ordinary AHA 30% + BHA 2% Peeling solution, The Ordinary Lactic acid 5% + HA 2%, COSRX AHA 7 Whitehead powerliquid dll. Sebenarnya hampir semua skincare pencerah di Indonesia menggunakan AHA.

b). BHA ( Beta Hydroxy Acids) atau biasa dikenal dengan nama Salicylic Acid. BHA bersifat anti inflamasi dan larut minyak (lipophilic dan Keratolytic) sehingga BHA dapat menembus minyak di kulit dan membersihkan  pori-pori kulit dari kotoran dan sel-sel kulit mati. Oleh karena itu BHA sangat cocok bagi mereka yang memiliki masalah kulit seperti blackheads,whiteheads, dan jerawat. BHA efektif pada PH 3-5 dengan konsentrasi 1- 2 % saja.

Karena sifatnya yang larut lemak dan mengandung anti inflamsi, BHA biasanya digunakan dalam skincare untuk kulit berjerawat. Dalam pemakaiannya BHA kadang membuat kulit menjadi kering dan dehidrasi sehingga BHA cocok untuk kulit normal- berminyak. Beberapa produk kecantikan yang mengandung BHA antara lain : The ordinary AHA 30% + BHA 2% Peeling solution, COSRX BHA Blackhead Power liquid, The Ordinary Salicylic Acid 2% Solution, Mineral Botanica Acne spot treatment, Black sugar Perfect First Serum, semua varian ACNES Skincare, Hadalabo Tamagohada Mild Peeling Facial Wash,dll.

BHA/Salicylic Acids sebaiknya tidak digunakan saat sedang hamil.


c). PHA (Poly Hydroxy Acids) adalah acid yang memiliki fungsi sama dengan AHA namun memiliki molekul yang lebih besar sehingga tidak begitu menyebabkan iritasi. PHA biasanya di gunakan oleh orang dengan kulit yang sangat sensitif dan mudah iritasi. PHA berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan sebagai anti peradangan, selain itu juga dapat mengembalikan ketebalan kulit. Beberapa jenis PHA diantaranya,
  • Lactobionic acid,  berasal dari laktosa pada susu sapi berfungsi untuk menyejukan kulit dan sebagai anti oksidan. 
  • Gluconic acid atau gluconalactone berasal dari glukosa, berfungsi untuk peremajaan kulit dan mengangkat sel kulit mati.
Contoh produk dengan PHA : Hadalabo Tamagohada Mild Peeling lotion.

Nah, sekarang udah ada bayangan kan mau exfoliasi yang kayak apa? Apapun pilihanmu jangan lupa pakai SUNBLOCK ya, karena itu WAJIB hukumnya. 

Wardah White Secret Exfoliating Toner

Hai hai apa kabar? I miss you. Iya, Kamu yang suka baca blog aku. Ahey!

Kali ini aku mau cerita soal exfoliating toner lokal, sebelumnya aku sudah pernah bahas soal macam-macam toner di sini. Jadi semenjak menerapkan double toning, aku mulai rajin cari-cari exfoliating toner lokal. Alasannya? Selain supaya hemat dan meningkatkan rasa cinta tanah air *ciyeeeeh~* , produk lokal cenderung mudah di dapat. Apalagi semenjak ada kasus red line yang bikin segala barang dari luar negeri ketahan di bea cukai, cari produk lokal adalah salah satu opsi wajib supaya skincare jalan terus tanpa takut skincarenya dilarang edar di Indonesia. Toner itu bagiku sama kayak cleanser, makenya tiap hari dan boros! Pakai produk lokal bikin gampang cari lagi kalo habis dan nggak nyesek kalo makenya boros.

Sayangnya, hampir nggak ada exfoliating toner merk lokal. Entah karena orang Indonesia belum begitu suka pakai double toning atau karena produsennya belum mau produksi. Padahal menurutku ini termasuk berprospek lho, karena banyak orang mulai berkiblat pada skincare routine Korea/ barat yang umumnya pakai double cleanser dan double toner. Toner atau penyegar di Indonesia sendiri kebanyakan masih dianggap sebagai 'pembersih' saja yang dipakai setelah pakai cleanser, padahal itu agak kurang benar sih.

Nah kalau mengacu pada toner yang mengandung bahan-bahan exfoliant seperti AHA dan BHA sih di Indonesia udah ada ya. Biasanya yang mengandung bahan tersebut adalah toner untuk kulit berminyak atau berjerawat. Biasanya toner jenis ini kandungan AHA dan BHAnya super keciiiiiiiiiiil, jadi menurutku belum bisa lah ya dibilang exfoliating toner. Namun sudah cukup oke kalau kamu pengen coba-coba pakai acid toner dosis rendah buat ngetes apakah kulitmu cocok atau nggak.

Waktu pertama lihat Exfoliating Lotion punya Wardah, aku langsung tertarik buat nyobain dan memakainya sebagai Exfoliating toner. Hitung-hitung trial sebelum aku pakai Exfoliating toner yang lebih strong lagi acidnya. Dan ternyata memang Exfoliating Lotion punya wardah ini lumayan kok.

Packaging
Wardah White Secret Exfoliating Lotion

Wardah White Secret Exfoliating Lotion hadir dalam kemasan botol plastik ukuran 150ml berwarna putih dengan tutup silver. Cukup oke sih, walau nggak kelihatan mewah. Botolnya bukan model flip top, tapi cukup mudah kok untuk nuang cairannya ke kapas.

Tekstur
Meskipun namanya ada embel-embel "Lotion" tapi tenang saja teksturnya nggak thick kayak body lotion ya. Teksturnya tetep cair tapi agak kental sedikit jika dibanding dengan toner biasa. Cairannya bisa meresap dengan baik di kapas (aku pakai kapas) saat dituang. FYI, lotion ini istilah skincare Jepang yang fungsinya agak mirip toner, biasanya sih kalau toner kadar alkoholnya agak lebih tinggi sedikit. Makanya skincare buatan Jepang (seperti hadalabo misalnya) biasanya nggak ada istilah toner, adanya lotion.

Komposisi.
Aqua, Propylene Glycol, Vaccinium Myrtillus (Bilberry) Extracts, Glycerin, Butylene Glycol, Sacharum Officinarum (Sugar Cane) Extracts, Phenoxyethanol, Dmetichone, PEG-40, Hydrogenated Castor Oil, Citrus Aurentium Dulcis (Orange) Extracts, Cirtrus Medica Limonum (Lemon) Extracts, Trideceth-9, Xanthan Gum, Acer Sacharum (Sugar Maple) Extracts, Lecithin, EthylhexcylGlycerin, Fragance, Polysorbate 20, Disodiom EDTA. 

Performa
Cukup mengangkat sel kulit mati

Awal pemakaian Wardah White Secret Exfoliating toner ini aku pakai 2 hari sekali. Memang sebaiknya kalau baru pertama pakai exfoliant, jangan pakai setiap hari karena kulit nanti bisa over exfo dan berujung pada kulit kering, sensitif, gosong, jerawatan. Setelah aku pakai 2 hari nggak ada masalah, akhirnya aku pakai setiap hari. Yang perlu diingat, exfolianting toner biasanya bikin kulit jadi fotosensitif alias mudah gosong kalo kena sinar matahari dan kering. Makanya kalau kamu pakai exfoliating toner pakailah pada waktu malam hari, dilanjutkan dengan pakai hydrating toner dan jangan lupa pakai sunblock saat siang hari.

Nah karena teksturnya yang agak sedikit kental, aku merasa setelah memakai lotion ini kulit jadi sedikit lembab dan cenderung agak lengket. Jadi, produk skincare selanjutnya harus menunggu sedikit lebih lama sampai si Lotion ini meresap sempurna. Sensasi clekit-clekit atau perih yang biasa didapat kalau pakai acid toner juga nggak begitu terasa ketika pakai Wardah White Secret Exfoliating Lotion ini. Tapi itu bisa jadi karena kulitku sudah terlalu badak dengan acid toner atau karena kandungan AHA di Wardah White Secret Exfoliating Lotion ini juga nggak terlalu tinggi. Kemampuannya menghilangkan  komedo juga masih kurang karena meski pakai tiap hari komedoku tetep aja nempel.

Meski begitu Wardah White Secret Exfoliating Lotion menurutku cukup mampu mengangkat sel kulit mati. Terbukti kapas yang aku pakai tetep aja berwarna sedikit coklat padahal aku udah double cleansing. Kulitku juga terlihat lebih cerah dan nggak kusam setelah aku rajin pakai Lotion ini. Cukup lumayan lah ya untuk ukuran Toner lokal.

Wardah White Secret ini bisa di beli dengan harga 65.000 - 75.000 /150 ml di toko kosmetik terdekat.

Kesimpulan
Plus :
- Murah
- Mudah didapat
- Mampu mengangkat sel kulit mati

Minus :
- Lengket dan susah menyerap
- Tidak mampu menghilangkan komedo

REPURCHASE? NO.

Disclaimer : All opinions and thought on everything featured on this blog are entirely my own. People can be allergic to anything. I recommend that you patch test yor skin first time you use any of products.
Seberapa boros kamu?

Hai- hai kali ini aku mau cerita soal Frugal Living, lifestyle yang sudah beberapa bulan aku ikutin. Awalnya aku kenal frugal living ini ketika aku lagi searching cara nabung yang efektif. Bukannya aku nggak bisa nabung sih, tapi aku ada cita-cita mulia yang butuh dana dan ada perubahan keputusan hidup yang sangat besar yang bikin aku harus mengevaluasi kembali money managementku. 

Frugal living kadang disalah artikan sebagai hidup yang serba hemat, super ngirit yang akhirnya berujung pelit. Padahal menurutku frugal living adalah suatu gaya hidup hemat yang cerdas, dengan berusaha mendapatkan penawaran harga terbaik suatu barang dan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Makanya aku bilang, frugal living ini adalah gaya hidup yang hemat berkualitas. Udah kayak slogan salah satu supermarket di Indonesia kan?

Contohnya gini, saat kita hanya punya uang pas-pasan buat makan terus kita cuma makan mie instan dan nasi garem demi berhemat, itu bukan frugal living. Karena pilihan itu nggak sehat, dan nantinya malah akan berujung kita sakit lalu berobat. Akhirnya biaya berobatnya malah lebih besar dari biaya makan, ini bukan frugal living. Ini ceritanya mau ngirit malah jadi ngorot. Kalau frugal living, ketika nggak punya uang lebih buat makan ya masak sendiri alih-alih jajan, beli sayurnya di pasar tradisional bukan di supermarket, protein hewaninya diganti protein nabati, terus cari voucher atau diskonan. Jadi sebenernya frugal living itu nggak sengsara kok, masih bisa hidup enak dan bahagia juga!

Jadi, apa aja yang udah aku terapkan saat menjalani Frugal Living ini:

1.Budgeting.
Aku adalah tipe orang yang senang merencanakan segala sesuatu, bikin checklist dan puas ketika nyontreng checklist. Jadi aku sih happy-happy aja kalau suruh bikin budget dan berusaha mentaatinya, berasa lagi melakukan challenge gitu. Biasanya budgeting aku lakukan awal bulan saat ada pemasukan, langkahnya adalah menabung, membayar kewajiban ( seperti iuran, persepuluhan, bayar kost, rewang, dll)  baru terakhir sisanya dibagi lagi untuk makan, transportasi, nongkrong, dll. Kebetulan aku punya 2 rekening, jadi satu untuk uang lewat, satu untuk nabung. Dengan cara itu tabungan nggak bakal mudah di korek-korek kalo lagi butuh. Aku pakai aplikasi money manager untuk membantu mengingat budget dan jumlah uang, kalau telaten nginput tiap hari bermanfaat banget lho. Nggak ada cerita bingung, lho uangku kemana aja kok udah habis? Dan bikin bahagia kalau liat angka tabungan.
Penampakan Money Manager
Bisa dilihat dari gambar diatas kalau hal sepele seperti pembayaran STNK aja sudah aku budgeting dari awal, jadi semisal habisnya banyak pun nggak akan menganggu cash flow. Begitu juga liburan, skincare, imunisasi anak, pendidikan anak, dana darurat, semua udah di budgeting dan wajib dibayarin tiap bulan. Lebih baik nyicil di awal daripada nyicil belakangan alias kredit dan kena bunga kan?

2. Cari Best deal.
Frugal Living adalah seni mencari harga terbaik dari suatu barang dengan kualitas baik. Jadi hemat itu nggak selalu soal nyari barang murahan atau nyari barang pengganti yang harganya lebih murah. Misal ya Keira itu susunya merk X, biasanya aku akan buka hemat.id buat bandingin harga antar toko supaya tahu toko mana yang ngasih harga paling murah. Selain itu biasanya aku belanja di hari Jumat-Minggu, karena di hari itu banyak supermarket yang ngasih promo akhir pekan. Aku juga jadi member di beberapa toko (terutama yang membernya gratisan) supaya bisa dapat poin yang bisa ditukar voucher belanja atau biar dapat tambahan diskon. Pokoknya gimana deh caranya supaya aku dapat merk itu dengan harga yang paling murah, bukan mengganti merk itu dengan merk lain yang kualitasnya lebih buruk.

3. Buy in Bulk.
Tau nggak sih kalau biasanya harga produk itu semakin besar kemasannya semakin murah? Nah biasanya kalau sudah cocok aku akan beli lotion, shampo, sabun, susu, skincare dan segala jenis produk itu sekalian yang kemasannya besar. Meskipun kelihatannya lebih mahal tapi kalau dihitung, harga per ml nya lebih murah lho. Dan biasanya aku kalau belanja itu memang selalu siap buka kalkulator untuk ngitung harga per pcs/ per milinya berapa lalu dibandingan karena kadang produk kecil ada promo, yang gede enggak. Nah kalo kondisinya jatuhnya murah yang kecil (biasa karena promo) ya nyetok aja sekalian, pilih yang expired datenya masih lama.

Kayaknya ribet ya? Tapi sebenernya bisa hemat banyak lho. Contohnya SK II aja deh ya, harga SK II FTE 230ml itu sekitar Rp 1.480.000 (6.434/ml) sedang yang 75ml harganya Rp 606.000 (8.080/ml). Lihatlah selisihnya 2.000/ml, kalau kamu beli 100ml aja, selisihnya udah 200ribu kan? Mungkin kelihatannya kalau beli yang kemasan besar itu mahal banget jadi terasa berat, makanya aku mensiasatinya dengan budgeting. Jadi kalau mau beli direncana banget, ini barang sekian ml habisnya berapa bulan ya? Habis itu harganya dibagi sekian bulan itu dan nanti tiap bulan kita tabung deh uangnya. Jadi pas jatahnya beli kita udah ada anggarannya.

4. Quality over Quantity.
Banyak sekali momen dimana pengen ngirit malah jadi ngorot. Pengen hemat malah jatuhnya boros, pernah gitu nggak? Itu karena kita kurang memperhatikan kualitas barang yang kita beli. Suamiku dulu pernah pengen beli headset bluetooth, biar katanya bisa dengerin musik sambil olahraga. Maka belilah dia headset merk advan seharga ratusan ribu, eh di pakai bentar rusak. Then belilah dia headset lagi dengan merk x (lupa merknya apa), saat itu dia bandingin harga di Bhineka dengan di Shopee dan akhirnya dia pilih beli di Shopee karena murah banget, nyaris separuh harga (yang ternyata tetep jutaan juga). Eh ternyata headsetnya KW premium, dipakai juga rusak. Muahahhahaa Endingnya dia beli lagi headset Sony, kali ini beli di toko terpercaya yang jelas original dengan harga yang bisa beli SK II gede dua biji. Tapi si Sony awet sampai sekarang. Bisa bayangin nggak kalau seandainya suamiku itu langsung aja beli Sony original dari awal? Nggak perlu lah dia buang uang beli headset abal-abal yang sekarang aja cuma nganggur di pojokan nggak bisa di pakai.

Jadi menurutku alih-alih punya tas KW premium 10 biji, lebih baik punya satu yang asli dan kualitasnya baik. Alih-alih punya baju 3 lemari tapi kualitas bahannya dicuci langsung melar, lebih baik punya 1 lemari tapi bisa dipakai bertahun-tahun. Ingat, barang berkualitas nggak selalu mahal. Tas- tas kulit lokal itu banyak banget yang kualitasnya bagus dan harganya masih ratusan ribu.

5. Manfaatkan Barang dengan Maksimal.
Siapa yang suka bosenan? Aku! Skincare baru abis separuh udah pengen nyoba yang lain, Handphone masih bisa dipakai udah ngiler pengen ganti yang baru, Sepatu masih bagus pengen koleksi yang lain, ujung-ujungnya numpuk. Ini lah, kalo kata Financial Adviser fenomena middle trap-fenomena kelas menengah yang nggak habis-habis. Udahlah duit pas-pasan, borosnya nggak ketulungan. Kapan mau jadi wealthy? *Menatap cermin*
Jadi semenjak belajar frugal living ini aku bener-bener berusaha menerapkan prinsip
" Kalau habis baru beli, Kalau rusak baru ganti."
Maka meski suami sudah berjanji membelikan handphone baru yang kece itu, tapi selama ini belum rusak ya belum akan beli. Meski rasanya udah pengen banget beli retinol dan serum vit.C nya klairs ya nggak beli dulu karena stok serum masih banyak. Begitu juga dengan bedak, gincu (sumpah PR banget ini kalo suruh ngabisin lipstik huhuhu), dan segala jenis make up. Kalo belum habis nggak bakalan beli, yeah!

6. Membeli Barang yang Di Butuhkan.
Membeli barang yang dibutuhkan, bukan diinginkan itu agak-agak susah. Sebagai wanita aku cenderung beli barang yang diinginkan tapi aslinya nggak butuh-butuh amat. Ya kayak kalo lihat diskonan baju anak lucu-lucu tapi sayang kalo dibeli ntar bentar lagi nggak muat, lihat pajangan meja lucuuuu imut nggemesin tapi aslinya nggak butuh juga, liat lipstik warnanya bagus banget tapi lipstik dirumah aja ada puluhan dengan shade warna yang mirip, dan masih banyak lagi 'dosa' lain yang aku lakukan.

Tapi sekarang aku berusaha bertobat dan lebih bijak saat belanja, huahahaha. Kalau mau beli barang, yakinkan dulu diri apakah butuh atau cuma kepengen. Kalau cuma kepengen jangan di beli, percuma ntar juga nggak dipakai.

7. Do It Yourself
Melakukan segalanya sendiri atau membuat beberapa barang sendiri itu lebih asyik dan lebih hemat. Misalnya bawa bekal sendiri atau masak sendiri dibanding jajan, belajar bikin kopi yang enak sendiri daripada ke kedai kopi, bikin recycle barang sendiri, nyuci sendiri dibanding laundry, dan banyak banget DIY-DIY lain di luar sana yang bisa kita tiru. Syukur malah bisa dijual untuk menghasilkan pemasukan lagi.

8. Gratisan itu Penting!
Nah semenjak jadi frugal, aku ini demen gratisan. Sebodo lah sama kata orang, ya kalo bisa gratis ngapain bayar ya kan?

Cara mendapatkan gratisan itu banyak, misal numpang wifi kantor supaya kuota kita tetap hemat, ikut kuis dan lomba-lomba, memanfaatkan website semacam hometester buat dapat freebies gratis, ngisi kuesioner di nusaresearch buat dapat pulsa gratis dan banyak lagi! Yang penting jangan sampai sifat gratisan ini mengganggu khalayak ramai, semisal nih hobi numpang makan di rumah temen, hobi mandi dirumah temen, tetring wifi hape temen, nah kalo itu mah jangan ya!

Kayaknya itu aja sih beberapa hal yang aku lakukan dalam rangka belajar Frugal living. Dan tentunya meski hidup hemat aku tetep aja sih hidup dengan wajar, nggak yang nelongso banget gitu. Malah kadang ada juga yang menganggap aku ini boros dan nggak dewasa karena suka belanja dan nongkrong sama anak muda, hahahaha aneh kan? Ya karena kuncinya ada di budgeting, kalo ada budget buat nongkrong ya kenapa nggak dipakai? Toh juga nggak tiap hari kan?

Btw, setelah menjalani hidup dengan cara ini aku jadi kenal dua gaya hidup lain : Minimalism living dan Zero waste. Apakah itu? Next time kalau udah belajar aku posting deh ya! Sekarang mari kita belajar hemat dulu!

Xoxo